
Sampai villa Richard dan dalam perkiraannya Ameera tidak ada di situ karena tidak terlihat ada kehidupan tidak ada mobil Ameera terparkir dan tidak terbuka kaca satupun di villa itu.
Dengan kalut Richard tetap masuk menerobos pagar dan membuka pintu dengan tergesa berharap ada jejak dan bekas Ameera datang ke sini atau mungkin sekarang lagi di kantor Agrowisata tetap Richard berharap baik Ameera hanya salah faham dengan apa yang di lihatnya.
Richard menaiki tangga celingukan mencari dengan manggil manggil orang yang di cintanya. Ameera? Mam? Richie? Richard semakin kalut saja Richard berpikir tidak fokus dan ini semua perlu ketenangan tetapi emosinya tidak bisa dibendung lagi marah se-marah-marahnya entah kepada siapa mungkin pada kenyataan mungkin pada Dirinya yang begitu teledor mungkin juga pada Benny atau Hanna? Apa yang harus disalahkan dari Benny dan Hanna karena mereka hanya pekerja yang menunggu instruksi dari Bos dan atasan kalaupun mereka melihat Ameera datang pasti mereka mencegatnya atau menghalangi atau mengajak Ameera ke tempat sekiranya aman atau diajaknya bicara memberi pengertian dulu.
"Aaaaaargh! brengsek!" buk! brak! Praaaaang....! Richard meninju kaca meja rias dan melempar gantungan kunci yang di satukan dari beberapa kunci di lempar ke sofa dan mantul saking kencangnya ke meja kaca lima mili dan semua pecah berantakan.
Richard mengatupkan rahangnya dengan punggung tangan berdarah di depan kamar villa dengan nafas begitu tersengal.
"Benny!"
"Ya Bos." Benny yang sudah berdiri di ujung tangga sama diam mematung menunggu instruksi selanjutnya apa ambilkan antiseptic atau yang lainnya.
__ADS_1
"Cari istriku ke kantor Agrowisata, siapapun di sana suruh ke sini biar Aku bicara!"
Suara berat Richard memberi perintah.
"Baik Bos," jawab Benny langsung berlari turun tangga dan berjalan keluar kurang lebih jarak ada 200 meter dari villa ke kantor Agrowisata.
Dua puluh menit berlangsung Benny datang kembali bersama Aliyah yang tergopoh-gopoh datang ke situ mungkin sebelumnya dikasih tahu sama Benny permasalahan secara global dan garis besarnya saja masalah yang dihadapi Kakaknya Ameera dan Richard.
"Al, Apa yang kamu ketahui tentang Kakakmu Ameera dan Richie?" tanya Richard.
"Aku tidak tahu apa-apa Kak Richard, hanya tadi pagi sarapan cuman berdua karena Ibu sama Bapak lagi jogging di sini sambil melihat-lihat menghirup udara segar katanya Kami ngobrol biasa saja cuman sebelum Aku berangkat Kak Ameera juga katanya mau ke hotel bikin kejutan buat Kak Richard sambil mau mengambil laptop hanya itu saja emang ada apa? kenapa dengan Kak Ameera juga Richie ke mana mereka?" Aliyah meraih tangan Richard dan mengambil tissue menyuruh Richard tenang dan berpikir dengan jernih karena dengan emosi semuanya akan mencelakakan diri sendiri begitu banyak ucapan yang begitu bermakna dari seorang Aliyah.
Richard tak membangkang di sodorkan tangannya pada Aliyah yang mau mengobatinya Richard duduk lalu tangannya di lap pakai tissue juga air es di kompres kan lalu di olesi antiseptic.
__ADS_1
"Kak Richard sabar, tak mungkin Kak Ameera bertindak tanpa perhitungan kalau tidak tanpa alasan itu yang Aku yakini kalau memang di antara Kak Richard sama Kak Ameera ada kesalahpahaman Aku bisa menjadi mediatornya tetapi masalah Kak Ameera pergi ke mana itu yang Aku tidak tahu karena sampai saat ini juga setelah pagi tadi Aku belum berkomunikasi lagi."
Alasan Aliyah sangat masuk akal. Di mengerti Richard juga Benny berarti benar Aliyah juga Ibu mertuanya tidak tahu ke mana Ameera pergi membawa Richie.
"Jam berapa Bapak pulang kalau sore?" tanha Richard pada Aliyah.
"Kalau mengikuti jam kerja sampai jam 05.00 sore tapi kadang Bapak pulang lebih awal kadang juga ada keperluan dulu jadi bisa pulang malam bahkan Bapak bisa pulang duhur dan tidak pergi lagi ke Yayasan jadi tidak bisa ditentukan gimana Kak Richard?"
"Menurutmu ke mana Kakakmu pergi?"
********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1