Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Ke sekian kalinya


__ADS_3

"Loka pagi Sayang Kita kesiangan lagi bangunnya hadeuuuh ...." Jody menggoyangkan lengan Loka yang masih saja nikmat tidur di balik selimut dengan tubuh masih polos karena belum sempat berpakaian, malamnya begitu capek dan keburu ngantuk entah sampai jam berapa mereka main.


"Tuh kan! Mas Jody sih ... pokoknya jangan salahkan Loka kalau Mas kesiangan ke kantornya," ucap Loka sambil mau bangun tapi Jody menariknya kembali dan menuntun tangan Loka ke bawah perutnya.


"Ah Mas ...."


"Aku nggak salahkan Kamu kok malam kebanyakan ya sekarang pinggangku agak sakit, Aku terlalu semangat Kamu jadi luar biasa Sayang." Jody mendekap kembali tubuh Loka yang menggeliat dengan nikmat sambil melihat ke luar dari celah-celah ventilasi bagian atas kaca kamar tidur bagian luar sudah terang sambil tangannya tetap pada senjata yang sudah on.


"Sudah Aku peringati Mas nggak mau dengar Aku sih, Aku seneng aja tinggal ngangkang saja tapi Kalau Mas sampai sakit pinggang juga kesiangan bangunnya begini gimana? Malah Aku yang repot nanti."


"Mungkin harus naik lagi ya biar sembuh sakit pinggangnya?" ucap Jody sambil tersenyum.


"Lah dalah masa iya Mas? Aku nggak percaya to emang masih ada yang bisa di keluarin?" tanya Loka dengan mimik serius.


"Ya Kita coba! tubuh kan memproduksi terus apalagi Kita produktif," jawab Jody dengan kaki menjepit paha Loka.

__ADS_1


"Mas Aku paling malas kalau main pagi-pagi bau ah nggak enak sudahlah nanti siang saja gimana? istirahat Mas boleh pulang ya." Loka merasa malas dan capek. Pikirnya mending mandi siapin sarapan dan rencananya hari ini Loka mau ke salon langganannya mau merapihkan rambutnya, facial, creambath dan luluran juga pedicure manicure seperti yang sudah Jody booking satu salon kecantikan punya saudaranya.


Sebenarnya Loka kurang suka tapi karena tinggal duduk saja akhirnya mau juga karena keinginan suaminya, Itu seminggu sekali harus kata Jody suaminya kalau tidak datang sayang duitnya mubazir.


"Sekali lagi ya boleh Sayang biasanya sarapan semangat kerja juga semangat kalau sudah puas jangan menolak ajakan suami lho kata orangtuamu juga."


"Iya, ya sudah semua buat Mas Jody kok!"


"Hehehe .... makasih Sayang," jawab Jody sambil menyingkap selimut bagian dada Loka yang sudah tidak ber-pengaman dan tampaklah dua gunung putih subur kesukaan Jody.


"Orangtuaku nggak pernah olahraga Anaknya tiga kapan Bapak sama Emak ku olahraga?" jawab Loka di sela sela ah uh ... dan seperti orang makan sambal mulutnya tak pernah berhenti mendesis setiap hentakan benda tumpul jumbo menyambangi lorongnya.


"Sebenarnya di kasur juga olahraga tapi olahraga enak, Besok malam Minggu Kita nginep di Hotel Richard ya sekalian santai di klab malamnya teman Kamu masih di sana bukan?"


"Mas kok malah ngobrol sudah kesiangan juga? selesaikan dong Aku sudah pegel nih."

__ADS_1


"Tanggung kepalang siang enak banget nih sebelum bangun mandi."


"Kapan Mas Jody bilang nggak enak?"


"Kalau Kamu datang bulan saja, hahaha ...."


"Mas sisain buat nanti malam di Hotel tenaganya nanti nggak kuat lagi!"


"Siangnya Aku nge-gym dulu Loka nanti Aku ajak Richard deh, hari ini sabtu jadwal Kamu ke salon ya Sayang .... Jody menuntaskan gerakannya untuk ke sekian kalinya malam itu.


Loka merinding kalau tidak tangguh melayani suaminya pasti sudah kewalahan, karena setiap dekat senjata suaminya suka langsung menagih atau memang begitu semua laki-laki?


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2