
Kesempurnaan berumah tangga mereka rasakan, tak ada yang melarang kapanpun mereka mau, dan mereka melakukannya dengan tanpa beban karena mereka halal, bahkan Ameera menjalani semua itu dengan niat ibadah selain memuaskan suaminya juga kesenangannya.
"Rasa-rasa sayang apa sakit nggak segini?" bisik Richard di telinga Ameera dengan nafas ngos-ngosan memburu dan begitu tersengal.
Ameera tersenyum, senyum bahagia yang sangat di sukai Richard, seperti saat ini sedang melakukan sesuatu kesenangan mereka saat pagi hari sebelum melakukan aktivitas lainnya harus diawali dengan main dulu, pelukan, belaian dan ciuman, juga terakhir perayaan kasih sayang suami istri yang selalu mengakhiri setiap kebersamaan siang dan malam mereka, Richard memang luar biasa doyan main, dan selalu menjelajah tanpa bosan tapi ternyata Ameera juga sama walau terlihat begitu kalem, alim dan sopan tapi kalau sudah mengeksplor hal yang satu ini berdua membuat Richard kewalahan juga.
Terbukti semua usaha siang malam yang menjadi kesenangan mereka telah membuahkan janin di perut Ameera.
Semua tak mengentikan kegiatan kesukaan mereka malah menambah sensasi yang berbeda bagi keduanya. Keduanya tak bisa tidur dengan nyenyak kalau belum bermesraan benar-benar menjadi belahan hati keduanya.
Richard tak bisa fokus pada apapun kalau belum memastikan Ameera baik-baik saja, misal ada di rumah orangtuanya atau di tempat usaha kelolaannya Agrowisata, atau juga di Villa mereka, Ricard harus memastikan atau menyuruh Benny kepercayaannya untuk melihatnya, apalagi Ameera kini sedang hamil mengandung buah cinta kasihnya.
Rasa sayang Richard pada Ameera dan sebaliknya semakin bertambah saja. Richard kini lebih senang berada di rumah tinggalnya atau menemani Ameera ke Agrowisata yang menjadi kegiatan sehari-harinya, yang ujung-ujungnya dekat, menyentuh, berciuman dan meminta yang satu itu.
Diakui Ameera kemampuan Richard memang jauh diatas rata-rata pada umumnya kegagahan laki-laki, jauh di banding dengan mantan suaminya Fathir dulu, mungkin Ameera tak merasakan kebahagiaan seperti sekarang bersama Richard karena suaminya dulu Fathir memang sudah membagi cinta sejak mereka menikah hanya saja Ameera terlalu polos untuk segera tahu skandal suaminya itu.
Kini kebahagiaan dalam rumah tangga dirasakan Ameera seutuhnya, hati, jiwa raganya, cinta kepercayaannya di persembahkan bagi sang flamboyan yang sangat di cintainya, begitu juga sebaliknya rasanya kini Richard tak kan bisa hidup tampa istrinya Ameera, kepuasan dalam melayani dan di layani menjadi satu nilai plus dalam satu hubungan, apalagi perekat rumah tangganya kini telah nyata ada buah hasil kerjanya tiap hari dan malam kehamilan yang sangat di nanti kehadirannya.
Satu kewajaran Richard menginginkan laki-laki sebagai pewaris dan penerus keturunannya, dan Ameera menginginkan perempuan cantik, mungil, lucu, yang selalu di dambakan walau dalam keluarganya belum ada laki-laki saudaranya hanya satu Adiknya Aliyah yang juga perempuan.
Sepakat keduanya tidak meng-USG karena akan menjadi kejutan bagi keduanya walau Ameera tetap menginginkannya.
"Pasti Anak Kita laki-laki Sayang karena Aku selalu ingin menengoknya setiap waktu," ucap Richard dia atas Ameera memacu perlahan kesenangannya.
__ADS_1
"Apapun juga harus di syukuri Sayang, jangan begitu deh, terlalu berharap nanti kecewa, toh perempuan juga Anak kesayangan kita nih hasil Papa sama Mamanya enak begini," sahut Ameera di sela-sela desahannya yang membuat Richard kecanduan, iramanya memang sudah terbentuk sejak mereka pertama mereka melakukannya di malam pertama dulu, suara, gerakan dan ******* juga ucapan sayang dan sanjungan menjadi perpaduan satu kenikmatan surga dunia yang tak tergantikan.
