
Setelah Adiknya tidur Jody mencolek Istrinya dan memberi kode sambil turun pindah ke sebelah Loka dengan perlahan tapi suara ranjang yang bergoyang dengan gerakannya tetap saja riuh berdecit dan Jody masuk lagi ke dalam selimut. Adik Loka jadi tidurnya di pinggir bekas Jody mepet tembok.
"Maaf ya Mas Adikku menggangu saja," ucap Loka perlahan.
"Nggak apa-apa geser dikit nanti malah Aku yang jatuh!" bisik Jody sambil merapatkan tubuhnya ke tubuh Loka.
Loka bergeser kontan ranjang bergoyang dan berdecit riuh.
"Mas nanti dulu Aku usap-usap Adikku tunggu ya biar pulas tidurnya," ucap Loka pada suaminya.
"Kamu usap-usap bagian mananya?" tanya Jody menggoda istrinya maksudnya.
"Memang Mas pikir bagian mananya? Adikku sukanya diusap punggungnya," jawab Loka sambil berbisik takut Adiknya bangun lagi.
"Aku pikir biasa Kamu usap-usap Aku di bagian kesukaanmu," bisik Jody di telinga Loka.
"Ah Mas Jody bisa aja! Sempit Mas jadinya kalau bertiga. Lagian Adikku tidurnya begitu habisin tempat," keluh Loka karena gerakannya tidak leluasa.
"Enakan sempit jadi Kita dempet terus!" tawa Jody sedikit di tahan sambil tangannya mulai piknik menyasar semua sudut tubuh istrinya.
Mereka jadi bisik-bisik berdua dalam remang, Jody merasa lucu seperti mendapat tantangan baru tapi dirinya harus bisa menaklukannya.
"Sudah pulas tidurnya, Kita mulai lagi ya?"
Loka mengangguk sambil melirik Adik bungsu di sampingnya.
Jody mulai melancarkan jurusnya siap dengan kegagahannya menguji semangat laki-lakinya, sering joging dan olahraga akhir-akhir ini juga menggenjot kembali nge-gym nya membuat staminanya selalu on.
"Berisik banget ranjangnya!" ucap Jody sambil ngos-ngosan.
__ADS_1
"I-iya ya?" jawab Loka dengan terbata.
Tapi Jody tak perduli, dengan gerakan kesukaannya terus saja mendaki menuju puncak.
"Ssst ...Mas pelan pelan! nanti Dedeknya bangun! akh ... shhh.."
"Nggak bisa pelan Aku lagi semangat banget! Kamu yang mendesahnya jangan kenceng kenceng."
"Kak Lokaaaaa ... gempa Kak! Dedek takut..." Adik Loka bangun duduk sambil nangis memeluk sebelah lengan Loka Jody kaget langsung turun dan panik ke sebelah yang kosong ranjang terus bergoyang bergoyang Adik Loka terus nangis dan Jody kehabisan tempat tidur di samping loka sebelahnya akhirnya jatuh ke lantai.
Loka kaget sambil bangun menutupi dadanya dengan selimut melihat suaminya jatuh terjengkang dengan posisi terlentang salah satu bagian badannya pasti kepentok .
Jody meringis sambil duduk.
"Ya ampun Mas? nggak kenapa kenapa?"
Loka buru buru memakai pakaiannya dan sekali pakai blus masuk di tubuhnya.
"Adek diam dulu. Kak Jody jatuh gempanya udah ilang nanti Kakak usap usap lagi ya!" Adiknya Loka mengangguk sambil memeluk guling kesayangannya.
Loka turun memegang tangan Jody.
"Mas, apa yang sakit?"
"Semua kepalaku kepentok tembok sama sebelah tanganku," Loka langsung meraba raba kepala Jody dan mengusap usap tangannya.
"Aku tidur di bawah saja ada tilam nggak?" Jody menatap Loka kelihatan putus asa.
"Ah, Mas Aku jadi nggak enak masa Mas tidur di bawah juga sempit sudah diatas aja lagi gimana kalau Kita tidurnya rubah posisi ke arah lebar tempat tidur jangan ke panjangnya?" ucap Loka sambil membimbing suaminya berdiri dan duduk di bibir tempat tidur.
__ADS_1
"Boleh tuh idenya jadi agak lebaran ya?"
"Iya, nanti Aku posisikan dulu Adikku di sisi sana," ucap Loka sambil memangku dan menggeser Adiknya pada posisi yang diinginkannya lumayan ada ruang dan agak luasan sedikit walau kaki mereka harus di tekuk karena bagian kaki nggak kebagian tempat tidur.
Loka diam Jody juga diam hati mereka merasa capek tapi akhirnya mencoba lagi ketiga kalinya dan kini Loka yang ambil peranan Jody hanya mendesah di bawah sambil merem melek menanti puncak penyelesaian.
Tok tok tok ...
"Neng, itu Dedek sini Ibu ambil saja takut bikin sempit tempat tidurnya kasihan suamimu kunci saja nanti dari dalam...."
"I-iya Bu, sebentar Loka pakai baju dulu!"
Jody menepuk jidatnya saat Loka memberhentikan permainannya dengan tiba-tiba dan menjawab mau pakai baju dulu.
Setelah Ibunya membopong Si Bungsu di pindahkan lagi Loka mengunci pintu dan menggoyangkan tubuh Jody yang sudah mau tidur.
"Mas jadi nggak?" ucap Loka sambil meraba-raba tubuh Jody.
Jody hanya diam saja dan Loka tetap meraba ke bagian lainnya.
"Ih, Mas kok jadi lembek?"
"Pagi aja teruskan Aku capek dan ngantuk!"
"Ah Mas! kan Aku pengen hamil!"
********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1