Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Mantan teman


__ADS_3

"Siapa wanita tadi?"


"Mantan teman gue."


"Emang teman ada mantannya? aku baru dengar tuh ada mantan teman, ada juga mantan pacar mantan istri, bukan mantan teman." cibir Andrea dengan muka masam memperlihatkan ketidaksukaannya pada Annet yang barusan nengok Kakaknya.


"Lha itu buktinya ada."


"Pasti teman luar dalam!"


"Lho kok lo yang jadi sewot sih? kan itu sudah jadi mantan, apapun ceritanya hanya gue sama dia yang tahu dan punya ceritanya."


"Akan berapa banyak lagi mantan teman Kakak yang akan datang menengok sekedar setor muka kangen dan memperlihatkan muka palsu mereka?"


"Andrea, tolong jangan bicara begitu dan jangan hukum aku seperti Mama saja, aku kini sudah berubah. itu semua urusanku."

__ADS_1


"Tapi aku begitu khawatir Kak, sekarang saja Kakak belum berumah tangga kalau nanti kakak sudah menikah, dan berumah tangga bagaimana di hadapan Kak Ameera akan seperti apa perasaan dia? saat kejadian seperti barusan itu akan terulang."


"Gue bisa mengatasinya, itu bagian dari konsekuensi dan risiko yang harus gue tanggung. Gue pikir Ameera akan lebih bijaksana menerimanya dan Ameera bisa menerima bagian masa lalu gue apapun dan bagaimanapun, dan sekarang Ameera telah meyakini kalau gue kini telah berubah itu saja cukup bagi gue. Kalau tidak memahami tak mungkin Ameera akan mencintai gue."


"Semoga saja Kak, aku begitu kagum sama kak Ameera mungkin cintanya begitu tulus buat Kakak tetapi aku merasa khawatir takut Kakak nggak bisa memegang dan menjaga cinta Kak Ameera itu sendiri. Apakah Kak Richard sudah jujur semuanya?"


"Gue sudah berubah Andrea! tak semuanya harus jujur, ada hal yang tak bisa kita buka dan kita cerita blak-blakan pada orang yang kita cinta, walau pada belahan hati orang yang kita sayangi, kalau itu akan membuat tidak nyaman dan memicu pertengkaran. Artinya tak semua kejujuran itu langkah terbaik menurut gue."


"Berubahnya itu bukan di omongan Kak, tapi di buktikan, dan aku belum bisa melihat nyata perubahan yang Kakak sebut itu."


"Apa Kakak akan bisa melewati waktu itu?" cecar Andrea.


"Orang berubah baik tidak bisa sekaligus Andrea, begitu juga gue. Seperti keikhlasan dalam diri kita perlu ikhlas, dan ikhlas itu harus di mulai dari hal kecil dan bertahap, semua perlu waktu dan kesabaran juga semua harus di latih, contohnya saja lo mau berbuat baik sedekah pada orang minta minta, di dompet lo ada uang seratus ribu sama lima ribu, karena lo belum punya penghasilan, pasti lo kasih yang lima ribunya. Lain lagi sama gue karena gue duitnya banyak mau kasih berapapun gue mampu karena gue sudah berproses dan latihan sampai menjadi seperti sekarang ini. Begitu juga dengan masalah gue. Yang artinya begini masalah yang gue hadapi terlalu besar untuk dihadapi seorang yang cengeng jadi gue sudah siap dengan konsekuensinya. Ameera menolak itu adalah resiko gue, Ameera marah itu juga sesuatu yang harus gue hadapi dan cari solusinya nanti, karena gue tidak bisa menghilangkan masa lalu yang telah melekat di diri gue." Richard begitu serius bicara pada Andrea adiknya.


"Aku sudah jatuh cinta sama Kak Ameera, mungkin begitu juga sama Mama dan Papa dia begitu baik, sopan dan pembawaannya begitu lembut apalagi penampilannya membuat semua orang jatuh hati dan simpatik, pantas saja kalau Kak Richard begitu jatuh hati sama Kak Ameera."

__ADS_1


"Ameera sanggup membuat hati gue begitu takluk, sanggup merubah kebiasaan gue, merubah prinsip gue, sehingga hidup gue terasa begitu berwarna dan gue seperti di tuntun ke arah masa depan yang lebih baik."


"Aku selalu mendengar apa yang kakak katakan pada Mama kalau lagi di nasehatin dan di ingatkan akan usia, Aku selalu sedih Kak, kapan Kak Richard akan mulai menata masa depan dan keluar dari dunianya?


******


Sambil menunggu up Masa Lalu Sang Presdir baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun juga beri hadiah ya🙏



Blurb :


Ketika harga diri seorang wanita tidak lebih dari selembar materai, mampukah ia bertahan di dalam keluarga yang kaya raya dan terpandang.


Hidup di dalam garis kemiskinan membuat Virgo harus digadaikan demi membayar hutang kedua orang tuanya. Bertemu dengan Dylan seorang pemuda yang terkenal dingin dan ringan tangan membuatnya berjuang ekstra demi bisa bertahan hidup.

__ADS_1


__ADS_2