Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Suasana lain


__ADS_3

"Mas Jody bener mau nginap di rumah orangtuaku?" tanya Loka Sabil masukkan baju tidur dirinya juga Jody suaminya ke dalam tasnya. Sudah kayak mau pindah atau transmigrasi saja Loka jadi repot sendiri segala dibawa sampai sikat gigi dan sabun segala macam keperluan karena Loka tahu suaminya tak mungkin bareng-bareng memakai fasilitas di keluarganya yang kebanyakan adik-adiknya masih kecil dan berantakan.


"Aku dengar cerita temanku nggak tahu mitos atau mungkin kenyataan Sayang kalau Kita berhubungan suami istri rumah mertua biasanya suka langsung hamil katanya," ucap Jody sambil tersenyum karena sejak menikah belum sekalipun Jody menginap di rumah mertuanya semenjak sah Loka menjadi istrinya Jody langsung memboyongnya ke rumah orang tuanya karena Jody merasa semua cita-citanya menaklukkan Loka di malam pertama tidak akan nyaman karena bisingnya keluarga yang habis bantu-bantu hajatan juga adik-adik Loka yang masih SMP dan SD masih ada dua jadi Jody mengambil langkah terbaik menurut pikirannya baru terpikirkan sekarang Jody ingin merasakan bagaimana menginap di rumah mertuanya.


"Ah masa Mas? Aku jadi semangat dan kangen tidur di kamar butut ku," ucap Loka sambil meluk sebelah lengan Jody.


"Ssst ... jangan bilang begitu kalau ada rejeki Aku janji mau perbaiki rumah orangtuamu itu sambil nanti ngobrol-ngobrol sama Bapakmu kira-kira berapa anggaran yang di perlukan biar Kita kalau nginap di sana bisa nyaman." Jody membelai wajah Loka yang kelihatan semakin cantik saja.


"Emang Mas sudah naik gajinya?" tanya Loka tak mengerti mengerti kalau keterlibatan Jody di perusahaan itu adalah bagian dari keluarganya sendiri jadi tidak ada yang menggaji Jody tapi Jody mengatur sendiri keuangannya bagaimana perusahaan itu berjalan dan bagaimana Dia bisa menyisihkan dan berinvestasi untuk Dirinya sendiri dan juga bisa berbagi untuk Kakak perempuan satu-satunya dan juga orang tuanya yang sudah menjadi aset bersama yang sudah diatur sedemikian rupa bagian keuntungannya kalau diterangkan secara gamblang seperti itu kepada Loka Istrinya mungkin tidak akan mengerti dikiranya Jody sampai saat ini adalah bekerja dan digaji.


"Iya, sebagian nanti minta sama Bapakku!" jawab Jody menjawab dengan gampang.

__ADS_1


"Ah Mas jangan, Aku jadi malu." Loka langsung diam.


"Kalau malu ngumpet di bawah perutku!"


"Ah Mas!"


"Hahaha..." Jody tertawa ngakak terkadang dirinya juga merasa terhibur dengan Istrinya sendiri tetapi kalau dipikir Loka itu bukan bodoh tetapi lebih ke sangat sederhana pemikirannya. Buktinya menghapal not lagu dan tempo bisa dengan lancar dan beradaptasi dengan lagu-lagu baru selalu bisa dengan lancar di bawakan nya malah Jody lebih kagum terkadang Loka menyanyikan satu lagu dengan improvisasi sendiri tidak seutuhnya lagu itu dibawakan dengan gamblang tetapi cengkok yang Loka ciptakan sendiri sehingga lagu itu menjadi hidup adanya.


Dengan anggun Loka duduk di sampingnya dan selalu tersenyum terlihat bahagia.


Jody baru sadar ternyata membahagiakan Istrinya itu sangat sederhana cukup dengan mengajak menginap di rumah orang tuanya yang selama ini tidak pernah dirinya lakukan. Bukan di hotel bintang tujuh (eh, bintangnya kebanyakan ya?) yang super dulux dan mewah dengan peralatan dan property sangat canggih.

__ADS_1


Malah Jody khawatir Loka malah gagal fokus kalau diajak nginap di Hotel berbintang dari harganya juga dari fasilitasnya.


Di Mall yang dilewatinya Jody berhenti mengajak Loka turun dan membeli segala macam oleh-oleh yang kemungkinan disukai keluarganya dan juga adik-adiknya Jody menyadari belum sepenuhnya Dirinya bahagiakan keluarga Istrinya.


Sampai rumah Loka di sambut adik-adiknya dengan suka cita Bapaknya langsung motong ayam jantan dan Ibunya memasak kesukaan Loka.


Dengan perasaan senang Loka membuka oleh-oleh yang di belinya di jalan tadi. Ketiga Adiknya bersorak karena melihat pizza yang dulu pernah Loka belikan semasa Loka masih kerja.


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2