Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Rengekan Loka


__ADS_3

"Mas, Aku sudah berbagai macam cara di jalani tapi belum nampak hasilnya udah sering di rumahku yang kata Mas kalau berhubungan di rumah mertua pasti cepet hamil! tapi sampai sekarang masih saja belum hamil kenapa ya apakah Aku ini mandul Mas?" ucap Loka saat menemani suaminya sarapan pagi itu.


"Hus! ngomong apa Kamu Sayang? jangan bilang seperti itu Kamu terlihat sempurna, pasti subur, montok, seksi hanya belum saatnya saja tenang saja masih banyak waktu ke depan usiamu berapa sekarang? Masih terlalu muda biarkan kita puas-puasin dulu bersama sebelum waktu kita terbagi dan perhatian Kita jadi tersita kalau sudah ada Anak diantara Kita." Hibur Jody memberi pengertian.


"Tapi Aku pengen Anak Mas biar nggak kesepian nungguin Mas pulang kerja, sekarang malah Kita sudah punya kamar di rumahku yang sudah di bangun sama Mas sudah sering Kita nginep di sana tapi Aku tetap saja belum hamil." Loka menyampaikan keinginannya seperti rengekan manja di telinga Jody.


Jody tak ingin bercanda lagi akan hal apapun pada istrinya termasuk soal kehamilan karena candaannya yang menurut orang hanya mitos dianggap Loka istrinya adalah sesuatu hal yang serius dan semua wajib dilakukan karena besarnya keinginan Loka untuk segera memiliki Anak.


Ada keanehan memang tapi Tak Jody anggap serius dirinya berasal dari keluarga subur orangtuanya punya dua anak yaitu Dirinya sama Kakak perempuan Dirinya sudah memiliki Anak dari istri terdahulu, Kakak perempuannya juga sudah memiliki dua Anak Loka juga berasal dari keluarga yang subur orang tuanya memiliki 3 anak Loka dan 2 adik laki-lakinya entah kenapa setelah mereka menjalin hubungan selama setahun sebagai suami istri tetap Loka tidak kunjung hamil?


Tak masalah bagi Jody karena sudah ada Anak dari Istri terdahulunya tapi bagi Loka Anak adalah dambaan yang begitu sering terdengar sering terucap dan memang Loka terlihat begitu menginginkan hadirnya seorang Anak di dalam rumah tangga mereka.

__ADS_1


"Iya Loka, Mas mengerti tapi mau bagaimana lagi kalau bukan bersabar? Kan prosesnya selalu Kita lakukan tiap malam jangan lupa juga kuncinya sabar dan berdo'a, kalau kurang gagah burungku ini masa segede ini masih kurang gagah?" ucap Jody diakhiri dengan menggoda Loka biar tersenyum tapi Loka malah cemberut.


"Iya gede dan gagah tapi tumpul!"


"Hahaha .... waduh maunya yang tajam gitu? kalau tajam sakit Sayang kalau tumpul itu enak." Jody terkekeh sendiri melihat roman muka Loka saat manyun bilang tumpul begitu lucu Jody jadi pengen mengigit bibirnya.


"Ya sudah, lantas maumu apa hemght? pengen punya kegiatan sambil nunggu Mas pulang kerja? nggak ada waktu mainin yang tumpul ini dong nanti?" Jody menunjuk ke bawah perutnya sambil tersenyum.


"Loka! di satu sisi di luar sana banyak wanita yang ingin di rumah saja menunggu dan melayani suaminya sehingga tudak jajan di luar tapi Kamu malah berbeda begitu ingin sibuk alasan jenuh nggak ada kerjaan. Oke Aku paham nanti Aku pikirkan lagi tapi ingat kalau sudah ada kegiatan nanti jangan sampai lupa kalau jatah kebersamaan Kita jangan sampai terabaikan Aku akan marah nantinya kalau Kamu malah sibuk dengan aktifitas barunya!" Ancam Jody terdengar tegas padahal hanya mengingatkan saja.


"Iya Mas, Aku ingat malam dua kali pagi sebelum bangun mandi satu kali kalau hari libur siangnya atau sore nambah!"

__ADS_1


"Bagus kalau masih ingat rutinitas Kita, nanti Aku ngobrol dulu sama Kakak Aku ya, sudah jangan cemberut senyum dan cium Mas!"


Loka bangkit saat Jody suaminya juga bangkit mau berangkat kerja.


Loka mencium tangan Jody lalau jinjit mencium pipinya, Jody mengusap pipi Loka dan mencium keningnya sambil perlahan meremas dada yang begitu subur di balik pakaian Loka lalu merengkuh pinggangnya mengajaknya berjalan berdempetan ke depan teras di mana mobil Jody sudah di hidupkan dari tadi.


Loka tersenyum melambaikan tangannya.


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2