
"Loka, ada apa sih sebenarnya? jelaskan padaku sebenarnya apa masalahmu?"
"Aku mengundurkan diri saja jadi pacar Mas Jody!"
"Lah, kenapa memang? belum juga kita pacaran beneran masih pacaran biasa, maksudku belum diketahui orangtua kita, kenapa mau mengundurkan diri? aturan darimana itu? jelas aku nggak mau dan nggak terima!"
Loka masih saja menangis, tak bisa berkata apa-apa, hatinya bimbang dan sangat ragu untuk maju.
"Ayo kita turun kita bicara di luar saja." Jody kelihatan mulai serius.
Jody keluar duluan sambil membuka pintu membantu Loka keluar dan membimbingnya duduk di Taman Perkebunan Teh.
Jody mengusap airmata Loka dengan lembut, lalu memegang kedua bahunya seakan ingin meyakinkan kalau semua baik-baik saja tidak seperti yang ada dalam bayangan dan pikiran Loka selama ini.
Keluarga Jody adalah keluarga demokratis, tak mungkin orang tuanya menolak siapapun yang akan menjadi teman hidupnya.
Apalagi tipe wanita seperti Loka yang pasti tidak banyak ulah dan memusingkan keluarganya. Loka yang dipilihnya punya banyak alasan kenapa Jody memilihnya pasti dengan pertimbangan, apalagi ini menyangkut ultimatum dari orang tuanya pasti Jody benar-benar mempertimbangkan siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya nanti, setelah kegagalan tiga kali Jody banyak mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah rumah tangganya.
"Loka, pandang aku! jawab pertanyaan ku, apa kamu mencintaiku?"
"Kenapa Mas Jody bertanya seperti itu bukankah selama ini kita sama-sama saling cinta?"
"Itu kamu tahu jawabannya kita ini saling cinta."
"Tapi ...." Loka tak sampai habis bicara, Jody tahu arahnya.
Jody memeluk Loka dengan sangat hati-hati, membiarkan gadisnya tenang di pelukannya.
"Kita saling cinta, aku akan melamar kamu jadi istriku, jangan pikirkan apa-apa, yang penting kita nanti jadi suami istri, kamu nggak usah kerja, dandan yang cantik di rumah tunggu suamimu pulang kerja, dan peluk sebelum berangkat."
Loka hanya diam saja tak ada reaksi apapun.
__ADS_1
"Loka, aku begitu mencintai kamu, jadi tak ada alasan kita menunda lebih lama lagi, buang semua keraguan kita pastikan mencari bulan dan tanggal yang baik agar aku bisa datang pada orang tuamu dan kita bisa meresmikan hubungan kita."
Loka menatap wajah tampan Jody, hatinya masih ragu dengan keyakinan dirinya sendiri apakah semua ini adalah mimpi?
Loka yang hanya seorang penyanyi amatiran klab malam, di persunting seorang direktur yang sangat jauh segalanya dari kehidupannya. Inilah nasib apa memang takdirku?
"Mau pesta pernikahan seperti apa yang kamu cita-citakan? bilang padaku apapun yang kamu inginkan selagi aku mampu mampu aku akan berikan segalanya, aku hanya ingin kamu menjadi istriku, istri yang baik istri yang bisa mengingatkanku, istri yang bisa membimbingku, memenuhi hasrat ku sebagai laki-laki.
Aku sudah nggak sabar Loka, makanya aku bawa kamu dan aku perkenalkan pada keluargaku biar kamu tahu kehidupanku seperti apa, kesibukanku nanti seperti apa, aku tidak bermaksud pamer padamu. Jujur Loka hanya kamu perempuan yang merasa sedih saat aku menyatakan ingin melamarmu, karena semua perempuan yang aku kenal dan aku jadikan istri semua merasa gembira saat aku nyatakan ingin aku nikahin, tetapi hanya kamu yang malah menangis saat aku ajak serius."
Jody mencubit kedua pipi Loka degan gemes.
"Ayo senyum! aku akan membawamu pada kebahagiaan bukan membawa pada kesedihan."
Loka sedikit merasa lega dengan segala yang diucapkan Jody.
"Aku telah bawa kamu ke rumahku dan ke tempat kerja aku, sekarang giliran kamu yang bawa aku ke rumahmu menemui orang tuamu dan aku yang akan bicara memintamu untuk aku jadikan istri. kamu setuju sayang?"
"Loka, boleh aku minta sedikit bibirmu? sedikiiiiit aja, aku pengen banget mencicipinya. apa bibir kamu juga masih perawan?"
Jody menggoda Loka.
"Mas, ini ruangan terbuka."
Aku tahu, kalau kita berada di dalam kamar hotel atau di dalam kost-kostan kamu aku tidak minta izin, aku akan langsung saja menangkap kamu, makanya aku minta izin karena aku tahu ini ruangan terbuka dan aku juga mintanya nggak banyak sedikit aja, boleh nggak?"
Muka Loka jadi merah merona, sesuatu yang tidak pernah dirinya lakukan saat dekat dengan pria manapun dari zaman sekolahnya, segala sesuatu pacaran yang keluar dari kebiasaan Loka selalu menolaknya.
Sebelum menjawab muka Jodi sudah begitu dekat dengan wajahnya, dan sekilat bibirnya telah di sergapnya tanpa perlawanan. Loka hanya pasrah menikmati ciuman pertamanya.
Dadanya bergetar, hatinya menghangat dan mukanya terasa panas, darahnya berdesir hebat, serta kakinya mendadak lemas, keringat dingin membasahi tiap pori porinya.
__ADS_1
"Balas sayang jangan hanya diam, lakukan seperti aku."
"Aku nggak bisa Mas, gimana?"
"Loka sayang, ayo gigit pelan, hisap dengan perasaan, nanti kita jadi suami istri akan banyak lagi keanehan yang kamu temukan."
"Aku susah Mas Jody, dikira ciuman itu hanya cium pipi saja!"
"Ya ampuuuuun Loka, kamu ini aneh banget, banyak banget yang harus aku ajarkan sama kamu."
"Sudah ah Mas, aku nggak biasa beginian."
"Sebentar sayang satu kali lagi aku janji kita sudahi ya?"
Jody kembali menyentuh bibir mungil itu, dan memasukkan lidahnya ke mulut Loka, Loka merasa kaget luar biasa, lidah yang begitu panas dan liar bermain-main di dalam mulutnya, Loka tersedak dan menarik diri, lalu batuk-batuk.
*****
Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️
Blurb :
Apa jadinya seorang pria dengan julukan duda casanova terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mulet mampu menggetarkan hatinya yang membeku.
Tak lupa Rolando sang putra yang selama ini begitu merindukan kasih sayang tiba-tiba tersenyum ketika di dekat gadis tersebut.
Banyak misteri yang mulai terungkap tentang jadi diri dari gadis bar-bar yang berhasil menjerat seorang duda casanova.
Dapatkah duda casanova itu mampu menaklukkan gadi itu? Misteri apa yang disembunyikan olehnya?
__ADS_1
Ikuti kisah perjalanan mereka ....