"Aku akan senang saja Sayang kalau Anak pertamaku laki-laki, ganteng, gagah seperti Papanya, nanti bisa menjaga adiknya yang empat lagi!" ucap Richard sambil mencium bibir Ameera dan lama mengulumnya.
"Ah, Mas! emang nggak sakit juga capek melahirkan terus? satu aja belum lahir nih," sahut Ameera melepaskan ciumannya.
"Tapi Aku akan mencetak terus seperti ini makhluk cantik dan ganteng di atasmu Sayang," Richard beralih ke dada Ameera yang tak bosan mencium, menyesap dan di mainkannya membelainya dengan hati-hati.
"Nanti kita USG ya!"
"Yah, nggak jadi deh kejutannya Sayang, apa perlu itu?" sahut Richard melepaskan kuncup kecoklatan dari mulutnya di dada Ameera.
"Hanya untuk beli keperluannya saja biar kita ada persiapan kalau sudah ketahuan kelaminnya Sayang," ucap Ameera meyakinkan. Sambil mengusap pipi Richard dengan kedua tangannya yang sudah kasar kalau di biarkan menjadi brewok yang pasti lebat.
"Mas Sayang, lama banget sih Aku pegel nih!" ucap Ameera sambil menghalangi perutnya dengan kedua tangannya.
"Oh, ganti posisi saja ya, menurut saran dokter gimana? soalnya Aku masih enak kalau pagi main begini Aku jadi semangat kerjanya nanti siang Sayang," bisik Richard. Padahal Ameera sudah mengganjal pinggang dan badannya dengan badan yang bertumpuk.
Ameera mengangguk dan mengganti posisinya, entah bagaimana posisinya yang pasti Richard kini yang mendesah, sampai akhirnya batas kemapuan mereka puncaknya telah tercapai.
Berdua terbaring saling berpelukan dan tangan Richard membelai perut Ameera. Tak ada kenikmatan selain telah saling memberi kepuasan pada pasangan.
Ameera mencium pipi Richard yang memejamkan matanya dalam keadaan telanjang masih mengatur nafasnya setelah melepaskan kenikmatan yang tiada tara, tapi di tutupi selimut.
__ADS_1
Richard menahan tangan Ameera yang menutupi dadanya selimut sambil tertawa membukanya perlahan.
"Mas, udah deh siang bangun yuk! Kita mandi dan hari ini Kita akan tahu apa ganteng atau cantik Anak kita ini?" ucap Ameera sambil tersenyum melihat Richard masih saja terlentang.
"Oke kita deal USG hari ini tapi sayang dulu burungku yang masih tegang ini dong..." sahut Richard tetap menahan tangan Ameera dan malah membimbingnya ke area itu.
"Ih, Mas jorok banget! sudah siram saja sambil mandi ayo!"
"Kan kamu Sayang yang merasakan nikmatnya tadi jadi harus bertanggung jawab kembalikan ke posisi semula!" ucap Richard sambil tertawa.
Akhirnya Ameera sedikit mengelusnya, sesuatu yang di maksud suaminya, walau geli tapi senang juga dengan ukuran diatas rata-rata dan jumbo menurut Ameera.
Richard bangun juga akhirnya dan masih saja lendotan dengan manja pada Ameera dan sesekali menggesekkan dagunya yang belum cukuran di pipi Ameera.
Ameera berjalan duluan ke kamar mandi, merasa senang mau USG karena Richard telah mengizinkannya.
Melihat jam dinding hampir jam 06, Maafkan Aku ya Allah karena selalu saja subuhku kesiangan. Dalam hati Ameera bergumam.
Setiap bangun tidur Ameera tak memikirkan apapun selain memburu waktu subuhnya yang selalu kesiangan dan terlambat, tapi mau diapakan lagi suaminya selalu menuntutnya dan menjadi kebiasaan.
Mandi, dan membersihkan diri lalu sholat, habis itu baru membereskan tempat tidur lalu jalan-jalan di sekitar hotelnya dan mencari sarapan pagi.
*******
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️