Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Kunjungan Jody


__ADS_3

"Siapa Ben?"


"Pak Jody sama Istrinya."


"Oh, suruh masuk saja."


"Apa nggak di restoran atau di cafe Bos?"


"Nggak usah ke ruanganku saja Aku lama nggak bertemu mereka." jawab Richard di ujung telepon saat Benny mengabari ada tamu yang ternyata Jody teman lamanya juga istrinya.


Tak lama pintu terbuka muncul Jody dengan sapaan khasnya dan langsung memeluk Richard yang telah berdiri dan berjalan ke arah sofa dari meja kerjanya.


"Hai friend! waduh kelihatannya tetap segar sepertinya semakin cocok minum susunya? semakin flamboyan saja kelihatannya semakin tua semakin menarik dan energik," sapa Jody begitulah setiap mereka bertemu Jody selalu mengagumi tampilan Richard yang semakin necis dan perlente juga kelihatan mukanya selalu gembira apalagi sehabis menikah senang melihatnya juga.


"Jelas dong ASI memang luar biasa efeknya, duduk gimana Kabarnya? hai Loka apa kabarnya?" sapa Richard begitu humble pada sahabatnya Jody sejak dulu yang kini sudah punya istri lagi.


Loka bersalaman sama Richard sepertinya sudah begitu dewasa dan tidak malu-malu lagi. Loka tersenyum dan duduk di samping Jody suaminya sambil bilang baik baik aja.


"Ada angin apa kalian tiba-tiba main ke sini apa ada yang kasih tahu kalau Istriku Ameera sudah lahiran?" tanya Richard sambil memandang Loka yang masih saja langsing belum ada tanda tanda berbadan dua.


"Oh ya? Aku baru tahu sekarang kalau istri Bos Sudah lahiran selamat sobat cantik apa ganteng Putranya itu?" Jody menyodorkan kembali tangannya memberi ucapan selamat kepada Richard.


"Ganteng dong kayak Papanya, baru seminggu lah kurang. Aku juga hari ini baru masuk kerja seneng Banget Jod punya Anak kayak punya apa ya?" ucap Richard tak bisa menggambarkan bagaimana bahagianya senang luar biasa. Saat seorang Anak generasi baru lahir dari rahim istrinya penerus keturunannya Richard tak bisa menggambarkan kebahagiaannya sendiri yang melebihi apapun.


"Syukurlah jadi Kita bisa sekalian menengok Bu Ameera sama Bayinya Sayang." ucap Jody sambil tangannya menyentuh paha Loka yang duduk di sampingnya.


Loka hanya mengangguk dan tersenyum, membayangkan bagaimana bahagianya bisa memiliki Anak buah cinta dengan suaminya.

__ADS_1


"Nih Loka baru mau minta resep biar cepet hamil sama Bu Ameera katanya, eh malah Bu Ameera baru lahiran kebetulan juga gimana normal apa SC?" tanya Jody pada Richard.


"Alhamdulillah normal lancar banget pokoknya, Ameera tidak cengeng begitu kuat dan tabah selama proses dari awal sampai lahir masih suka rewel dan protes saat Aku minta jatah malam beberapa kali hahaha..." ucap Richard selalu menyelipkan obrolan dewasa di sela sela obrolannya sama Jody yang sama sama suka mengeksplor pembicaraan dewasa.


"Bukan rewel itu mah Bos namanya tapi manja pengen di nambah tapi cewek biasa jaga gengsi!" ucap Jody diakhiri terkekeh berdua. Loka mencubit pinggang Jody sambil tersenyum juga.


"Hahaha... gitu ya?"


"Iya lah, jadi Bos sekarang mulai puasa dong nggak nge-gym siang malam dan istirahat mendaki cukup lama kelihatannya," ucap Jody sambil nyengir.


Loka permisi keluar karena ada Hanna kenalannya melintas yang dulu sempat akrab saat Loka masih kerja di klab malam hotel The Rich.


Jody mengangguk dan membiarkan Loka keluar ruangan Richard.


"Jody Aku mau tanya mumpung istrimu keluar benar itu sampai berpuluh puluh hari? gimana Aku kuat nggak dan pasti tersiksa banget jadinya?" tanya Richard dengan suara pelan.


"Hahahaha... ciuman pelukan kan masih bisa Bos? tinggal ke kamar mandi lepasin semuanya paling jadi kecoa itu! ejek Jody merasa begitu berpengalaman.


