
'Apa Richard tahu kalau gue punya pacar? memang gue pertaruhkan kontrak itu, karena Jefry tak bisa di abaikan begitu saja, juga karena gue lihat dan rasakan Richard Si gila *** masih begitu belum bosan dengan gue.'
Ah! semua serba salah buat Annet, dalam hatinya ngedumel kenapa harus ada dua pilihan yang sangat sulit. Annet tak bisa memilih dalam waktu sekarang, Jefri yang datang jauh-jauh hanya untuk dirinya masa harus kecewa? Hati Annet berperang melawan dilema di hadapannya, antara kerjaan dan kontrak cuan yang tak bisa begitu saja ditinggalkan, karena sampai detik ini punya pekerjaan di dua tempat klub malam bukan sesuatu yang mudah. Juga sampai pada titik kontrak dengan seorang Bos Richard tidak semua orang bisa menembusnya.
Sekarang saja pundi-pundi tabungannya semakin membengkak saja semua itu tak bisa Annet abaikan, semua dijalani dengan pengorbanan luar dalam yang luar biasa, dari merem melek, sampai mandi keringat dan menyanyi sampai terkantuk-kantuk.
Kalau sampai mengecewakan Richard satu kerugian yang sangat besar bagi dirinya. Tapi di sisi lain Jefry juga jangan sampai kecewa. Kencan di sore kemarin cukup sebagai pembuka pertemuan dan pelepas rindu mereka.
Nggak Richard nggak Jefry sama gilanya, tak bisa di layani kala lapar dan waktu sebentar harus serba ekstra stamina dan fisik yang bugar kalau nggak mau KO duluan.
Sama-sama punya nilai plus keduanya Jefry adalah perasaanya, walaupun kehadiran dan perhatian Annet hanya nomor dua setelah Bos Richard.
Sampai saat ini Jefry tak tahu profesi yang dibungkus Aneet dengan kontrak menyanyi ada kontak lain yang lebih ekslusif dengan Bos Richard.
Juga Richard semoga tidak tahu kalau sebenarnya dirinya punya pacar, yang sekarang lagi pulang dari berlayar. Sebulan akan berada di sini menuntut kehadiran dan kebersamaan pada Annet.
Mau tidak mau Annet harus pintar membagi waktu memberi dan dalih yang baik juga alasan kepada kedua laki-laki yang memberikan perhatian khusus kepada dirinya.
Annet melihat Richard keluar kamar mandi sambil mengeringkan kepala dan badannya dengan handuk.
"Bos makan sekarang?"
"Aku merasa kurang nafsu untuk makan, entahlah selera makan ku lagi merasa terganggu."
"Tapi, selera yang lain nggak terganggu kan?"
"Kalau ada kamu di sini sepertinya nggak, tapi untuk strong pastinya harus makan juga, mari makan."
__ADS_1
Richard menarik meja troli makanan yang di persiapkan untuk dua orang. Mereka makan di taman teras menghadap kolam renang.
Annet memakai piyama mandinya duduk di samping Richard, seperti biasa tangannya di paha Richard yang penuh di tumbuhi dengan bulu-bulu halus dan badannya yang masih telanjang belum berpakaian lengkap.
"Kamu ada acara keluar hari ini?"
"Kenapa memang?"
"Nggak apa-apa, kalau mau keluar keluar saja sepertinya aku sampai malam ada kerjaan dan mau keluar sama teman."
"Aku sih berencana pengen nengok Ibu, tapi maunya nginap di sana apa Bos Rich izinkan aku?"
Richard berpikir sejenak, Annet berharap dengan cemas Semoga aja bisa mengijinkan dirinya keluar malam ini dengan alasan pulang ke rumah ibunya padahal Annet berencana ingin menghabiskan malam nanti bersama Jefry di vila yang di sewanya.
