
"Aliyah, bukan Bapak menjodohkan Kamu sama Pak Bagas sungguh Bapak tidak punya niat seperti itu, Bapak hanya bertanya apa pandanganmu terhadap Pak Bagas? itu saja. Kamu jangan marah dulu dan jangan bicara ke mana-mana kenapa apa salahnya Bapak bertanya begitu?" ucap Pak Haji Marzuki dengan kelembutannya.
"Tapi nada bicara Bapak seakan ingin mendekatkan Aliyah dengan Pak Bagas. Aliyah masih ingin kuliah setelah S1 mau meneruskan S2 Aliyah nggak mau gagal seperti Kak Ameera yang dijodohkan sama Bapak juga Ibu dengan alasan kekeluargaan teman Bapak dan lain-lain pokoknya Aliyah nggak mau diatur kalau soal jodoh! dan belum mau memikirkan tentang hal itu Aliyah malu Bapak menjodohkan Pak Bagas dengan Kak Ameera gagal lalu menjodohkan juga denganku pokoknya Aku tidak mau!" sanggah Aliyah dengan berlinang air mata ngambek dan tak melihat kedua orangtuanya.
"Astaghfirullah Aliyah Kamu salah Nak, Kamu terlalu berprasangka buruk terhadap Bapak juga Ibu, semua orang tua ingin yang terbaik bagi Anaknya bagaimanapun caranya jodoh itu tetap harus ada campur tangan orang tua minimal menyaring memfilter terus semuanya jangan sampai kebablasan dan mabuk cinta," jawab Pak Haji Marzuki sambil tersenyum.
"Pokoknya Aliyah nggak mau lagi pergi ke Agrowisata!"
"Loh loh loh.... kok jadi begini,
masalahnya apa? siapa lagi yang bisa Bapak andalkan bisa menerapkan ilmu hasil kuliah di sana? Kakak Kamu Ameera sekarang tidak mungkin untuk sementara waktu karena baru saja melahirkan masa Ibu yang sudah tua begini masih harus ngurus Agrowisata? biarlah Ibu di villa saja yang mudah itu sudah Bapak atur semuanya," tutur Pak Haji Marzuki dengan tetap lembut memberi pengertian dan masukan kepada Aliyah.
__ADS_1
"Ada apa Pak, Bu? kok pagi-pagi gini sudah ribut?" suara Ameera keluar dari kamarnya.
"Ameera, tolong kasih pengertian Adikmu ini tadinya Bapak hanya bercanda bertanya pada Aliyah bagaimana pandangannya tetang Pak Bagas? apa Aliyah selama ini senang bekerja sama dia? Jadi Bapak ingin tahu pendapat Aliyah saja tentang Bapak Bagas tidak lebih tetapi Aliyah malah salah paham malah menyangka Bapak ingin mendekatkan Aliyah sama Pak Bagas jadinya segala di bahas." Pak Haji Marzuki masih bicara dengan kelembutannya.
Ameera duduk di samping Adiknya dan tersenyum memandang wajah Aliyah yang merengut.
"Al, maunya Kamu apak apa? kenapa jadi salah menafsirkan pembicaraan Bapak?"
"Sudah, sebaiknya jangan berprasangka dulu, Bapak pada dasarnya niatnya baik dan ingin yang terbaik bagi anak-anaknya, tetapi kalau Aliyah tidak cocok bisa menolak kalau memang tujuan Bapak seperti itu tapi kan kata Bapak tidak seperti itu tujuannya Bapak tidak punya niat seperti itu mungkin Bapak bertanya saja karena selama ini Kamu bekerja sama-sama Pak Bagas di sana," ucap Ameera sambil menggenggam tangan Aliyah.
"Pokoknya Aku nggak mau kerja di Agrowisata lagi biar Ibu di sana dan menggantikan jaga di villa, lagian di sana mulai besok bakal ada Kak Richard mau mengevaluasi semuanya katanya dan menambah wahana juga mau mendirikan hotel di sana katanya kemarin," jawab Aliyah membuat semuanya bengong berpandangan.
__ADS_1
"Memang Kak Richard kemarin ngomong begitu?" tanya Ameera.
"Iya katanya nanti mau bicara sama Bapak dan semua keluarga dulu." sahut Aliyah.
"Ya sudah, apalagi Kak Richard punya program besar seperti itu, Aliyah tetap di sana ya sampai Kakak bisa kerja lagi semua bisa di bicarakan ya Pak? biar tidak terjadi kesalahpahaman mungkin Bapak sama Ibu mau melihat Aliyah bawa teman cowok dan di perkenalkan pada semua."
Aliyah malah makin cemberut, tapi Ameera Pak Haji Marzuki juga Ibu Hj Salamah tersenyum mangaminkan.
*********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1