Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Pesan sahabat


__ADS_3

"Ya sudah, yang penting semua sudah terlewati, seminggu lagi di tunggu ya di resepsi gue yang terpenting do'a dan dukungannya jangan lupa bawa yang kata lo bidadari itu." ucap Jody begitu semangat.


"Pasti bro, gue nggak antusias ke resepsi lo, tapi gue begitu pengen dengar cerita malam pertama duda tiga kali dapatin cewek ting-ting apa semuanya akan lancar?" kekeh Richard sambil melempar kertas yang di kepalkan.


"Haaaaaaaa ... apa anehnya?" sanggah Jody merasa dirinya biasa saja. Sama Jody juga terkekeh.


"Jelas lah akan ada perjuangan meyakinkan cewek lo kalau semua permainan lo tak akan menyakitinya."


"Itu sudah gue kuasai teknik dan teorinya tinggal praktek saja Bos, haaa ...."


"Lo bisa aja bro!"


"Yang terpenting jalannya harus licin dulu semua akan berjalan tanpa hambatan, nanti juga dia yang nagih duluan haaaa ...." Tawa Jody begitu nikmat bergema di ruangan Richard, di susul tawa Richard juga.


Di bayangan Jody Loka yang begitu belum pengalaman tapi lambat laun pasti akan menikmatinya, seperti saat ciuman pertama mereka yang begitu lucu, Loka tak merasakan apa-apa selain rasa hangat, tapi lama-lama panas dingin juga.


Jody senyum senyum sendiri, saat Loka merasa terangsang, dia berlari ke kamar mandi. Entah apa yang dilakukannya di kamar mandi.


"Lo lama banget ya nggak berendam dari bercerai itu bro?" Selidik Richard meneliti muka klimis sahabatnya.


"Lumayan rasanya sudah mau pecah saja, heeee ... malah waktu teman lo Janeeta kenalin Loka ke gue dikira Loka bisa ajak gue eksperimen tapi gue salah besar waktu itu, eh akhirnya gue jadi serius sama dia."

__ADS_1


"Gue sepertinya akan lulus kali ini Jody, semua lebah liar gue hindari jauh-jauh, Ameera memang punya daya tarik lain mungkin itu jodoh gue di kirim khusus buat sadarkan semua salah gue, tak sanggup rasanya gue kalau harus ada wanita lain." lirih kata-kata Richard.


"Kedengarannya adem banget Rich, jika Ameera sudah jadi pilihan lo dan dia ikhlas dengan segala masa lalu lo, jaga hubungan lo jangan sampai kayak gue banyak sesal paska cerai, gue begitu mudah mendapatkan tapi tak bisa menjaganya."


"Benar bro, seribu wanita kita cicipi tak akan ada kenyang dan tak ada kata puas, malah semakin keranjingan. Tapi mungkin kalau hubungan suami istri di lakukan dalam ketenangan pasti nikmatnya akan lain."


"Sangat benar semua itu Bos. Dan satu lagi, setiap kita lakukan selain kepuasan dari tiap kita lakukan dengan penuh cinta dan sayang bukan hanya nafsu, selalu ada harapan baru ada junior kita yang kita harapkan hadir dari hubungan itu."


"Gue yang tadinya nggak sedikitpun berpikir soal pernikahan, anak, sekarang jadi begitu ingin segera mewujudkan semua itu Jody, gue bibit unggul sepertinya Ameera juga begitu ayo kita pastikan siapa yang duluan jagoan nanti haaa ...."


"Sangat siap bos, sekalian saja lomba, makanya cepet sehat kita nge-gym biar kita bisa puasin istri kita, rata-rata cewek nuntut durasi lebih lama lho, nggak tahu, cewek susah panasnya kali! heee ...."


"Masuk!"


Benny masuk.


"Eh ada bos Jody di sini, apa khabar Bos?" sapa Benny menyalami Jody yang santai ngobrol di sofa tamu.


"Kabar baik Ben, apalagi Bos kamu nih kabarnya sangat baik pula, kamu jadi panitia pernikahannya juga nanti?"


"Dia juga sibuk habis nikah Jody, makanya nggak gue jadiin panitia kasihan lagi seru-serunya, tiap malam bertempur terus!" ucap Richard sedikit bercanda.

__ADS_1


"Oh alah, baru nikah? kok nggak kabarin dan undang aku Ben?"


"Waduh, maaf Bos nikahnya diam-diam habis sudah nggak tahan takut bablas, nanti jadi berabe. Bos Richard juga nggak di undang nggak ada undangan Bos yang penting halal saja dulu, heee ...."


"Bukanya kawin yang suka diam diam? kalau nikah biasanya rame Ben?" tanya Jody penasaran.


"Begitulah Bos, kami pilih cara lain yang terpenting bisa tidur tenang itu saja, haaaa ...."


"Benny malam pertamanya ekstrim Bro, dia kurang pemanasan dan persiapan, dia hantam beberapa babak paginya dia nggak kuat bangun KO sendiri, haaa ...."


Tawa bertiga begitu bergema di ruangan Richard, semua satu frekuensi kalau soal obrolan yang satu ini.


******


Sambil menunggu up MASA LALU SANG PRESDIR baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun, juga beri hadiah ya🙏



Blurb :


Zero nama yang diberikan oleh Mak Salmah, wanita yang menemukan bayi merah diantara onggokan sampah. Dia dibesarkan, di perkampungan kumuh, tempat para pemulung tinggal. Tubuhnya yang bulat pendek, karena pertumbuhan yang tidak sempurna membuat dirinya dipanggil si kerdil oleh teman-temannya. Seiring berjalannya waktu, Zero tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat baik dan menjadi tulang punggung keluarga. Saat Zero sedang mengais sampah, dia menemukan sebuah ponsel jadul yang memberinya berbagai misi. Dari misi-misi itu Zero bisa menolong banyak orang dan akhirnya akan membuat Zero menjadi seorang yang kaya raya hingga bisa mengentaskan kemiskinan di sekitar tempat tinggalnya.

__ADS_1


__ADS_2