Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Masa Lalu Sang Presdir dan pesan moralnya.


__ADS_3

"Halo Tante D!" sapa Richard mereka bertemu di kantor polisi memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan terhadap peristiwa yang telah terjadi antara Zen dan Benny.


"Halo juga Richard tampan, apa kabarnya?" jawab Tante Diana dengan senyuman meneliti dari ujung rambut sampai bawah penampilan Si flamboyan Richard yang semakin matang saja.


Richard tertawa sekilas saat Tante Diana menambah kata tampan di akhir namanya.


"Baik, dan sangat baik, selalu baik dan harus baik."


"Kenapa Kita di pertemukan di sini?"


"Mungkin agar Kita bisa mengambil hikmah dari semua kejadian," ucap Richard tanpa melihat wajah Tante Diana.


"Baik langsung aja pada pokok kenapa Kita berada di sini. Apa pandanganmu pada pihak Zen yang di wakilkan padaku?"


"Jelas pihakku yang di rugikan dari ancaman padaku juga keluargaku dan tuntutan Materi Zen sampai Benny tak bisa kerja dalam beberapa hari ini, Aku bisa saja menuntut atas perbuatan tidak menyenangkan!"


"Baik Richard, Zen adalah temanku kini apa masih akan ada tuntutan kalau Aku yang meminta padamu? sudahlah semua akhiri dengan damai!"


"Teman dalam bisnis banyak diartikan lain masihkah selama ini Aku bisa menganggap Tante teman? Aku rasa semua telah lama usai. Zen telah banyak mengecewakan Aku dari menumpang bisnis di Hotelku, melibatkan Aku dalam urusan hukum, menuntut materi padahal Dia sendiri yang bikin ulah, kini berantem sama Benny kepercayaanku. Rasanya Aku tak mau memaafkannya."

__ADS_1


"Semua faktor keadaan Richard demi Aku bantu jangan sampai masuk penjara lagi, Dia selimutku sampai hati kalau Kamu mengambilnya dariku! Pasti tidak akan terjadi Kamu tak memberinya kesempatan. Di mana perasaanmu padaku? Demi masa lalu Kita demi ranjang panas Kita dulu biarkan Dia kini bersamaku." Tante Diana begitu pandai bernegosiasi.


Padahal Richard sudah dari semalam berpikir buat apa berlarut-larut berhubungan dengan kepolisian hanya untuk memenjarakan seorang Zen? masih banyak kerjaan yang lebih bermanfaat.


Richard menunduk semua harus diambil keputusan saat ini juga.


Masa lalu yang tak ingin Richard ingat lagi dengan siapapun membuat hatinya sakit setiap ada yang mengingatkan.


"Baik, Kita sepakat berdamai hanya satu permintaanku menjauh lah dari kehidupanku! Dan mulailah berbisnis yang benar kalau mau Kita merasa tenang."


"Terimakasih Richard walau kedengaran ucapanmu seperti nasehat dan sangat idealis, Aku akan memulai saranmu mungkin jalannya tak semulus Kamu membangun bisnis tetapi Aku akan berjuang bersama Zen dan Kami ingin menikah Aku tak ingin kehilangan kegagahannya!"


Richard bersalaman dengan Tante Diana dan bangkit lalu memberikan keterangan pada kepolisian dan pulang diikuti Jody. Richard menganggap semua masalah sudah selesai.


Tante Diana tersenyum merasa Dirinya menang dan bisa menundukkan hati Richard. Walau tak mungkin memiliki raganya kini. Tapi Tante Diana yakin Richard masih punya rasa empati pada siapapun yang telah mengisi masa lalunya.


"Bos, cukup begitu saja menyelesaikan semuanya?" tanya Jody setelah mereka duduk di mobil Jody yang pegang kemudi.


"Aku nggak mau repot Jod, buat apa menghukum dan memenjarakan orang? biarlah kesadaran dari diri sendiri menghukumnya toh Kita juga bukan orang baik begitu banyak salah di masa lalu yang tak ingin di kenang lagi bahkan kalau diingat sakit dan sesak dada ini dengan penyesalan dan pengakuan."

__ADS_1


Jody langsung mengerem mobil dan meminggirkannya menatap Richard dengan pandangan penuh kekaguman.


"Ada apa Jod?"


"MasyaAllah Richard belum pernah Aku mengagumi seseorang yang begitu baik seperti sikapmu saat ini, sungguh Aku beruntung punya sahabat sepertimu walau Kita pernah berada di kubangan hitam kelam penuh noda dan nista juga hina, hidup bebas di masa lalu tapi kalau sudah bertaubat dengan sungguh sungguh semua seakan berganti dengan cahaya yang begitu terpancar terang bukan hanya pada diri sendiri tapi bagi orang lain."


"Ya Jody, apalagi yang membuat Kita bahagia selain bisa berubah setapak demi setapak menuju ke arah yang lebih baik."


"Apa yang membuat Kamu berubah Bos?"


"Yang membuat Aku berubah dan merubah semuanya adalah Ameera, pernikahan Kami dan kini Richie setelah itu keluarga. Tanpa Ameera hadir dalam hidupku entah seperti apa kehidupanku," Richard sedikit mengembang bola matanya.


Jody menarik nafas, tak ada yang perlu di tanya lagi hanya hari ini hatinya penuh dengan pelajaran berharga dari kehidupan.


Richard bisa berdamai dengan masa lalunya, bisa menerima semua dengan pengakuan jujur walau di dalam hatinya terasa sakit tapi semua itu bagian yang tak bisa di hilangkan dalam memori hidupnya. Ada hal paling penting kini dalan hidupnya yang harus di jaga yaitu hati Istrinya juga Anak dan masa depannya yang masih panjang.


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2