Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Kasih sayang Jefry


__ADS_3

Di jalan Jefry tertegun uang lima lembar warna merah yang tadi dipaksakan Pak Haji Marzuki di selipkan di tangannya membuat dirinya malah merasa bersalah hanya jasa seperti itu tetapi penghargaannya cara menghargai Pak Haji Marzuki terhadap jasa seseorang begitu istimewa pantas Dia menjadi orang yang sangat istimewa juga terlihat sederhana terlihat biasa-biasa saja tetapi dibalik semua itu dia memiliki segalanya bahkan kalau bisa dibilang dia adalah milyuner pastinya dengan beberapa perusahaan yang dimilikinya bukan hal yang tidak mungkin


Kebahagiaan Jefry dan kekagumannya juga semakin bertambah saat besok Dirinya ditawarkan masuk ke salah satu perusahaan yang mungkin Pak Haji Marzuki bisa melihat cocoknya di mana ya mungkin di salah satu perusahaan yang disebutkan tadi yaitu di biro perjalanan travel dan wisata.


Jefry mau langsung pulang tapi tak ingin mengabarkan terlebih dahulu apa yang dirinya dapatkan hari ini tetapi ingin mengabarkan kepada Annet istrinya besok saja setelah dirinya resmi diterima di perusahaan keluarga Pak Haji Marzuki.


Jefri masuk rumahnya tanpa memberi salam karena tak terlihat orang di sana penunggu toko bakery mertuanya juga nggak ada yang nungguin mungkin lagi keluar atau ke kamar mandi.


Annet keluar dari kamar sambil memangku putranya yang berontak saat melihat Jefry yang langsung memangku dan menciumnya. Hati Annet menjadi lemah dan lapang lagi saat melihat kasih sayang Jefry pada putranya walau jelas itu bukan darah dagingnya.


"Dari mana Jef?"


"Biasa dari warung soto temanku."

__ADS_1


"Aku kerja ya malam ini, kalau mau jemput jam 10 walau malas tapi lumayanlah dan butuh juga buat hidup biar sisa tabungan yang tak seberapa lagi tidak sampai limit," ucap Annet sambil mulai berdandan depan cermin.


"Boleh Aku minta satu hal padamu Annet?"


"Maksudmu apa Jef?" jawab Annet sambil melirik Jefry yang lagi mengawasi Anaknya.


"Kalau Aku sudah bekerja walau penghasilanku tak seberapa Aku tak mau Kamu kerja lagi."


"Annet, seorang Istri itu lebih baik di rumah bersama anak-anaknya. Bukan Aku ingin mengatur semua pasti akan ada jalan dan rezekinya percayalah. Sekarang tabungan Kita masih ada belum habis-habis banget tapi Kamu begitu cemas dengan keadaan Kita padahal Aku juga berusaha cuma waktunya aja belum tepat," ujar Jefry sambil memandang Wajah cantik istrinya.


"Boleh Aku nggak kerja kalau Kamu sudah kerja dan ada penghasilan cukup buat keluarga Kita, tapi buktikan dulu dan perlihatkan keseriusan mu jangan seperti yang sudah-sudah kerja hanya 3 hari kerjanya seminggu kerja hanya sebulan Aku pengen Kamu itu menikmati Apa yang kamu kerjakan berapapun hasilnya Aku terima nggak masalah yang penting Kamu ada kegiatan dulu kalau Aku melihat kamu terus di rumah Aku jadi bosan dan jengkel malah bisa bisa yang ada nanti Anak Kita malah punya adik lagi!"


"Baiklah Sayang Aku mengerti semua perempuan pasti keinginannya sama punya suami yang mencukupi dan cinta yang berlimpah doakan Aku ya besok Aku mulai kerja semoga berkah buat keluarga Kita karena Aku ingin merubah semuanya setelah berumahtangga. Dulu Kita sama-sama bebas melakukan segala hal Aku juga Kamu tapi kini Kita belajar lebih baik lagi."

__ADS_1


Annet diam tak meneruskan berdandan, mungkin kata-kata Jefry begitu masuk ke dalam hatinya memang selama ini Jefry kelihatan tenang saja hanya Dirinya yang seperti kebakaran jenggot dan begitu khawatir dengan masa depan keluarganya.


"Malam ini Aku antar dan tungguin Kamu kerja ya," ucap Jefry sambil memegang kedua bahu Annet.


Annet tak menjawab hanya mengangguk.


"Kerja di mana Jef?"


"Belum tahu karena besok mungkin di beritahunya, tapi semoga membuat Aku betah."


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2