
"Gila si Richard main tinggalin pelaminan begitu saja, orang masih pada datang malah sudah hengkang kebelet bener bener tuh orang, masa gue datang sorean dikit sudah nggak bisa menemuinya." gerutu Jody sesampainya di rumah dan melempar jas dan melonggarkan dasinya.
"Mas Jody sih pakai minta main dulu, takut ngiler lihat pengantin segala, akhirnya kita benar-benar telat nggak bisa bertemu Bos Richard." timpal Loka sambil menyimpan tas selempangnya di cantolan dinding.
"Bukan kita yang telat sayang tapi pengantinnya yang malas terima tamu!"
"Sudahlah Mas, lain kali kita masih bisa bertemu dan ucapin selamat pada mereka."
"Iya sih, tapi aku merasa jadi teman yang tak perhatian banget saja masa menikah tak bisa bertemu?"
Loka mengambil pakaian suaminya dan menyimpan pada tempatnya.
"Katanya mau jalan-jalan Mas kok malah buka baju lagi?" tagih Loka, Jody tadi menjanjikan jalan-jalan sebelum mereka pergi ke undangan Richard.
"Besok aja sayang, sekarang kita juga jangan mau kalah sama mantan Bos kamu itu, kita juga pesta di sini semalaman gimana?"
"Pesta apaan? kan kita sudah resepsinya juga? pesta kita sudah selesai." jawab Loka.
"Apaan selesai? tiap malam kita ngapain? katanya pengen jadi anak makanya ayo kita bikin lebih semangat."
__ADS_1
"Ah, Mas tiap di rumah nggak keluar-keluar kamar, kita sudah nikah mau dua mingguan aku belum di ajak jalan-jalan, terus aja ada di bawah Mas."
"Ssssst ... kamu kan sekali-kali ada di atas juga."
"Tapi kan Mas Jody yang suruh aku!"
"Iya, tapi kamu juga senang bukan aku ajarin yang baru-baru?"
"Tapi aku mau merasakan jalan-jalan dan nonton Mas bukan di tindih melulu!"
"Loka nonton itu buat yang pacaran, kalau kita sudah menikah ngapain nonton? kita sudah boleh melakukan apapun, kalau mau nonton besok aku bawa laptop kita nonton sepuasnya di kamar sini, tapi habis itu kita praktek ya?"
"Praktek yang kita tonton! sekarang sudah malam kita bobo saja ya?"
"Bener mau bobo? nggak ngapa-ngapain aku dulu?"
"Ya nggak lah sayang, kita seperti biasa main dulu, aku nggak ada puasnya sama kamu sayang malah tambah enak rasanya, apalagi sekarang kamu sudah pintar."
"Kan Mas Jody yang ajarkan, seorang istri harus bisa menyenangkan suami dalam hal apapun Mas, kata Ibuku melayani suami adalah ibadah jadi Mas mau yang mana dulu?" ucap Loka sambil membuka pakaiannya sendiri di hadapan Jody.
__ADS_1
"Semuanya Loka." jawab Jody membantu Loka melepaskan satu persatu pembungkus di tubuh istrinya. Sedang dirinya telah duluan membuka semua pakaiannya tinggal menyisakan celana boxer nya.
Jody membaringkan Loka dengan perlahan, mencumbunya dengan lembut, tak ada lekuk tubuh Loka yang belum terjamah, setiap keindahannya telah di sentuhnya dengan kelembutan mengundang hasratnya sendiri yang semakin menggebu meminta penyelesaian babak pertama.
Jody memandang wajah Loka dalam temaram lampu tidur yang berkeringat, di peluknya dengan perasaan sayang, di ciumnya dengan penuh perasaan cinta, melihat Loka pasrah tersenyum walau dalam kecapekan Jody mengusap-usap pangkal lengan Loka sambil berpandangan.
Jody membayangkan sahabatnya Richard mungkin malam ini lagi mengganas, saking tak tahannya pelaminan masih banyak tamu yang datang juga sudah di tinggalkan.
"Mas, aku boleh tidur dulu ya? nanti kalau Mas mau mengulang bangunin saja ya, ini kan baru sekali dua kali lagi sama pagi kan?"
"Ya sayang, sini tidur di dadaku, tapi nggak usah pakai baju biar mudah aku bangunin kamu nanti." jawab Jody sambil tersenyum. Di sambut anggukan dan senyuman Loka.
"Pegang sesuatu di bawah sana sayang, takut terbang nanti!" Loka menurut dan begitu suka kini semuanya, bahkan tak tidur kalau belum menyentuh sesuatu di bawah perut suaminya yang masih saja tegang.
Loka memeluk suaminya begitu hangat, menyimpan kepalanya di sebelah lengan dan memeluk dada suaminya, itulah posisi favorit mereka tidur setelah menikah.
Jody mengusap-usap kepala Loka yang mungkin sudah tidur, karena sudah tak ada gerakan tangannya memainkan senjatanya, Jody membiarkan Loka tidur di pelukannya.
Sampai saat ini Jody masih menuntut tiga kali dalam semalam minta jatah main sama istrinya Loka, yang semua itu di sambut baik sama Loka tak ada kata capek dan penolakan, mereka enjoy saja melakukan kesenangan mereka itu, bahkan kadang Jody kalau libur siangnya pasti minta lagi.
__ADS_1
Tak ada keluhan dari istrinya selama ini, keluhan hanya habis malam pertama saja Loka mengeluh agak sakit dan perih, tapi Jody berhasil meyakinkan istrinya kalau itu alami dan biasa di rasakan untuk pertama kali, selebihnya malah Loka sendiri yang bertanya kalau Jody belum menyentuhnya.