
"Sayang, sudah tidur?" Richard mengusap kepala Ameera dan mengecupnya. Ameera membuka mata dan memandang suaminya yang menjulang di atasnya.
"Pap, sudah selesai masalahnya?"
"Alhamdulillah yang penting Benny baik-baik saja dan sudah siuman dari pingsan tinggal penyembuhan dan pemulihan, semua baik Aku kangen Richie tapi sudah tidur ya?" ucap Richard sambil melirik Putranya Richie yang sudah pulas di temat tidurnya pisah di bawah karena lagi aktif takut jatuh dan tidurnya tidak bisa tenang.
"Cuma sama Richie saja kangennya? sama Mama gimana?" ucap Ameera merengut.
"Kalau sama Mama lebih dari kangen Sayang. Sini Papa peluk rasanya sampai sesak dada ini kalau belum bertemu sama Mama juga Richie."
"Pap, kenapa lama banget? Mama menunggu begitu cemas mau telpon takut tambah tegang juga lagi sibuk hanya pengen tahu kabar Pak Benny rasanya nggak enak ya menunggu dalam gelisah."
"Sudah di tangani semuanya tinggal urusan besok paling damai tidak ada tuntutan dari kedua belah pihak yang bikin ribet saja, tapi mendengar dulu dari pihak Zen apa ada tuntutan atau tidak di rasa pihak mereka menyambut kata damai untuk apa memperpanjang masalah."
"Syukurlah kalau begitu dan Pak Benny sudah baikan Mama jadi tenang sekarang."
"Kini Papa yang nggak tenang Sayang."
"Papa kenapa?"
"Belum tenang kalau belum tidur sambil membelai Mama," bisik Richard sambil mencium rambut wangi Ameera.
"Ah, di kira nggak tenang karena apa!"
__ADS_1
"Bikin Papa tenang yuk rasanya lama nggak bikin Mama kecapean!"
"Baru aja semalam gimana kalau seminggu atau sebulan?"
"Sayang, jangan bilang begitu Aku tak bisa kalau Kita harus berpisah!"
Ameera tersenyum sambil jinjit mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.
"Mama punya kejutan buat Papa."
"Oh ya? apa itu Sayang?" Richard tersenyum penuh tanya sambil merengkuh dengan sayang tubuh istrinya.
"Mama buka kontrasepsi biar Richie punya Adik, kemarin konsultasi sama Ibu buka saja katanya kalau merencanakan punya anak lagi biar sekalian repot mengurusnya nanti bisa tenang kalau perencanaan punya anak telah tercapai karena Richie sudah mau setahun. Aku mau satu lagi kalau bisa cewek Adiknya Richie pasti lucu dan cantik."
"Papa senang?"
"Senang Sayang."
"Makanya Mama tak sabar ingin segera menerima semaian Pap."
"Tentu Sayang Kita program mulai malam ini semoga secepatnya bisa jadi, Papa juga sudah nggak sabar ingin mengulang mencari buah mangga dan beli rujak lagi."
Ameera mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
Richard dengan tak sabar menarik tali lingerie merah marun itu lalu membopong tubuh istrinya dengan sekali tangkap lalu perlahan merebahkan tubuh Ameera dan mencumbunya dengan lembut lalu berubah jadi ciuman panas.
"Mama rasa tak akan lama akan isi lagi Pap."
"Tentu Sayang, kan bibit unggul masa sebegini perkasanya tidak subur? tinggu saja dalam tempo sebulan Papa akan bikin Mama oheeeeek oheeeeek!" Richard menunjuk bawah perutnya yang sudah on Ameera mengelusnya dengan Sayang dan mulai mengarahkan menuntun pada posisinya.
Semangat luar biasa Richard membuat Ameera merem melek dan mendesah dengan nikmatnya, Richard memang luar biasa kuatnya sampai Ameera telah melakukan pelepasan kenikmatan duluan Richard masih saja memacu bagai kuda jantan yang begitu sangat memikat memperlihatkan kejantanannya.
"Mama senang? sebentar lagi menerima benih cinta Papa." bisik Richard di sela-sela pacuannya dengan nafas memburu.
"Dengan senang hati Pap."
Richard lebih memacu lagi semangatnya, memiliki Anak lebih banyak kini adalah harapannya. Ameera yang merintih dan mendesah di bawahnya semakin memacu Dirinya mencapai puncak Ameera semakin pegangan begitu erat di pangkal lengannya.
Akhirnya Richard sampai pada batas kemampuannya melesatkan tembakan di sasaran dengan nikmatnya pelepasan. Mengerang panjang dan mendekap tubuh Ameera dengan Sayang, berdua mandi keringat dan saling pandang dalam senyuman.
Berdua menetralkan nafas dan menghirup oksigen sebanyak banyaknya. Rasa senang telah memberi dan menerima bahagia sebagai suami istri.
Ameera menyelusupkan kepalanya di dada Richard dan Richard mengelus kepala Ameera dengan Sayang mengecupnya berkali-kal.
Bahagia kini jadi milik mereka dalam kesempurnaan cinta yang mereka miliki.
*******
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️