
"Richard, apa tak ada sedikit pertimbangan untuk memikirkannya lagi penasaranku tadi? aku mohon Rich!" Vanny tak malu mengemis cinta dari orang yang telah begitu memberi kepuasan saat mereka bermain di ranjang.
"Vanny, tak pantas kamu memohon padaku seperti itu, aku ini bukan orang baik seperti yang kamu harapkan, aku orang bebas, orang kotor penuh dengan kehinaan yang ingin berubah ke arah yang lebih baik lagi."
"Tapi Richard, mari kita sama-sama berubah denganku, aku punya banyak cinta untukmu, biarkan aku mencintaimu. Aku akan jadi milikmu sepenuhnya, dan kamu akan jadi milikku tanpa siapapun orang berani mengganggu kita." Vanny seperti kehabisan kata-kata dalam menyampaikan keinginannya.
"Itu yang aku tak bisa Vanny, aku tak pantas, tak layak buatmu, carilah yang lebih baik yang bisa buat satu komitmen masa depan denganmu, sekali lagi aku tidak bisa Vanny kalau harus jujur 'Aku mencintai seseorang' walau aku juga tidak tahu apa dia akan mencintaiku apa tidak."
Deg! satu tohokan yang begitu keras mengena di ulu hati Vanny, 'Richard mencintai seseorang? siapa dia? seperti apa orang yang bisa membuat Richard jatuh hati?''
Semua terasa sakit dan menimbulkan kepenasaran hati Vanny, terasa dirinya lebih segalanya dari perempuan perempuan di samping Richard, 'Apa kelebihan wanita yang di cintai Richard? apa pula kekurangan dirinya?'
Semua itu hanya jadi pertanyaan dalam hati Vanny.
"Rich! Aku kena ultimatum keluargaku, kalau aku harus mulai menata diri dan punya masa depan tidak hidup seperti ini, aku juga harus mulai berubah aku mendapatkan kecocokan denganmu, ayo hidup bareng sama aku Richard pasti kita bahagia!"
"Vanny, kecocokan kita itu hanya sementara, selagi kita sama-sama mendambakan kepuasan, bukan kecocokan dari dalam hati, carilah laki-laki yang cocok tapi bukan aku, kamu hanya terobsesi saja sama aku itu bukan cinta yang tulus, hanya keinginan sesaat saja."
"Jadi kamu menolak aku Rich?"
Vanny memeluk punggung Richard, dadanya yang menjadi kesukaan Richard dan selalu berlama-lama bermain di daerah situ, selalu dengan nikmatnya membenamkan wajahnya di situ, memainkan dan menghisapnya dengan gairah tinggi, Vanny menekan dadanya dalam pelukan, dengan dada belum terpasang pengaman, hanya terhalang tangtop tipis menggesek begitu terasa empuk hangat di punggung Richard.
Richard tak bergerak apalagi melakukan perlawanan, dirinya ingin tahu seberapa berat tantangan ini, dan Richard harus bisa melewatinya tanpa berbalik menyergap tubuh Vanny.
"Vanny maafkan aku." Richard masih dalam diamnya.
"Richard, aku terima alasamu kenapa kamu menolak aku, tapi beri aku saat ini satu permainan yang sangat memuaskan, seperti semangatnya kamu saat aku datang tadi, walau ini untuk yang terakhir kali, biar aku bisa mengingatnya."
Kebimbangan mulai mengurung Richard, dilema menguasainya. Antara kenikmatan sesaat yang akan di rasakannya dan rasa sesal juga rasa bersalah di hadapan Ameera yang jujur mulai Richard cintai.
__ADS_1
Vanny mulai duduk di samping Richard yang telanjang dada, tangannya merambah dengan lincahnya ke perut bagian bawah Richard, Vanny mulai mengusap sesuatu yang begitu tegang.
Richard menangkap tangan Vanny lalu menciumnya. Dengan tatapan tajam Richard meneliti setiap inchi wajah cantik janda bule Australia di hadapannya, seakan ingin menegaskan cukup sampai di sini. Kita akhiri semua hubungan tak biasa ini.
Tapi semua itu tak Richard ucapkan takut membuat hati Vanny tergores, walau bagaimanapun juga Vanny telah begitu baik, baik luar dalam juga baik dalam tanda kutip saling membutuhkan saling memberi dan saling mengisi dan memuaskan, teman kala bermain yang seimbang.
