
"Ameera, Aku hanya mengingatkan malam minggu besok kita ke undangan pernikahan Jody temanku."
"Siang apa malam?"
"Siang lah kalau malam acara pengantin buka koper, masa kita datang malam-malam bikin runyam saja, nanti aku yang ngeces lihat si Jody pamer istri"
"Iya siang besok aku sempatkan!"
"Kamu sempatnya jam berapa?"
"Besok aku hubungi."
"Asyiiik."
"Aku masih belum tenang, belum dapat baju pengantinku."
"Atur saja waktunya mau kapan carinya, ke mana, biar aku antar."
"Iya, bagaimana kalau kita pesan di luar kota ini? misal di kota asal kamu Bandung gimana? sekalian ajak Aliyah sama Andrea jadi mereka juga sama-sama punya seragam yang senada dengan pakaian kita?"
"Ide bagus sayang, masih banyak waktu. Dengan senang hati kamu bisa bebas tak berpikir apapun nanti aku bilang Mamaku dulu sekalian aku melihat persiapan di Bandung, biar diantar Mamaku nanti di sana."
"Iya Rich."
"Soal ke undangan pernikahan biar aku yang pamit lebihkan besok sama orang tuamu."
"Boleh."
"Kurang dari dua minggu lagi ya?"
"Iya, emang kenapa?"
"Aku nggak sabar sayang."
"Jangan mulai Rich."
"Iya, aku akan memulainya kurang dari dua minggu lagi, dari situ kamu aku culik."
__ADS_1
Ameera hanya tersenyum, membayangkan semuanya, membuat dadanya juga merasa deg-degan. Richard akan membuktikan kalau dirinya begitu liar tapi romantis seperti di percakapan 'dua puluh satu plus' mereka tiap malam-malamnya.
"Mungkin aku akan menjadi orang paling senang di culik kamu nanti Rich." Ameera balik menggoda Richard.
"Tentu sayang, itu akan jadi kebahagiaan kita nanti."
"Rich, pulang sudah malam. Ajak adikmu kalau enggak biar dia menginap di sini sama Aliyah."
"Oke Ameera, Aku nggak di tawari menginap?"
"Kurang dari dua minggu lagi Rich!
"Haaaa ...."
"Aku tanya dulu Andrea ya, barangkali dia mau nginep biarkan saja kalau dia masih mau disini." Ameera berjalan ke dalam dan menemui Andrea yang masih ngobrol sama Aliyah.
sepertinya Andrea tidak mau menginap karena setelah ditanya sama Ameera langsung mengikuti Ameera masuk ke ruang tamu.
Richard sama Andrea berpamitan pulang. Richard membisikan kata-kata begitu dekat di telinga Ameera saat keluar pintu bersamaan
Ameera memandang Richard sambil tersenyum dan mengangguk.
Kasmaran cinta bagi keduanya memang lagi dirasakan, mereka tak dapat di halangi apapun, aral dan rintangan apalagi mereka mendekati masa-masa pernikahan, rasa yang sudah terpahat di hati mereka sanggup mengalahkan segalanya.
Kesal, marah, benci, khawatir, cemas dan cemburu semua itu bisa kalah oleh satu rasa dan rasa itu hanya mereka yang merasakan dan memilikinya.
Richard pulang dengan perasaan lega bersama Andrea yang bergelayut manja di sebelah lengannya.
Ameera masih memandangi punggung Richard yang menjulang, dan Richard masih saja melirik pada Ameera dengan senyum lebarnya sampai Richard hilang di belokan kegelapan malam.
"Tadi kamu pergi dari mana sama Aliyah?"
"Beli makanan kekinian kata Aliyah Kak Ameera juga senang banget makanan yang pedas."
"Iya, tapi gue nggak suka sama sekali."
"Malah tadi kata Kak Ameera enak nih buat doping orang yang lagi berantem, Kakak lagi berantem ya kenapa?"
__ADS_1
"Masalah ada saja Andrea, semua orang tak lepas dari masalah."
"Tapi sepertinya Kak Ameera baik banget juga cinta sama Kakak."
"Pasti dong, siapa sih yang nggak cinta sama Richard?"
"Sombong, harusnya Kakak bersyukur dapatin Kak Ameera."
"Gue juga bersyukur, buktinya gue sekarang jadi orang baik karena dapatin Ameera."
"Berarti Kak Ameera sanggup bawa Kakak ke arah yang lebih baik."
"Mungkin, kamu betah banget kelihatannya di rumah Ameera?"
"Iya lah, aku senang punya teman cewek. Di rumah sehari-hari itu sendiri Kakakku cuman satu cowok jauh juga nggak sayang lagi sama aku."
"Hai kata siapa nggak sayang? buktinya kamu kan minta motor terbaru walaupun belum gue beliin tapi pasti gue beliin karena itu adalah janji."
"Serius Kak, mau beliin?"
"Ayo sekarang juga gue beliin."
"Sudah tutup ooooy ... kalau jam segini."
*****
Baca juga Karya Enis Sudrajat lainnya
❤️Meniti Pelangi
❤️Pesona Aryanti
❤️Biarkan Aku Memilih
❤️Masa Lalu Sang Presdir
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1