Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
-2


__ADS_3

"Halo sayang, sudah bangun belum?" Richard menyapa Ameera, waktu menunjukkan jam 05 : 00.


"Rich! apaan sih pagi banget sudah menelephon?" Ameera kesal karena merasa masih ngantuk, tapi Richard sudah mengganggunya.


"Pagi apaan? ini sudah siang masa cantik-cantik bangunnya selalu kesiangan? Aku kangen sayang, karena hari ini aku nggak boleh keluar, kamu juga, makanya kita telephon saja dari pagi." Richard terkekeh sendiri.


"Rich aku masih ngantuk! nggak ada kerjaan banget, pagi-pagi sudah gangguin orang."


"Tuh kan ketahuan kamu pasti tidurnya malam, segala di kerjakan sendiri makanya jam segini masih ngantuk iya kan? sini tidur bersandar di dadaku sayang!" Richard malah menggoda Ameera yang masih malas-malasan di tempat tidur.


"Gombal! obral bualan pagi-pagi gini, sana jual obral gombalnya di pasar!"


"Makanya bangun! jangan sudah melek malah mengkhayal yang jorok-jorok bersamaku ya? hayo ngaku!"


"Emang kamu kerjaannya tukang mengkhayal yang jorok jorok?"


"Kalau aku jujur emang suka banget, apalagi yang di bayangin nya kamu, malah aku suka menebak-nebak seperti apa di balik pakaian tertutup kamu."


"Rich!"


"Heee ... apa kamu juga suka ngebayangin seperti aku? aku tebak aja ya! kamu juga pasti tukang khayal, yang di bayangkan kamu itu pasti aku."


"Ngaco kamu, nggak jelas banget! masih pagi aku masih ngantuk! nanti telephon lagi, aku tutup ya!"


"Heith ... nggak bisa, video call ya biar aku lihat muka kamu kalau bangun tidur."

__ADS_1


"Richard! kamu sudah jadi orang tukang peksa ya? aku nggak mau pagi-pagi video call, nggak ada kerjaan amat." Klik sambungan telephon Ameera putuskan.


Richard tertawa sendiri, mendengar Ameera masih begitu ngantuk saat di telephon.


Tapi kalau ujung-ujungnya marah mana mungkin bisa tidur lagi.


'Kamu boleh saja enak tidur sekarang, puas-puasin, tapi nanti dua malam lagi pasti akan ada yang mengganggu kamu terus, akan aku buat kamu tertidur di pelukanku!'


'Satu jam lagi nanti aku telephon lagi kamu sayang.'


Richard memandang photo Ameera di layar ponselnya, mengelusnya perlahan.


***


"Halo Ben, kamu sudah di kantor belum?"


"Kok siang banget, kenapa?"


"Semalam pulang larut banget, juga malam-malam sebelumnya, pagi-pagi kena omel istri lama nggak di colek jadi mungkin naik ke otak keluar dari mulut, ujung-ujungnya kangen di charge." Benny menerima telepon dari tempat tidur.


"Haaaa ... bisa aja lo, ya sudah kalau mau nyenengin istri dulu nggak apa-apa, tapi kalau sudah ke kantor kasih tahu ya, rasanya banyak yang harus kita bahas." sela Richard.


"Udah kok Bos, lagi keringin keringat dulu. Kalau sudah di kasih yang maksimal sampai megap-megap diam omelan nya, rajin kembali sediain sarapan juga baju kerja." kekeh Benny, di sambut tawa Richard merasa terpancing, mereka sama satu frekuensi kalau bicara yang plus-plus.


"Haaaa ... gitu ya Ben, berarti cewek juga bisa nuntut bukan hanya kita yang selalu pengen duluan?" lanjut Richard di sela tawa mereka.

__ADS_1


"Sama saja Bos, kalau lama nggak kita colek ngambek juga."


"Lo sudah pindah rumah?"


"Sudah Bos. Alhamdulillah, makanya istri mungkin begitu adaptasi di rumah baru ingin menikmati banget kebersamaan tapi malah aku yang sangat sibuk akhir-akhir ini menyangkut persoalan yang kemarin kita bahas, tentang manajer Zen sama Janeeta nanti panjang lebarnya kita ngobrol di kantor."


"Oke, berarti lo sarapan enak dong pagi ini."


"Wow luar biasa, pelepasan yang terpendam memang luar biasa, pagi-pagi sudah mandi keringan kayak habis mencangkul di sawah saja."


"Gue jadi pengen Ben!"


"Sabar! dua malam lagi lulus Bos, puasa akan berakhir haaaa ...." hibur Benny.


"Iya Ben, kata Mama gue gue nggak boleh kemana-mana dua hari kedepan begitu juga Ameera, Gue sama Ameera juga nggak boleh ketemu, tapi gue mau nge-gym nanti lo antar ya, biar gue dapet izin dari nyokap."


"Siap Bos jangan sampai seperti aku pagi-pagi habis gempur serangan nggak bisa bangun."


"Gue nggak bakalan begitu, lo aja yang kurang konsultasi."


"Haaaa ... memang nggak ada tempat konsultasi Bos, nikah sudah kebelet banget merasa pede aja dan merasa paling gagah eh tahunya pagi, nggak bisa bangun badan serasa ringsek, seperti habis marathon 10 k tapi senjatanya diusap usap bangun juga walau tubuh tak berdaya."


"Haaaa ... berapa lama masa pemulihan lo waktu itu?" tanya Richard.


"Jujur aku sampai di bangunin istri waktu itu, saking sakit dan ngilu nya semua persendian ku lalu berendam di air hangat sedikit meregangkan urat dan otot malamnya sudah bisa terbang menjelajah lagi!"

__ADS_1


"Haaaa .... lo emang jagoan Ben!


******


__ADS_2