
"Bang ada perubahan besar ya di tempat kerja kita sekarang?" ucap Hanna sambil menaruh kopi di hadapan Benny.
"Iya Hanna, bukan perubahan malah perombakan total segala segi, tapi itu baik, sangat baik buat kemajuan dan perubahan Bos Richard. Semoga saja semua berjalan sesuai Harapan Bos kita."
"Hanna, nanti kamu cari tahu Janeeta apa tanggapan sama reaksinya setelah Abang rubah pola kerjanya dan di pindah juga tempat kerjanya, kamu lumayan dekat kan sama dia?" Benny memandang wajah istrinya dengan rambut masih basah.
Rasanya belum puas setiap memandang wajah Hanna, bawaannya mau nyosor melulu, Benny tersenyum sendiri. Setiap waktu kebersamaan dengan Hanna begitu berarti bagi dirinya kini.
"Selalu bisa Bang, apa yang nggak bisa untuk Bos kita? tapi sepertinya aku akan sibuk banget Bang hari ini, setelah kemarin dua hari aku nggak masuk kerja." Hanna balik memandang wajah simpatik suaminya dengan badan tegap tinggi gede.
"Kenapa kamu sampai nggak masuk kerja?" Benny menyindir istrinya saat mereka duduk dempetan menikmati sarapan.
"Itu akibat ulah Abang, sampai nggak bisa jalan, berimbas aku jadi ngurus orang mabuk main semalaman sampai nggak masuk kerja." Hanna mengusap paha Benny dengan mesra.
"Itu kan pengalaman pertama Hanna, jadi kamu harus bisa maklum dan mengerti." Benny menahan tangan Hanna berada di pahanya.
"Aku mengerti Bang, emang kapan aku nggak mengerti? kapan Abang minta aku selalu siap." Hanna tersenyum menggoda.
"Malam kan cuma tiga kali, habis sarapan tambah satu ya, kan biar siang kita nggak usah pulang ambil jatah." Benny mencium leher Hanna setelah meneguk kopi.
"Ah, Abang. Aku kan sudah mandi masa nambah lagi?"
"Tuh kan, itu nolak artinya!"
"Heeeee ... tiga kali semalam emang belum cukup Bang?"
"Hanna kamu kok ngomongnya gitu sih? Abang maunya lebih tapi takut nggak bisa kerja siangnya, lagian aku pengen cepet ada isi di sini nanti biar Bos Richard ngeces merajuk minta nikah heee ...."
"Abang serius, mau nambah sekarang?" ucap Hanna merasa tak percaya.
"Kamu ikhlas nggak? kalau benar aku mau sarapan yang lain boleh?"
"Ayo, mau di mana?"
"Di mana ya? perasaan tempat di dalam rumah ini telah kita coba." Benny matanya traveling mencari tempat asyik dan nyaman buat nambah sarapan paginya.
"Di kamar mandi saja Bang, biar kita terus mandi lagi berdua, sepertinya basah-basahan lebih enak."
Benny tak menjawab dan mengiyakan atau menolak langsung saja menarik tangan Hanna masuk ke kamar mandi.
Mereka melakukan semua apa yang telah boleh mereka lakukan tanpa beban.
"Han, mau gaya apalagi?"
__ADS_1
"Terserah Abang."
"Aku mau gaya sendiri deh ya, boleh?"
"Terserah Abang, gaya apapun itu aku nggak tahu, mau gaya kodok, gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya klasik, gaya terbang dan gaya salto terserah deh." Hanna tersenyum pada suaminya.
"Pokoknya gaya ini kita yang ciptakan berdua yang penting nyaman dan kita selamat sampai tujuan."
"Kok seperti dalam perjalanan saja Bang, selamat sampai tujuan segala?"
"Hanna permainan suami istri itu bebas mau apapun juga, aku mendaki, aku menjelajah, aku berlari-lari di tempat itu untuk satu tujuan yaitu melepaskan hasrat."
"Bang kalau nanti pindah ke rumah Abang kalau tiap malam kita main, kita bergaya lakukan tiap malam malu nggak di lihat ibu sama bapakmu rambut kita basah tiap pagi?"
"Kan kita nikah biar rambut kita basah tiap pagi, mereka akan melihat kita aneh seandainya kita melihat kita melihat rambut kita kering setiap paginya."
"Ah, Abang bisa aja!"
"Hanna enak juga gaya yang kita ciptakan ini."
"Abang enak, tapi aku pegel Bang!"
"Tapi pegelnya enak kan?"
"Banget Bang, tapi cepetan kita nanti kesiangan!"
"Abang aja saking semangatnya, Bang gas aja terus."
Benny membolak balik tubuh Hanna dengan mengeksplor semua gaya, posisi apapun telah mereka coba, demi satu kepuasan rasa yang selama ini hanya ada dalam khayalan saja.
Sekarang mereka begitu bebas, apalagi di rumah Hanna tidak ada siapa-siapa selain Hanna dan sekarang ada Benny suaminya.
"Bang genjot terus kesiangan kita ke tempat kerja."
"Sebentar lagi sayang, masih enak banget ah ...."
"Bang!"
"Hemght!
Berpacu dalam kenikmatan yang tiada duanya, tak ada rasa kata puas, sampai akhirnya Benny berhasil mencapai puncak pendakian paginya.
Mereka berpelukan dengan tubuh masih menyatu.
__ADS_1
"Terimakasih Hanna."
"Emang aku kasih apa Bang?"
"Sudah kasih capek." Benny menyeringai. Hanna meraih kedua belah pipi Benny sambil berbisik.
"Aku masih kuat Bang, tapi sekarang siang, banyak PR pekerjaan kantor."
"Nanti siang, di mobil juga jadi kalau ada waktu! heeee..."
"Ih, apaan Bang? kayak nggak punya rumah saja! daripada di Mobil mending kita pulang dulu, sepuasnya kita main di rumah."
"Hanna, kalau kepepet di manapun jadi, makanya di mobil sediain tissue, itu sudah cukup, kita coba di manapun kita suka."
"Abang ngaco aja deh ah, udah yuk mandi." Hanna melepaskan pelukannya.
Mereka mandi bersama, sambil tetap dengan tangan jahilnya Benny menjelajah bagian tubuh istrinya yang sama-sama basah dan telanjang.
"Ada nggak orang lain yang mandi dua kali di pagi hari begini Bang?"
"Pasti banyak Hanna, yang pasti diantaranya kita ini heee ...."
******
Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️
#istri tangguh rasa pelakor
#hanya di noveltoon.
Kimberly ligh Hugo, adalah seorang wanita tangguh dan memiliki karir yang sangat cemerlang di dunia modeling.
Memiliki sejuta jam terbang pekerjaan.
Membuat Kimberly tidak menyadari
Perselingkuhan suaminya malvin Abraham.
Sehingga di malam dimana Kimberley melihat sendiri perselingkuh suami dan sahabatnya di dalam kamarnya.
Hati istri mana yang tidak sakit, saat menyaksikan sendiri suami yang kita cintai melakukan hubungan intim di ranjang mu.
__ADS_1
Dan dimalam itu juga,semua karir Kimberly ligh Hugo hancur, karena harus membekam di penjara, akibat jebakan Charlotte.
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Istri Tangguh Rasa Pelakor, di sini dapat lihat: