Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Jangan Rich


__ADS_3

"Rencana awal kan kita mau ke proyek, jadi kita ke sana saja dulu baru kita nanti mau ke mana lagi boleh asal jangan kesoren antar aku pulang."


"Siap, tenang saja nggak akan aku culik kamu!" Richard mulai menjalankan mobilnya.


"Memang kamu mau culik aku Rich?" Ameera melirik laki-laki yang selama ini tak bisa bikin harinya tenang.


"Pengen banget menyekap kamu di kamarku, tapi sayang banget kalau harus diculik, terlalu cantik dan pintar kamu, jadi akan menghebohkan seluruh wilayah pastinya."


"Jangan banyak memuji! nanti aku terbang."


"Biarin saja, aku akan menyusul mu kemanapun kamu terbang. Akan ku tangkap dan akan kupeluk tak kulepaskan lagi."


"Kamu sama saja ya ternyata Rich. Gombal juga."


"Gombal tapi ganteng nggak apa-apa kan?" jawab Richard terkekeh sendiri.


"Ih, baru aku ketemu cowok yang pede banget kayak kamu Rich."


" Haaaa ... Ameera, Ameera, kamu bilang pede sama aku, itu sama saja kamu artinya sayang banget seperti aku sama kamu, Aku memang tercipta untuk pede kalau nggak pede nggak mungkin bisa deketin kamu, menurutmu apa kira-kira pendapat bapakmu tentang hubungan kita ini?" Richard ganti yang melirik Ameera.


"Rich, jujur Bapak mendekatkan aku pada Pak Bagas, tapi aku bilang masih menikmati masa sendiri dan aku tidak akan dulu memikirkan seorang pendamping dan seorang laki-laki, tapi sekarang aku menyesali ucapan-ucapan itu, karena aku termakan ucapkan sendiri hatiku telah mencintaimu Rich, hatiku telah kamu curi Richard."


"Haaa ... kamu juga begitu pede dengan ucapan sendiri ternyata pada kenyataannya kamu tak bisa memegang ucapan kamu sendiri, di hadapan Bapakmu lagi."


"Makanya Rich, aku merasa malu sendiri dan aku telah melakukan kebohongan."


"Nggak apa-apa, cinta memang tak bisa di bohongi, karena kalau bohong semua akan menyiksa."


"Kita dah sampai, mau turun di mana nih?"


"Disini saja, aku suka danau karena hari panas kita di bawah pohon yang sejuk saja."


Richard turun duluan dan berlari kecil mengelilingi mobilnya membukakan pintu untuk Ameera ingin memegang tangannya, setidaknya itu adalah kebiasaannya karena itu yang bisa dirinya lakukan.


"Kamu sepertinya romantis banget Rich."


"Untuk kamu apapun aku lakukan Ameera."


"Rich? kenapa sih kamu jatuh cinta sama aku?"


"Kenapa kamu bicara seperti itu?"

__ADS_1


Richard merengkuh bahu Ameera, mereka berjalan bersisian.


Harum parfum Ameera begitu menggoda Richard, menyadari Ameera diam di pegang tangannya, di remas jari jemarinya, sekarang di rengkuh bahunya, Richard serasa diatas awan.


"Jangan tanyakan kenapa Ameera, aku juga tidak tahu. semua itu karena pesonamu, tapi bagiku bisa mencintaimu dengan perjuangan seperti ini adalah kebahagiaan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya."


"Aku tak bisa menolaknya Rich, berulangkali aku pikirkan semuanya, tapi hatiku tetap seperti itu kamu tetap begitu kuat ada bertahta di hatiku."


"Ameera, kata-kata mu membuat aku tak akan lupa, dan membuat aku melambung tunggi. Biarkan rasa itu berkembang di hati kita, hingga semua orang tahu dan seisi dunia menjadi saksinya."


Richard mau memeluk Ameera setelah mereka, sampai di bawah pohon-pohon yang rindang dan menjulang, tapi Ameera menolaknya.


"Jangan Rich, jangan memancingku. Aku juga manusia biasa, setidaknya jangan di tempat terbuka seperti ini kita ekspresikan rasa hati kita."


