Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Apa yang di sembunyikan dariku?


__ADS_3

Ameera kembali menyusuri lorong antara kiri kanan gantungan hanger pajangan pakaian dan melintasi beberapa model pakaian yang baru di bagian muslimah. Ada beberapa pakaian yang begitu menarik hatinya lalu diambil dan di dekap di dadanya sambil mematut dirinya di depan cermin yang terpampang di pilar tengah bangunan.


Ameera pengen tahu apa pendapat Richard tentang pakaian yang di sukanya.


Baru pertama kali mereka pergi belanja pakaian bareng, Ameera senyum-senyum sendiri, pasti Richard menyukainya pakaian yang dirinya pilih, Richard pernah menyarankan dan ingin melihat dirinya mengenakan pakaian tidur suatu saat nanti, dan mengirimkan gambarnya yang membuat Ameera merasa kedinginan melihatnya, tapi begitu senang melihat model dan warnanya.


Ameera balik lagi ke bagian pakaian pria, celingukan mencari Richard, jinjit sedikit terlihat ada kamar pas yang lagi di masukin orang diantara sekian orang di dalam bangunan butik itu.


Ameera berjalan menuju ke kamar pas itu yang hanya ditutupi oleh pintu sepertiga badan ke atas.


Ameera melihat sepatu Richard yang dipakai dan kakinya ada di dalam, tetapi ada satu pasang kaki wanita yang juga ada di dalam terdengar mereka sedang berbicara.


Ameera mengerutkan keningnya, 'Richard bicara sama siapa di dalam? siapa perempuan itu?"


Ameera berusaha mendengar percakapan mereka yang sebagian tak begitu jelas.


"Richard akhirnya kita bertemu berdua di sini, aku kangen kamu Rich, aku hanya mau bertanya satu hal sama kamu, kenapa kamu asing kan aku begitu jauh?"


"Annet, itu yang terbaik buatmu juga buatku, aku masih ada kebijakan bisa titipkan kamu sama Benny, jangan pernah temui aku di manapun seperti ini lagi, kecuali kamu sudah tak mau bergabung dengan The Rich Hotel silahkan hengkang, sekarang silahkan keluar!" suara Richard kedengaran begitu ketus.


"Tapi apa salahku Rich?"


"Kamu tidak salah apapun, cuma karena kita pernah dekat. Aku sudah katakan jangan main hati denganku, juga jangan muncul lagi di hadapanku silahkan keluar!"


"Rich!"


"Sekali lagi aku katakan silahkan keluar."


"Baiklah Richard, tapi suatu saat kamu pasti butuh informasi dan kamu akan mencari aku!"

__ADS_1


"Sekali lagi, aku katakan silahkan keluar! jangan sampai aku mengulang ketiga kalinya! aku tak perduli semua ancaman mu itu!" Richard bicara sambil mengatupkan rahangnya.


Annet tanpa basa-basi lagi keluar, dengan penuh rasa kesal berjalan dengan langkah panjang belok ke kiri bruk! beradu dengan Ameera. Ameera terpental dan Annet jatuh dengan dengkul dan badan tersungkur.


"Astaghfirullahaladzim, Ya Allah!" Ameera begitu kaget.


"Kamu lagi, kamu lagi!" Annet begitu kesal sama Ameera, karena sudah dua kali mereka tabrakan.


Richard keluar kamar pas begitu kaget melihat Ameera ada di


situ sedang mengusap tangannya yang jatuh tersungkur di tabrak Annet.


"Ameera sayang! kenapa?" ucap Richard begitu melihat Ameera masih terduduk dan tak jauh Annet sama masih dalam posisi setengah telungkup.


Sekilat Annet memandang Ameera dan Richard saling bergantian, mengartikan kata-kata Richard yang barusan di ucapkan nya.


Annet terhenyak melihat Richard menolong Ameera dan merengkuhnya, Ameera tak berkata apapun begitu juga Richard mereka berlalu tak sedikitpun menoleh pada Annet yang kebingungan melihat drama atau kenyataan yang ada di hadapannya.


Ameera diam entah darimana dirinya harus mulai bertanya, juga apa baik buruknya dirinya bertanya, tapi siapa perempuan tadi kenapa seperti mengancam Richard?


Ameera berjalan menuju pintu keluar Richard bingung dan menarik tangan Ameera.


"Sayang mau kemana? apa kamu sudah bertemu pemilik atau pengelola butik ini?" tanya Richard sambil memandang riak wajah datar Ameera.


"Aku nggak jadi pesan dan lihat-lihat hari ini, mau pulang saja!"


"Ameera kenapa?"


"Aku mau pulang."

__ADS_1


"Iya, tapi kenapa?"


"Apa pantas dan layak aku tanyakan semua pembicaraan kalian di dalam kamar pas tadi?"


"Ameera! itu hanya penyanyi di salah satu klab malam ku."


Ameera bangkit dan berjalan ke arah pintu keluar, tak menggubris Richard yang mengejar, menarik pergelangan tangannya dan menghalangi langkahnya.


"Oke, baiklah kita pulang sekarang, kamu boleh marah tapi tahan dulu setelah kita sampai ya, karena banyak orang yang akan jadi menonton kalau kita bertengkar di sini!"


"Aku mau pulang sendiri!"


"Ameera, kamu perginya sama aku jadi pulang juga samaku! aku nggak suka di bantah ayo kita ke mobil! tolong jangan membuat aku tak sabar."


Ameera menatap Richard terasa ada yang di sembunyikan Richard di hadapannya.


******


Sambil menunggu up MASA LALU SANG PRESDIR baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun, juga beri hadiah ya🙏



Judul : Halaman Terakhir Kisah Shabira


Napen : Smiling27


Setelah menyelesaikan halaman terakhir novelnya, Livia langsung mendapatkan banyak sekali hujatan dari para pembacanya. Hujatan itu mengakibatkan dirinya terseret masuk ke dalam dunia novelnya sendiri. Beberapa waktu kemudian, Livia tersadar kini sudah masuk ke dalam raga Shabira Lawrence, tokoh utama yang telah ia buat menderita selama hidupnya.


Tantangan demi tantangan akan Livia hadapi kedepannya, jika tetap ingin melanjutkan kehidupan Shabira yang seharusnya mati di akhir ceritanya. Livia tahu betul bahwa semua orang selalu tidak berpihak pada Shabira, bahkan anggota keluarganya sendiri. Akankah Livia tetap melanjutkan hidupnya sebagai Shabira? Atau ia akan tetap mengakhiri halaman terakhir kisah Shabira dengan cara bunuh diri, sesuai alur cerita yang sudah ia tulis?

__ADS_1


Ayo ikuti kisahnya!


__ADS_2