
"Papa Sayang kenapa jadi malas lagi pergi ke kantornya?" sapa Ameera saat Richard tak bangun pagi itu. Ameera tersenyum melihatnya.
"Semua sudah berjalan lancar Sayang nggak ada pekerjaan yang urgent kalau sudah anteng Aku tak perlu ke kantor kalau ada perlu Benny pasti telepon. Aku kurang enak badan," jawab Richard masih saja dengan selimutnya.
Ameera tersenyum biasanya Richard hanya akal-akalan saja Ameera tahu percis apa yang diinginkan suaminya.
Lebih dari 20 hari mereka tidak tidur bareng tapi kemesraan selalu mereka jaga, Ameera tahu cara menyenangkan suaminya dan Richard juga kelihatan enjoy saja tak terlalu menuntut, tiap malam kelonan dan bercanda pelukan dan ciuman saling berpagutan karena selalu kata Ameera pernyataan cinta tak selalu harus di akhiri dengan *** dan hubungan suami istri, kebersamaan, tatapan, tutur kata lembut, belaian dan peluk cium adalah ungkapan cinta kasih juga walau kepuasan tetap menuntut satu hal itu tapi kalau ada hambatan yang mengharuskan bersabar ya sabarlah.
"Kalau Mama peluk dulu mau nggak pergi ke kantor?" tanya Ameera sambil berusaha menarik selimut yang menutupi badan kecuali muka Richard.
"Enggak!"
"Kalau Mama cium gimana masih nggak mau?" tanya Ameera lagi, Semata-mata hanya ingin menggoda suaminya.
"Mama Sayang Aku nggak enak badan serius dan ingin istirahat." Richard bicara seolah meyakinkan Ameera dan berusaha juga bicara dengan serius tapi semua ditanggapi Ameera seperti bercanda apa yang dirinya sampaikan hanya nge-prank saja.
Biasa seperti itu, tapi kali ini Richard begitu kacau kalau tak ke kantor malah akan menimbulkan kecurigaan Ameera. Sambil berpikir Richard mending masih di tempat tidur sambil menunggu belaian istri tercinta.
"Oh, jadi Papa beneran sakit? sakit apa? coba Mama periksa kepalanya atau perutnya?" tanya Ameera sambil meraba kening juga perut kotak-kotak berbulu Richard yang tetap berselimut hanya mengenakan kaos singlet saja.
"Sakit di bawah perut!" ucap Richard sambil tetap pada posisinya.
"Tuh kan pasti hanya nge-prank, Papa suka gitu deh ah," sahut Ameera sambil mau berdiri menjauh.
Richard tertawa sambil menarik Ameera dan memeluknya menghujani dengan ciuman.
"Ah, Paa! bau ih belum mandi!" teriak Ameera. Tapi Richard tak perduli.
__ADS_1
"Biasanya juga belum mandi pokonya tolong tenangkan burung kesayanganmu biar sabar!" ucap Richard sambil membimbing tangan Ameera pada bawah perutnya.
"Nggak mau ih Pa geli banget!" Ameera berteriak kecil dan menarik tangannya
"Jangan bilang nggak mau dan jangan teriak dikira Aku lagi memaksa kamu Sayang," ucap Richard sambil tertawa.
Akhirnya Richard sama Ameera tertawa berdua sambil berpelukan dengan tangan Ameera entah di mana. Richard hanya merem melek karena burungnya di sayang-sayang.
"o eee... o eee ... o eee ..." suara tangis Richie bangun membuyarkan Richard sama Ameera yang lagi berpelukan.
Kontan keduanya terkejut dan bangun bersama.
"Richie emang nggak bisa lihat Papanya senang deh harusnya masih bobo Sayang kan ini masih pagi biar Papa dulu di sayang Mamamu," ucap Richard pada Richie kecil dan Richie malah tertawa merasa Papanya mengajaknya main saat Richard bangun menengoknya dan mengajak bicara.
Ameera membisikkan do'a bangun tidur pada telinga putranya dan Richard mendapat bagian pertama menggendongnya memeluk dan menciumnya tapi Richie kecil malah menangis karena lapar mungkin.
"Pap kenapa sih nggak mau ke kantor jangan begitu ah nggak baik ninggalin tanggung jawab pekerjaan yang seharusnya menjadi tugas Kita jangan membebankan terlalu berlebihan kepada orang lain kasihan Benny juga Hanna,"ucap Ameera berusaha mengingatkan suaminya.
