
Annet termenung sepeninggal Ibunya keluar dari kamar itu. Mencoba merebahkan tubuhnya di kasur yang begitu jauh dari kata empuk dan seprai yang sudah usang.
Teringat jelas saat mereka di gerebek di apartemennya, Zen sama Annet sama-sama lagi tanpa busana dan menikmati kebersamaan.
Zen tak berkutik dan nyaris tanpa perlawanan walau masih bisa bertanya apa kesalahannya, dan mana surat perintah penangkapannya.
Annet juga turut di bawa ke kantor polisi meskipun awalnya hanya sebagai saksi karena saat penangkapan sedang berada bersama dirinya.
Saat itu Annet berada di jurang terdalam titik paling rendah kehidupannya, berada di kantor polisi dalam masa pemeriksaan dalam keadaan hamil bersama Zen seorang suami orang, siapa yang tidak akan hancur menerima kenyataan seperti ini?
Membayangkan dirinya berada di situ, mendekam di penjara dalam keadaan hamil sungguh tak terbayangkan sedikit juga, harusnya bermanja-manja dan di sayang-sayang sambil menunggu buah hati yang hanya dalam hitungan bulan akan hadir di tengah-tengah mereka.
Uang yang berlimpah di rekening tak memberinya kepuasan apa-apa, malah Annet takut selalu menerima transfer dari Zen, takut terlacak aparat dan menyeret dirinya menjadi tersangka pencucian uang hasil usaha ilegal Zen ke rekeningnya.
__ADS_1
Harapan menikah pupus sudah, apalagi saat Zen di tengok istri dan anaknya yang bercucuran airmata tak menyangka kalau suami yang begitu dipercaya, dan bapak yang begitu sayang pada anak-anaknya adalah berkecimpung dalam dunia hitam jual beli ilegal barang hasil curian, sebagai bandar besar dan penadah, yang dilarang hukum juga pemerintah.
Hilang sudah ego Annet memiliki Zen, saat menyaksikan Zen memeluk dua putrinya dan istrinya yang tak berkata apa-apa, hanya lewat airmata mereka menyampaikan pesan sejuta pertanyaan keluarga kecil itu pada Bapak mereka.
Annet tak memperkirakan semua akan berakhir seperti ini walaupun Zen telah memberikan apartemen itu atas namanya tapi Annet merasa semua itu tak berguna, Annet malah takut terseret dalam hukum dan terkena imbasnya.
Annet bisa keluar dari kantor polisi atas jaminan Richard dan Benny, karena Annet dianggap masih karyawan klab malam The Rich Hotel dan hanya teman main Zen saja, tak tahu menahu soal bisnis haram Zen, Annet tak berniat mengambil apartemen itu, dan suatu saat mungkin akan diserahkan kepada istri Zen dan anak-anaknya.
Benny begitu bijaksana dalam hal ini, masih ada rasa empati yang tak ternilai buat Annet, pasti atas masukan Benny sehingga Richard berani menjamin Annet, dan Annet bisa keluar dari tahanan. Tak seperti Zen masih menunggu proses selanjutnya secara bertahap, menjadi terduga, tersangka dan terpidana, seandainya bukti-bukti memberatkannya.
Zen telah begitu baik, dan Annet merasakan semuanya, dan memberinya kepuasan tiap malam dalam kesepiannya, tak pelit juga dan royal dengan uangnya walau itu entah uang apa, tiap minggu selalu transfer pada rekeningnya, mungkin Zen tahu resiko bisnisnya akan seperti ini pada akhirnya.
Apalagi Annet mengandung benih dirinya, Zen merasa Annet akan memberinya anak laki-laki, karena dari istrinya Zen memiliki dua anak perempuan walaupun itu alasan klise saja seorang perayu.
__ADS_1
Zen meninggalkan banyak uang di rekeningnya, sampai saat ini Annet tak tahu buat apa semua itu, karena kebahagiaan tak bisa di beli dengan semua uang di rekeningnya, termasuk kebahagiaan Ibunya yang telah kecewa dan terluka.
Teringat akan Richard Annet merasa harus berterimakasih, telah mengangkat dirinya dari jurang kehancuran seandainya Richard sama Benny tak meyakinkan polisi dengan pernyataannya, mungkin Annet masih mendekam di kantor polisi, dan memberikan lagi tohokan tajam pada Ibunya.
Akan parah terluka dan kecewa Ibunya, kalau tahu dirinya terlibat dan di hukum dengan Zen selingkuhannya.
Annet mengerti Richard sudah menikah dan berkeluarga, dirinya juga dalam keadaan hamil, tak ingin rasanya Annet bertemu lagi, tapi bila suatu saat bertemu secara tak sengaja mungkin akan terucap terimakasih itu.
Lamunan Annet melayang tak bertepi dan tak berarah, hinggap di sana sini, kenapa? mengapa? dan seandainya menjadi satu pertanyaan dalam hatinya, kenapa jadi kacau begini? mengapa Zen harus ketangkap? dan seandainya aku tak hamil mungkin lagi merencanakan pernikahan dengan kekasihnya Jefry, Jefry akan pulang dengan kerinduan yang menggunung dan segera akan meresmikan hubungan mereka, tapi kini Annet sudah berbadan dua apa Jefry sudi menerimanya? atas nama cinta mungkin bisa, tapi ada benih orang lain di rahim pacarnya mungkinkah?
'Jefry maafkan aku, aku telah berkhianat.'
Annet tertidur dalam lelahnya.
__ADS_1