Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Menginap.


__ADS_3

Richard termangu di tepi tempat tidur masih belum berpakaian dan tersenyum pada senjatanya di bawah sana dan sedikit memainkannya sehingga perubahan kembali terjadi sampai maksimal.


'Istriku nggak suka Kamu lagi kecil katanya!' ucap Richard pada area selangkangannya yang kini sudah berubah maksimal kembali.


Richard begitu bangga pada adik kesayangannya itu yang dianugerahkan begitu sempurna baik bentuk juga ukurannya, Ameera selalu gemas kalau sudah memegang dan memainkannya.


Richard membiarkan dirinya belum berpakaian biar Ameera melihatnya dan ngomel lagi. Richard suka omelan Ameera kalau sudah ngomel di kasih pegang senjatanya baru berhenti walau masih cemberut.


"Ah, ya ampun Rich? apa-apaan sih Kamu bukannya membersihkan diri dan berpakaian malah memalukan begitu? kayak Anak kecil saja!" omel Ameera keluar dari kamar mandi mencari dan melempar kaos dalam dan celana boxer Richard yang berceceran.


"Katanya mau melihat yang maksimal?" seru Richard cengengesan.


"Oh, no Richard! pakai celanamu jangan kayak Anak kecil! jangan pernah memamerkan sesuatu saat istrimu baru membersihkan diri!" ucap Ameera sambil mencari pakaian Richard yang lainnya tercecer entah ke mana.


Richard tertawa menangkap lemparan Ameera berupa pakaiannya lalu mengenakannya.


"Rich Aku nggak mau pulang tapi di sini nggak ada makanan, Aku lapar," ucap Ameera sambil mengamati mukanya di cermin.


"Mau nginep di sini? aduh Sayang jangan kalau bisa Aku khawatir Kamu malam-malam terasa perutnya," jawab Richard sambil mengusap punggung Ameera yang duduk di meja rias.


"Masih lama sepertinya Rich sampai waktunya lahiran satu malam saja ya nanti kan Aku pasti tinggal lama di rumah orangtuaku kalau sudah lahiran jadi untuk sementara nggak ke sini dulu," rengek Ameera yang sebenarnya penat bolak balik walau naik kendaraan. Maunya santai dan istirahat dengan tenang.


"Maksa ceritanya? ya sudah Aku kalah deh tapi ingat jangan banyak tingkah juga banyak gaya soalnya di sini naik turun tangga kalau mau tidur di atas dan kegiatan di bawah tinggal bilang keperluan apa yang mesti diambil?" ultimatum Richard seperti biasa sangat bawel dengan banyak syarat.


"Paling pakaian rumahan saja sama makanan yang banyak hehehe ...."


"Ya sudah nanti Aku cari setelah mandi," jawab Richard sambil memandang istrinya yang lagi meneliti wajahnya depan cermin.


"Makasih Sayang Richard my hubby," seloroh Ameera sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Makasih untuk apa?"


"Untuk setuju nginap di sini!"


"Dikira untuk yang barusan selesai! Aku setuju saja pada dasarnya kecuali menginap di rumahmu bukan apa-apa merasa malu saja bangun pagi harus mandi nggak bebas banget nggak kayak di sini atau di hotel," jelas Richard mengungkapkan berulangkali keberatannya menginap di rumah mertuanya.


"Kamu saja yang perasa Rich Sayang, orang rumahku nggak apa-apa juga. Kita sudah jadi suami istri kok bebas dan halal melakukan kapan pun kenapa harus malu?" jawab Ameera tetap memberi pengertian.


"Iya sih tapi sampai saat ini Aku masih merasa nggak bebas saja apalagi kalau pagi masih kelonin kamu di luar sudah ada anggota keluarga Kamu yang beraktifitas," jawab Richard dengan banyak alasan yang sebenarnya sangat biasa bagi Ameera.


"Ya biarin saja, itu kebiasaan mereka."


"Alah sudah jangan berdebat Sayang lahiran baru Kamu di rumah orangtuamu, sudah sehat dan pulih juga bersih langsung mau tinggal di mana Aku ikut saja." Richard mempersingkat debat dengan istrinya.


