
Dengan bersuka cita keluarga Loka memakan dan mencicipi semua oleh-oleh dengan senangnya.
"Kalau nanti kirim oleh-oleh bapak pesan martabak isi kacang saja ya sama kue bantal," ucap Bapaknya Loka sambil tersenyum melihat Anak-anaknya begitu senang memakan semua oleh-oleh Loka dan Jody.
"Oh ya ampun, Loka lupa makanan kesukaan Bapak soalnya belinya tadi di toko bukan di pinggir jalan yang langganan Bapak kalau beli Pak," ucap Loka merasa bersalah.
"Besok aja sebelum pulang sore sore Kita jalan-jalan dulu ajak Adikmu sambil beli makanan itu," ucap Jody merasa belum tahu makanan kesukaan Bapaknya Loka.
"Horeeeeee... Kak Jody sama Kak Loka mau ajak Kita jalan-jalan. Makasih ya Kak!" sahut Adiknya Loka yang masih SD begitu gembira.
Loka mengusap usap Adik bungsunya yang lendotan saja sama Loka sambil berbisik katanya nanti mau tidur sama Kak Loka.
"Emang Adek udah nggak ngompol?" tanya Loka pada Adik bungsunya yang belum sekolah.
"Justru itu Neng karena sudah tak ngompol makanya mau tidur sama Neng pamer mungkin," sahut Ibunya di sambut tawa semuanya.
"Ya sudah Adek boleh kok tidur sama Kakak tapi sama Kak Jody juga ya?" ucap Loka sambil tersenyum melirik Jody.
__ADS_1
Tapi adiknya Loka menggeleng saat Loka menyebut sama Kak Jody juga.
Jody jadi cemberut merasa nggak rela kehilangan satu malam yang dicita-citakannya inilah tantangannya ternyata lucu juga kelihatannya.
"Ya sudah kelonin aja nanti di kamar Neng kalau sudah pulas Ibu pindahin," bisik Ibunya disambut anggukan Loka.
Jody lanjut ngobrol sama Bapaknya juga Ibunya Loka dan Loka kelonin Adiknya yang paling kecil karena kangen mungkin jadi Si bungsu itu kelihatan begitu lengket sama Kakaknya yang dulu selalu bersama-sama dan dalam pengasuhannya karena Loka kerjanya malam otomatis kalau siang selalu ada di rumah menjaga adik-adiknya.
"Neng, kalau Dedek sudah pulas biar Ibu pindahin kasihan suamimu nanti kesempitan tidurnya tidak nyaman," Suara Ibunya berbisik saat Loka juga malah hampir ketiduran mengusap usap punggung Adiknya.
Loka menggeliat lalu bangun duduk bersisian sama Ibunya di tepi tempat tidur ranjang besi jaman dulu.
"Iya Bu kebetulan besok Mas Jody libur dan katanya Mas Jody mau ngobrol sama bapak juga Ibu kalau nanti ada rezeki mau ikut membantu Ibu sama Bapak memperbaiki rumah biar mas Jody juga kalau ke sini merasa nyaman katanya," jawab Loka.
"Syukurlah, semoga rezeki kalian semakin bertambah saja Apa Kamu belum merasakan apa-apa Neng selama pernikahan ini? apa suamimu tiap malam lembur? jadi Kamu jarang di sentuhnya?"
"Enggak pernah lagi lembur Bu semenjak nikah paling lembur di kamar saja sama Loka," jawab Loka dengan tersipu.
__ADS_1
"Lalu dari mana Masmu mendapatkan uang tambahan kalau tidak lembur katanya mau ikut membantu Ibu sama Bapak merenovasi rumah?" tanya Ibunya lagi
"Loka nggak tahu Bu, Loka juga tidak tahu gaji Mas Jody seberapa dan tidak mau bertanya juga takut ikut campur dan ngatur tapi setiap ada keperluan Mas Jody selalu memberi Loka uang gede lebih dari cukup bahkan tidak pernah habis dan Loka tabung sendiri Loka jadi banyak uang Bu tapi Mas Jody tak pernah memintanya lagi walaupun Loka menyimpannya Mas Jody tahu," ucap Loka dengan jujur.
"Itu mungkin uang simpan buat Neng suamimu sengaja, pegang saja soalnya kalau nanti sudah punya Anak banyak banget keperluan yang mesti dipersiapkan." Ibunya mengingatkan.
"Ibu mau pindahin Adek?"
"Iya kelihatan sudah pulas tuh, Neng sudah ngantuk? tidur saja duluan biar suamimu masih ngobrol sama Bapak," ucap Ibunya Loka sambil memangku Anak bungsunya di pindahin ke kamar belakang.
Loka merebahkan badannya di ranjang kesayangannya, yang kata Ibunya warisan dari Neneknya dulu, besi yang kuat tapi berisik kalau tidurnya gelisah selalu ada bunyi gesekan dari sisi ke sisinya.
Loka menghabiskan masa kanak kanak dan masa sekolah juga dewasa di kamar sederhana ini sampai sekarang sudah punya suami masih saja kamar ini di peruntukan untuk dirinya.
Loka akhirnya tidur tanpa selimut padahal baru jam setengah sepuluh saat Jody masuk kamar karena Jody pura-pura ngantuk di hadapan Bapak mertuanya.
********
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️