Vanny mengerti, arti dari semua yang Richard lakukan adalah sinyal sampai di sini hubungan terlarang mereka, Vanny bangkit memakai kembali pengaman dadanya, di hadapan Richard. Memakai tangtop nya, blazer juga celana slim fit nya yang tadi terlempar ke mana.
Richard tak melihat saat Vanny berdandan, Rich hanya memejamkan mata dan membuang pandangnya ke arah lain dengan menekan perasaannya sendiri.
"Oke Richard, tapi aku merasa heran dengan pilihanmu, kenapa bukan aku yang sudah sekian lama kita begitu cocok dalam berhubungan? aku jadi penasaran perempuan seperti apa yang menarik hatimu?"
"Maaf Vanny, mungkin benar kata pepatah kalau cinta itu adalah rahasia, terkadang kita sehari hari bersama, tapi tetap tak ada rasa sampai datang seseorang tanpa di perkirakan aku langsung jatuh hati dan ingin memperjuangkan rasa itu. Jangan tanyakan perempuan seperti apa yang aku cintai, hanya aku yang merasakannya."
"Apa yang harus aku lakukan Richard? di satu sisi aku begitu menginginkanmu, tapi semua tak sesuai harapan."
"Sepertinya kehidupanmu seperti teman dekatku Jody. Duda tiga kali sekarang mencari yang serius karena kalau tak berumahtangga dengan benar keluarganya akan mengabaikannya, nanti aku kenalin sama dia, sepertinya kalian cocok satu sama lain, Jody teman SMA ku, sudah main lobang sejak SMA, julukannya playboy gaek."
"Vanny! Aku tahu selera kamu seperti apa, mantan suami kamu bule Australia, terus yang kamu bilang cocok adalah aku, jadi aku punya pilihan tepat buat yang sama-sama penikmat dan pemuja kepuasan, sepertinya Jody sangat rekomendasi buat kamu!"
"Terimakasih tawarannya Rich, tapi aku pertimbangkan dan pikirkan, aku mau tahu dulu seperti apa orangnya juga perkiraan kemampuannya."
"Dia manajer dan calon direktur di perusahaan keluarganya, gila nge-gym seperti aku, jadi bisa kamu tebak kemampuannya."
"Kedengarannya asyik, tapi nanti dulu deh, aku beri kamu waktu berpikir Richard untuk mempertimbangkan semua yang aku sampaikan."
"Jangan memaksakan kehendak padaku Vanny, aku tidak suka di paksa, kalau maksa itu adalah pekerjaanku, jadi terbanglah mencari yang cocok buat masa depanmu."
"Apa pesan terakhirmu padaku Richard?"
__ADS_1
"Nggak ada, hanya berikan tubuhmu pada yang benar-benar kamu cintai, seperti aku yang mulai berpikir dan mencari di mana letaknya kebahagiaan itu."
"Oke, aku pulang kalau nggak ada yang bisa aku kerjakan lagi di sini, makasih untuk segalanya Rich kerjasama yang baik dalam bisnis yang di bumbui hubungan panas di atas ranjang, kamu memang yang terbaik Rich, semoga pencarian mu sukses."
"Sukses juga buatmu Vanny."
Vanny mencium pipi Richard yang termangu di tempatnya duduk, tak ada reaksi apa-apa selain memandang punggung Vanny yang berlalu.
Kesepian kembali menyergap Richard, hatinya hampa, tubuhnya terasa lunglai dan capai luar biasa.
Wajah Ameera membayang di hadapannya, seperti mentertawakan dirinya, Richard mengusap mukanya menghilangkan kegalauan hatinya.
Rasa lapar begitu perih di perutnya, seperti sesal yang terasa bergelayut di dalam dadanya.
'Ameera maafkan aku, apa pantas diriku sekedar berharap perhatianmu, kenapa aku mengkondisikan agar kamu betah di dekatku saja nggak bisa?'
Richard masuk kamar mandi dan membersihkan diri yang terasa begitu kotor.
*****
Baca juga Karya Enis Sudrajat lainnya :
❤️Meniti Pelangi
❤️Pesona Aryanti
❤️Biarkan Aku Memilih
❤️Masa Lalu Sang Presdir
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