"Berarti malam ini di sini ya?"


"Boleh biar nanti Hanna yang siapkan pakaian Kamu Sayang sama apalagi?" tanya Richard sambil mengusap punggung Ameera.


"Apapun keinginanmu akan Aku penuhi dan setuju aja Sayang asal jaga kondisimu kemarin Papa sama Mamaku telepon lagi mau bicara sama Kamu dan mau tahu kabar Kamu katanya kangen, nanti saja kalau sudah lahiran jawabku kalau mau ke sini biar semuanya bahagia." ucap Richard begitu bahagia menggambarkan semua keluarganya begitu menyambut kelahiran buah cintanya.


"Aku juga kangen orangtuamu Rich, biarin ke sini sekarang sekarang juga Kita senang saja kok kumpul malah Aku lebih tenang menghadapai masa lahiran banyak keluarga," jawab Ameera sambil senyum.


"Iya, masa mereka mau nungguin Kamu sampai lahiran? kan Ada Aku?" sahut Richard merasa tak di butuhkan.


Ameera hanya senyum saja melihat tingkah lucu suaminya.


"Pokoknya jangan bilang-bilang dulu kalau dalam perutmu itu jagoanku ya biar orangtuamu juga orangtuaku jadi kejutan nanti."


"Boleh Rich, hanya Kita saja dulu yang tahu ya?"

__ADS_1


"Iya lah kan Kita yang bikinnya! Aku yang ngos-ngosan dan Kamu yang merem melek nya!" jawab Richard sambil memeluk perut Ameera dan mencium sambil mengelusnya.


"Ah, Rich! Kamu suka bisa aja mengalihkan!"


"Hahaha..."


"Rich! sudah pergi mandi ih jorok malah kering itu!" Ameera seraya menghindar saat Richard memeluknya saat masih telanjang dada.


"Ah, biasanya juga suka."


"Rich, ini sudah melebihi dosis minum obat lho Kamu minta jatah melulu, malam, paginya, sebelum pergi ke sini sekarang siang. Udah ah Aku khawatir kasihan bayiku di ganggu melulu!"


"Oke Sayang, hari ini Aku senang banget sekarang Papa mandi dulu ya!" Richard beranjak masih dengan tangan nakalnya menyentuh mencolek hidung mancung Ameera yang lagi bersolek.


Ameera menggelengkan kepala saat Richard balik badan dan bersiul masuk kamar mandi masih setengah telanjang hanya mengenakan underwear nya saja.


Ameera mengelus perutnya sambil tersenyum membayangkan betapa bahagianya kehidupan Dirinya dan Richard juga kedua belah pihak keluarganya apalagi nanti sebentar lagi hadir Si Mungil buah hati mereka.


Richard mencintainya melebihi apapun, dan memperlakukan dirinya bak ratu dalam kehidupannya tak bisa di bayangkan kalau mereka harus berpisah dalam waktu lama pasti Dirinya juga Richard akan merasa tersiksa.


Itulah Richard kadang kelakuannya kayak anak kecil dan manja. Kadang juga galak dan beringas juga tegas dalam salah satu hal dan keputusan.


Ameera belum melihat Richard marah samapi saat ini, kehidupannya di jalani dengan tumpahan kasih sayang yang berlimpah materi dan kasih sayang juga cinta.


Richard keluar kamar mandi dengan rambut basah dan masih mengelap menggosok gosokan handuk ke rambutnya yang mulai panjang, terlihat kekar badannya karena efek nge-gym juga berpostur tinggi gede dan badan di tumbuhi bulu bulu halus dan lebat di bagian tertentu menjadi daya tarik dan pesona tersendiri terutama bagi Ameera.


"Rich cepet Aku lapar nih!" suara Ameera saat Richard mulai berpakaian.


"Kasihan, sabar sebentar ya biar Si Benny nanti suruh borong makanan." Richard mencium kening Ameera dan turun tangga dengan berlari kecil dan terdengar deru suara mobil di hidupkan tak lama suaminya hilang karena menjauh.

__ADS_1


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, Janji Dua Hati By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2