Kedatangan Tante Diana merupakan suatu kesulitan tersendiri bagi Richard dan yang terpenting sulitnya menghindari obrolan ini dan itu dengan Tante Diana sedangkan Richard sudah merdeka kini tidak ingin kembali jauh ke belakang kembali ke masa lalunya.
"Papa maunya tidur sama Kamu Sayang," Richard memandang Ameera lagi menyusui Bayi Richie yang kelihatan sudah begutu rakus dan doyan banget menyusu setelah Richard menyerahkan kembali ke pelukan Ameera.
"Ish! seperti tidak mengerti saja Papa ini, sana pergi ke kantor kalau di rumah keingetan terus! jadi aku juga merasa bersalah lagian Aku mau mandiin Richie nunggu matahari biar nanti terus di jemur."
"Iya Papa ke kantor tapi cuma mau nge-gym persiapan saat Mama memberikan lampu hijau nanti jangan salah ya Mama juga harus olahraga biar bisa mengimbangi Papa nanti!" ucap Richard seperti mengancam.
Ameera hanya tersenyum diakui Dirinya juga memang merindukan semuanya, dan sudah kangen apalagi mendengar ancaman dari suaminya merinding juga kedengarannya. Apalagi kalau suaminya lagi rajin olahraga dirinya harus siapkan stamina juga.
__ADS_1
Pengalaman telah Ameera rasakan memang harus mempersiapkan diri seperti pada awal merwka menikah jangan sampai tak bisa melayani suaminya nanti setelah lama menunggu dan bersabar.
Masalahnya Richard berkantor dan bekerja seperti dari rumah sendiri begutu banyak waktu yang bisa merwka manfaatkan. Seperti diawal-awal pernikahannya sampai sekarang Richard hampir tiap siang pulang dan mencari Ameera kalau di rata-ratakan tiga kali satu hari satu malam Richard menuntut Ameera harus siap dengan waktunya malah sama kayak minum obat pagi siang dan malamnya.
"Tenang Papa Sayang, Mama tiap hari selalu olahraga emangnya mengurus Bayi tidak memerlukan energi? jangan salah lho lebih dari aerobik atau BL Mama 20 hari lebih sudah tutun 5 kg!" sahut Ameera bangga dengan berat badannya yang mulai menyusut.
"Gemuk dikit nggak apa-apa Sayang Aku tetap suka yang penting sehat." Richard memandang putranya yang dengan lahap menyedot ASI dari Mamanya.
"Papa bekas Dedek saja ya nanti," ucap Richard sambil mencolek pipi Bayi Richie.
"Papa jangan iri begutu dong ini kan Anak Kita, hak Anak sepenuhnya dan kewajiban seorang Ibu memberikan haknya pada Anaknya," ucap Ameera selalu bicara lembut.
Papa hanya bercanda Sayang, memiliki kalian adalah segalanya bagi Papa kini rasanya Papa tak bisa hidup tanpa kalian. Sehat selalu ya semuanya," jawab Richard sambil mengambil alih kembali Richie kecil ke dalam gendongannya.
"Pa, boleh Mama minta tolong sama Papa?"
"Tolong? maksudnya minta tolong apa?"
"Tengok dong Aliyah kali-kali, kan di sana bukan hanya aset Bapak tapi punya Kita juga, masa selama Aku melahirkan dan istirahat Kita belum pernah menengoknya sama sekali hanya mendengar laporan dari Aliyah yang mungkin direkap sama Pak Bagas karena Aku selalu keingetan terus Aliyah Pa."
"Ada apa dengan Aliyah?"
Aliyah selalu datang ke sini Aku sebenarnya ingin bertanya hal yang pribadi ada apa? Karena waktu itu saat mengontrol terakhir sebelum Kita menginap di vila Aku melihat kemurungan di wajah Aliyah."
Richard berpikir enak juga kalau siang di vila tidur sekedar menghindari Tante Diana pulangnya nge-gym dan pulang lagi ke sini.
"Baik Sayang, Papa mandi dulu sekarang nanti Papa tengok Agrowisata ya," ucap Richard sambil bangkit dan berjalan ke kamar mandi.
__ADS_1
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️