Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Duduk!


__ADS_3

Benny masuk ke kantor Agrowisata dan masih melihat semua berantakan.


"Duduk!"


Tanpa bertanya Benny langsung duduk dan mendengarkan apa perintah selanjutnya.


"Aku merusak ponsel Aliyah, ajak kalau nggak tanya mau di belikan yang bagaimana sebagai gantinya!" ucap Richard sambil memijit keningnya sendiri.


"Baik Bos!"


"Ameera tadi bicara Aku menelepon pakai ponsel Aliyah walau Ameera masih kedengaran marah, Aku harus bagaimana lagi?" Richard terdengar putus asa.


"Nanti sore atau malam Kita ke rumah Haji Marzuki lagi."


"Aku bingung kenapa Ameera bisa marah begitu sedangkan Aku belum menjelaskan apa-apa?" ucap Richard dalam kalut pikirannya.


"Karena Ameera melihat sendiri huniannya di isi wanita lain otomatis itu Bos yang punya tanggungjawab di situ dan pikirannya sudah terbangun dengan pandangan itu, juga di kantor jelas melihat Bos pelukan sama Janeeta, istri mana yang tidak akan protes dan marah?" jelas Benny sambil tersenyum.

__ADS_1


"Benny apa Ameera merindukanku? seperti Aku yang seperti mau gila saja saat mengingat Ameera dan putraku Richie yang masih sangat kecil."


"Bos, kalau masalah perasaan namanya suami sama istri tidak sudah lama tidak bertemu pasti akan saling merindukan tetapi perempuan mungkin lebih bisa menyembunyikan perasaannya sendiri, atau karena kemarahan dan kecewa hati membuat perempuan tak memperdulikan perasaannya sendiri," ucap Benny sok bijaksana.


"Benny Aku minta Maaf padamu telah terlalu banyak merepotkan Kamu dan Hanna sampai kalian bertengkar segala karena waktu kalian tersita dan habis sama urusan juga masalahku!" ucap Richard mungkin sudah datang kesadarannya semoga saja kebetulan Richard hari ini untuk yang terakhir kalinya saat membanting ponsel Aliyah yang membuat Aliyah marah dan pergi meninggalkan kantor Agrowisata diantar Pak Bagas.


"Semoga saja ada kabar baik dari Haji Marzuki dan memenuhi janjinya untuk bicara sama Ameera."


Lagi ngobrol sama Richard Hanna menelepon pada Benny dan langsung mengangkatnya.


"Halo Bang, Abang di mana sama Bos Richard? tanya Hanna begitu kedengaran sedikit panik.


"Bang Pak Isaak sama Bu Amalia juga Andrea datang dari Bandung!"


"Apa?"


"Iya Bang dan langsung menuju hunian Bos tapi Aku cegat dan sudah di sampaikan kalau Pak Richard sama Bu Ameera lagi tidak di sini mereka kini lagi ada di ruang tunggu Hotel pokoknya Abang ke sini Aku bingung menjelaskannya takut salah!" Hanna sedikit grogi saat menelpon mungkin keluarga Bos Richard ke sini pasti ingin bertemu dan menengok Ameera dan bayinya tapi di sini semua tidak seperti harapan karena sampai saat ini Bu Ameera tidak ada di tempat pergi dengan kemarahannya.

__ADS_1


"Ya ya ya..." Benny menutup teleponnya.


"Bos, sepertinya tambah saja masalah Kita, Orangtua Bos datang ke sini sekarang sudah di hotel...." Benny dengan perlahan berusaha menyampaikan kabar itu.


Richard berhenti mengurut keningnya dan menatap Benny tanpa komentar.


"Gimana Bos? mereka mau bertemu Bu Ameera dan Richie, Apa baiknya Kita jujur saja pada orangtua Bos? siapa tahu ada pandangan lain dan pendapat lain dari orangtua Bos?"


"Kamu yang lebih tahu cara menyampaikannya!"


Benny berpikir keras sama Aliyah saja belum selesai datang lagi masalah baru.


"Ayo aja Kita ke hotel sekalian bertemu Tante Diana bicara apa adanya."


Sejenak Richard diam sangat sulit dan begitu rumit menyelesaikan semuanya.


Tapi semua masalah harus di selesaikan bagaimanapun caranya.

__ADS_1


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2