"Sekali saja aku izinkan memelukmu, sebagai tanda kita jadian."


"Rich, jangan kotori hubungan kita dengan hal lain seperti nafsu yang berlebihan, aku mencintaimu, aku jujur menginginkan itu, aku mau di sayang aku malah orangnya manja tapi aku mohon jangan!"


"Baiklah Ameera."


"Richard, banyak juga orang yang datang ke sini ya? padahal tempat ini lagi di benahi." Ameera bicara mengalihkan ke hal lain.


"Ini kan lokasinya di sini?"


"Iya Rich."


"Yang terbayang di otakku kamu bangun dengan lingerie merah hati setelah kita menikmati malam dengan indah, kamu buka jendela dan terbentang pemandangan yang begitu damai dan indah, suara alam yang bangunkan kita."


"Rich, jangan jauh-jauh dulu mikirnya nanti nyasar!"


"Ameera apa yang di pikirkan laki-laki sama perempuan itu beda, sembilan puluh persen yang ada di otak laki-laki ya bayangan seperti itu, memang asyik begitu menggairahkan tapi menyiksa."


"Berhentilah menyiksa diri."


"Nggak mungkin, setiap malam rasanya aku pengen lari menemui kamu, hanya sekedar ingin melihat wajah cantikmu dan senyummu Ameera!"


Ameera memerah mukanya, Richard menggandeng tangannya, Ameera membiarkan tangannya di pegang Richard dan rasa itu begitu kuat menjalari seluruh nadi-nadinya.


'Kenapa cinta ini begitu cepat datang? sebenarnya belum tepat waktu bagiku, aku belum begitu siap, tapi jerat hati seorang Rich begitu tak kuasa aku bendung'


'Adakah ini kesalahan apa anugrah seperti yang ada dalam do'a-do'a ku selama ini?'

__ADS_1


'Datangkan lah cinta yang sejati Ya Ilahi, gantilah rasa sakit ini dengan kebahagiaan'


"Ameera kenapa diam?" sapa Richard dalam diam.


'Aku menikmati kebersamaan ini Richard, merasakan aura cinta yang datang menyentuh hatiku, meresapi setiap getaran yang aku rasakan, begitu ingin aku tenggelam dalam pelukanmu, mengobati galau rasa jiwaku.'


"Aku mencintaimu Richard. Tapi. maaf beginilah caraku mencintaimu!"


"Nggak, apa-apa sayang, jangan jadi beban hatimu, aku mengerti kok, ayo kita pulang kita jadi seperti ABG pacaran di tempat terbuka seperti ini."


Kenapa selalu ada tuntutan dalam setiap pertemuan? mungkin itulah cara cinta menuntut pernyataan yang lebih terasa, Ameera begitu takut dengan semuanya. Dahaga cinta itu sendiri lambat laun akan meminta obat penawarnya.


Sampai kapan dirinya bisa menolak? sedang hatinya sama mendamba? Pesona Richard tak bisa di pungkiri merubah semua tatanan kehidupan dan hatinya.


Ameera teringat satu temannya dulu masa kuliah, mereka bicara tentang selera dan idola suami idaman suatu saat.


"Aku ingin menikah sama bule dengan postur tunggi gede biar punya keturunan sangat ideal di masa mendatang." ucap Ameera.


"Kamu emang seleranya lain Ameera, kamu terlalu banyak nonton film luar itu, otomatis merubah gaya hidup dan selera kamu!" jawab Zahra teman Ameera.


"Semua orang boleh mengkhayal masa depannya."


"Tapi yang real-real saja, biar semua bisa terealisasi."


"Semua bisa terealisasi Zahra, asal ada usaha dan jangan lupa do'a."


"Haaa ... kamu dari keluarga taat dan alim, aku tahu itu tak mudah semua itu, butuh perjuangan keras untuk memasukkan seorang bule ke keluargamu."


******


Baca juga Karya Enis Sudrajat lainnya :


❤️Meniti Pelangi


❤️Pesona Aryanti


❤️Biarkan Aku Memilih


❤️Masa Lalu Sang Presdir


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2