Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Jamu yang gagal


__ADS_3

Hanna yang mau turun berhenti sejenak saat Benny menerima telepon yang baru saja masuk rumah ada bunyi di ponselnya sambil sedikit nguping pembicaraan Hanna melambatkan langkahnya.


"Ya Bos," jawab Benny sambil menutup pintu mobil.


"Ben Kamu di mana? pokoknya di manapun Kamu berada tolong ke sini dulu sebentar saja soalnya Papaku sama Mamaku akan menyidangkan Aku dihadapan mertuaku tolonglah bantu Aku bicara kali ini!" ucap Richard tak mengerti kondisi Benny dan Hanna sudah berada di rumah dan saat ini waktunya istirahat apalagi mereka sama-sama habis minum jamu.


"Aku sudah di rumah Bos, baru saja masuk rumah tak bisa sidangnya di tunda sampai besok?" jawab Benny dengan lesu.


"Siapa yang bisa menentang keinginan Mamaku juga Papaku? pokoknya sebentar saja Ben nggak sampai larut kok yang penting ada pernyataan saksi Kamu Aku butuh banget Kamu untuk meyakinkan orang tuaku juga Ameera. Ayolah Ben minta izin sama Istrimu Hanna pasti mengerti kok." Richard kedengaran suaranya begitu memelas tetapi tersimpan paksaan yang membuat Benny mau tidak mau harus berpikir ulang kalau sampai menolaknya dan memang saat ini Richard butuh bantuannya sekedar meyakinkan orangtuanya.


"Baik Bos Aku izin dulu sama Istri..."


Dengan muram Benny masuk menemui istrinya yang telah duluan masuk dan berganti pakaian. Hanna tahu yang menelpon Bos Richard pasti kepentingan pribadinya.

__ADS_1


"Han, Aku izin keluar dulu nggak lama kok pasti Aku pulang." ucap Benny hati-hati.


Hanna yang sudah berpakaian tipis hijau pupus diam saja sambil merapikan tempat tidur yang sudah kelihatan licin tapi masih saja Hanna merapikan dan memukul kan sapu lidi dengan perlahan di atas seprai yang sudah rapi.


Benny tahu Hanna istrinya kecewa tapi semua harus bisa berjalan dan selesai memenuhi panggilan Bos Richard adalah kewajiban juga bagi Benny.


"Aku janji nggak sampai larut Aku sudah pulang jangan marah ya!" ucap Benny sambil meraih tangan Hanna.


"Apa Abang bisa menjamin bisa pulang?" jawab Hanna dengan ketus.


"Apalagi pergi malam lihat saja pasti Abang nggak pulang lagi!" ucap Hanna dengan tidak melihat muka suaminya.


"Biar semua cepat selesai Han, ya sudah pokoknya Aku usahakan bisa pulang toh Bos Richard ada orang tuanya jadi Aku tidak terlalu khawatir terus harus menjaganya seperti kemarin-kemarin sebenarnya kekhawatiran bukan karena apa-apa, Aku hanya bertanggung jawab saja takut Bos Richard itu ngelayap nggak karuan lagi selama di tinggal Bu Ameera yang Aku takutkan."

__ADS_1


Benny berusaha memeluk Hanna, tapi Hanna menolaknya terus keluar kamar menyalakan TV duduk di ruang keluarga.


Akhirnya Benny tak bicara lagi, penolakan pelukan pada Istrinya sudah menandakan Hanna marah tapi tak bisa berbuat apa-apa selain pergi meninggalkan istrinya.


Maunya Benny kalau ada keperluan jangan mendadak coba kalau dibicarakan tadi mungkin Hanna bisa menunggu dan Dirinya biasa segera menyelesaikan semua masalahnya tapi biar bisa pulang tanpa membawa beban pekerjaan dan tanggung jawab.


Benny mencium kepala Hanna yang diam saja tak melakukan reaksi apapun dan mengusap rambutnya lalu keluar terdengar pintu mobil di tutup dan Benny menghidupkan mesin mobil dan terdengar mobil keluar perlahan lalu suaranya semakin tak terdengar karena semakin menjauh.


'Minum jamu yang gagal! kalau tahu begini males Aku minum jamu buat apa? malah minum jamu nggak bisa tidur! banyak pikiran dan gelisah tidur hanya sendiri saja sungguh sempurna malam ini.' Hanna bermonolog sendiri lalu mematikan TV dan masuk ke kamarnya yang sudah begitu rapi dan licin lalu melempar tubuhnya sendiri dan mencoba memejamkan matanya.


Semakin di pejamkan semakin perih saja rasa mata Hanna yang begitu merindukan kebersamaan sosok yang selalu memberinya kehangatan dan menghidupkan malam malamnya.


'Kapan Aku bisa bebas memeluk Bang Benny? dan ada setiap dirinya butuh belaian dan bisa bermanja? semakin kuat pula keinginan Hanna untuk segera hamil dan memiliki Anak karena dalam pikirannya kalau sudah ada Anak mungkin Dirinya tidak akan kesepian lagi hanya menunggu suaminya pulang yang tidak tentu kapan bisa sampai di rumah, tapi kalau sudah memiliki Anak mungkin ada Anak yang bisa diajak bicara dan mengobrol menemani Dirinya.

__ADS_1


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2