"Pulanglah, kalau mengharuskan kamu menginap menginap lah tapi seandainya kamu nggak betah lagi di sana dan bisa kembali lagi balik aja. Terus kerja nyanyi kamu malam ini jadwal di mana?" Richard memandang muka Annet.
"Pulanglah, mungkin aku juga pulangnya pasti malam karena akan keluar bertemu teman, dan juga Annet sorry sepertinya aku akan mencoba hidup sendiri lagi, tinggallah kamu di tempat kost yang telah aku sewa, setiap saat aku butuh kamu aku akan memanggil kamu seperti sebelum perjanjian kontrak hidup bersama itu semua perjanjian belum berubah aku yang mulai ingin berubah."
"Bos? apa semua ini bukan karena aku yang melanggar aturan kontrak kan?"
"Tidak, naik turun mood seseorang itu biasa, aku telah merasakan hidup bersama kamu sekian lama, dan sekarang aku mau hidup sendiri lagi, tapi aku tetap butuh kamu."
Walau dengan perasaan tak menentu Annet merasa lega, saat seperti ini sudah pasti akan dialaminya akan datang saatnya Richard bosan dan berpaling kepada wanita lain. Tetapi di satu sisi asal dirinya tidak kehilangan pekerjaan Annet gembira karena Annet bisa bersama-sama mengisi waktu bersama Jefry.
Richard makannya memang sedikit, entah menunya, entah suasana hatinya, entahlah, hanya Richard yang tahu.
"Makasih sayang Rich, setiap kamu butuh aku aku selalu siap!"
__ADS_1
Annet mencium pipi Richard dengan manja, Richard tersenyum lalu minum dari gelas yang di berikan Annet padanya.
"Kita keluar bareng ya, seperti saat mencapai titik finish keluarnya bareng!"
Annet tertawa menanggapi gurauan Richard yang tak jauh dari istilah dan kata-kata 'main'. Annet membuka dan menyimpan serbet di meja troli, begitu juga Richard bangkit menuju ruang pakaiannya dan berganti pakaiannya.
Annet memeluk Richard dari belakang saat mereka selesai berpakaian, Richard yang mau memakai sepatu jadi mengurungkan niatnya dan tertegun dan membalikkan badan Annet menjadi berhadap-hadapan.
"Annet, ingat! jangan ada rasa di hatimu selain diatas kontrak dan kesepakatan kita, jangan sekali-sekali kamu jatuh hati padaku karena aku tak mengenal apa itu hubungan perasaan dan cinta, selain hasrat dan keinginanku yang ingin terpuaskan, jangan biarkan hatimu jatuh cinta sama aku!"
"Aku mengerti Rich, walau rasa itu mulai ada di hatiku, tapi segera aku tepis jauh-jauh, kita hanya saling membutuhkan dan saling mengisi kekosongan kita."
"Aku sudah transfer ke rekening mu, pelayanan bagus layak mendapat penghargaan yang bagus juga."
"Kamu memang orang yang pengertian Rich, pada siapa suatu saat perjalanan panjang kamu akan bermuara Richard?"
Deg! pertanyaan Annet seperti mengusiknya.
"Entahlah Annet, saat ini aku masih menikmati hidup seperti ini."
*****
Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya! happy reading🙏❤️
Author : Novi putri ang
Judul: Kembaranku Maduku
__ADS_1
Melati Atmaja dan Mawar Atmaja adalah saudara kembar yang terpisah sejak mereka kecil. Mereka dipertemukan kembali setelah dewasa. Diam-diam Mawar mencintai Rafael suami dari kakak kembarnya sendiri. Melati yang di anggap mandul dan tidak bisa memberi keturunan selalu dihina oleh ibu mertuanya. Hingga Mawar merebut suami kakaknya dan didukung oleh ibu mertuanya, karena saat itu Mawar sedang mengandung anak Rafael, setelah mereka melakukan hubungan terlarang itu. Bagaimana kisah hidup Melati selanjutnya, setelah saudara kembarnya menjadi penghancur rumah tangga dalam hidupnya