"Memang seperti itu Bos masih mending istrinya lahir dengan normal itu bisa lebih cepat penyembuhannya dan bisa di pakai lagi coba kalau operasi waduh lebih lama lagi bisa karatan Kita dan garing menunggu," ucap Jody lagi.


"Seminggu juga rasanya lama menunggu apalagi berpuluh puluh hari?" keluh Richard membayangkan lamanya waktu menunggu Ameera sehat dan siap lagi.


"Tapi sabar Bos nanti juga saatnya bisa dan lampu hijau menyala kayak perawan lagi rasanya! rasain pokoknya akan lebih mengigit lagi itulah buah kesabaran," ucap Jody membuat Richard melotot.


"Ah masa iya Jody?"


"Bos nggak percaya tapi Aku mengalaminya sendiri pokoknya kayak bulan madu ke dua rasanya," ucap Jody dengan seriusnya.

__ADS_1


"Waw begitu ingin Aku merasakannya Jody. Gimana istrimu belum kelihatan isi apa di bentengi biar Kamu bebas memicu senjata tiap malam?" tanya Richard masih dengan senyumnya.


"Justru itu Bos, entah kenapa akhir-akhir ini stamina Aku begitu turun kalau bisa di bilang lagi nge drop tiap malam hanya satu kali dan siangnya satu kali main saja itu juga masih untung kalau nggak kecapekan banget di tempat kerja sedang istriku Loka jadi pintar banget dan sangat menuntut masih kuat tiga ronde lebih malah dia seperti kuda binal Bos kalau lagi main Aku jadi kewalahan melayaninya alasan mau hamil dan punya Anak katanya, apa Aku kurang nge-gym atau kecapekan kerja ya?" jujur Jody menyampaikan keluhannya.


"Hahaha ... masa jagoan jadi melempem begini kasihan amat Kamu!" ledek Richard pada Jody


"Serius Bos apa Aku sudah tua ya?"


"Kita seangkatan tapi Aku masih strong dan begitu prima Jody kalau soal main, sama Istriku juga kelihatan jadi doyan main juga jadi klop lah akhirnya dimanapun jadi Kita tuntaskan dan Richie Isaak hasilnya lahir bukti cinta kasih Kami." Richard bicara dengan muka sumringah terbayang saat dirinya tenggelam dalam dada mekar istrinya sedikit merasakan cairan murni yang sebenarnya jatah putranya tapi dengan ikhlas istrinya berbagi dengan Dirinya.


"Kadang Aku suka kasihan sama Loka saat Dia belum puas main Aku sudah tepar duluan."


"Wah wah wah... serius masalahmu itu Jod rupanya harus keluar sekali-kali menikmati suasana yang berbeda menginap di hotelku atau ajak istrimu jangan hanya main di kamar yang itu itu aja coba bawa ke kantor main di sofa kantor atau di pantai atau juga di mana yang membuat Kamu merasa mood pokoknya ajak ke mana istrimu biar membangkitkan gairah lagi nonton atau sama sama nonton di laptop kan bisa? atau juga di rumah mertuamu yang merasa di ganggu adik-adiknya jadi Kamu merasa tertantang menaklukannya," ucap Richard kalau soal seni dalam bermain jangan di tanya lagi Richard pakarnya.


"Iya juga ya, mungkin Aku mengalami kebosanan soal main, boleh di coba ide Bos itu hahahaha...."


"Cobalah mungkin ada manfaatnya kalau nggak samper Aku Kita nge-gym bareng lagi persiapan Aku untuk bulan madu kedua hahaha...."


Datang Hanna mengantar minuman sambil cemberut sudah biasa kalau Bos ketemu sahabatnya yang satu ini tertawanya sampai terdengar jauh ke luar ruangannya apalagi kalau di tambah suaminya yang juga sama sahabatnya tambah gila mereka bergosip soal yang tak jauh dari ************ dan bagian dada ke arah bawah topik pembicaraannya.


"Makasih Hanna, apa Benny sudah datang?"


"Lagi di jalan katanya barusan Aku telepon."


"Suruh masuk ruanganku kalau sudah datang biar Aku sama Jody kasih resep yang membuat Kamu tersenyum!" ucap Richard menggoda Hanna.


Jody tertawa duluan dan Hanna semakin cemberut langsung ke luar lagi.

__ADS_1


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2