Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Deal kerjasama


__ADS_3

"Pak Richard, sekarang kita adalah satu keluarga, yaitu satu team dalam kerjasama yang akan kita garap bersama-sama. Semoga dengan ditandatanganinya kerjasama ini mendatangkan berkah bagi kita semua kedepannya, adapun penghasilan akan diatur secara rinci sesuai dengan aturan yang ada pada umumnya, sesuatu saham yang di tanamkan karena pemegang saham dalam usaha ini hanya kita berdua, dan dari pihak Keluarga Haji marzuki diwakilkan langsung sama Anakku Ameera." Pak Haji Marzukie membuka pembicaraan.


"Baik Pak Haji Marzuki, Saya mengucapkan banyak terima kasih telah diberikan kesempatan bisa masuk ke dunia bisnis Pak Haji Marzuki dan saya bisa menanamkan saham dengan usaha di bidang lain selain perhotelan yang selama ini saya geluti, Saya Richard Isaak akan menyepakati apapun aturan, dan akan mentaati semuanya."


Richard begitu berwibawa bicara di hadapan Pak Haji Marzuki, Ameera, Pak Bagas dan Benny di aula rapat The Rich Hotel milik Richard.


"Saya sebagai tuan rumah dalam penandatangan kontrak ini merasa tersanjung bisa dikunjungi seorang tokoh masyarakat di lingkungan sini juga seorang pebisnis berhasil dan sukses. Saya mengucapkan terima kasih banyak khusus terhadap Bapak Haji Marzuki." tambah Richard sambil melirik Ameera yang terlihat sangat cantik dan selalu cantik.


"Secara usia mungkin Saya senior Pak Richard, tapi kalau dibilang sukses dan berhasil kalau dibandingkan dengan Pak Richard masih bisa dibilang sukses dan berhasil Pak Richard, karena di usia segini Pak Richard sudah bisa membangun kerajaan bisnisnya sebegini megahnya, dan bukan hanya di sini saja tetapi di beberapa tempat lain dan bahkan sekarang bisa merambah untuk bekerja sama dengan usaha kami."


"Terimakasih Pak Haji, mungkin faktor kesempatan dan hoki saya ada di perhotelan. Yang lainnya semua adalah hasil kerjasama teamwork kami yang sangat solid di bawah pimpinan tangan dingin dan otak cerdas Pak Benny." jawab Richard merendah.


"Ya, semua orang pasti punya jalannya masing-masing. Oh ya barangkali ada yang mau di sampaikan dari Pak Bagas juga perwakilan dari keluarga saya yaitu putri saya Ameera kepada keduanya saya beri kesempatan untuk menyampaikan sesuatu barangkali ada keinginan, atau harapan, seperti apa dalam kerjasama ini silahkan kemukakan sekarang biar semua kedengaran sama saya sendiri dan Pak Richard sebagai pemegang saham dalam usaha ini." Pak haji Marzuki memandang putrinya Ameera dan Pak Bagas orang kepercayaannya.


"Saya pribadi terimakasih terutama kepada Pak Haji Marzuki yang telah memberikan kepercayaan kepada saya semoga kedepannya bisa tetap memegang kepercayaan ini dan untuk keluhan lainnya sementara tidak ada, karena proyek belum berjalan dan baru akan resminya dimulai hari besok. Kemungkinan tidak akan ada keluhan lain kalau keuangan dalam suatu pembangunan proyek tidak terhambat paling seperti itu yang bisa saya sampaikan." Pak Bagas menyampaikan kata-kata nya.


"Semoga keuangannya berjalan lancar Pak Bagas, dan semua pembangunan Agrowisata itu berjalan dengan baik dan cepat selesai." Richard menimpali ucapan Pak Bagas.


"Baik, saya hanya menambahkan apa yang menjadi harapan kami dari pihak keluarga. Proyek ini adalah proyek besar impian keluarga kami, jadi besar harapan kami untuk cepat selesainya. Nanti untuk kedepannya kita bicara manis saja dulu tidak apa-apa karena ini adalah harapan, boleh dari keluarga Pak Richard memasukkan orang untuk mengelola juga dari pihak keluarga kami karena untuk transparansi kedepannya".

__ADS_1


"Saya tidak ada keluarga Bu Ameera, hanya ada orang tua dan adik perempuan satu-satunya yang masih kuliah, mungkin belum bisa produktif kalau untuk ditempatkan dalam usaha itu tapi saya percaya dengan pengelolaan Bu Ameera walaupun tidak ada pihak keluarga, saya yang akan terlibat langsung." ucap Richard sambil tersenyum memandang Ameera, yang ada di otak dan bayangan Richard hanya kebersamaan bersama Ameera yang diharapkannya yang lainnya nomor dua baik itu sahamnya, proyeknya, dan pembangunan itu sendiri Richard seperti tak menjadi beban di otaknya.


Menanamkan kepercayaan Ameera pada dirinya, menambah rasa cinta Ameera pada dirinya itu yang terpenting. Juga menarik simpati keluarga Bapak Haji Marzuki adalah yang juga prioritas utamanya karena tujuan utama Richard ikut dalam kerja sama ini tak lain hanya ingin lebih dekat dengan keluarga Pak Haji Marzuki.


"Silahkan Pak Benny cek dan surat untuk di tandatangani." Richard memberi perintah.


Dengan sigap Benny membuka koper mengeluarkan berkas dan cek yang telah di sepakati bersama.


Pak Haji Marzuki menandatangani yang paling pertama, di susul Richard yang sebelumnya bertanya pada Ameera sebelah mana-mananya, Padahal sebenarnya sudah jelas tertera namanya, tinggal di tandatangani saja. Richard hanya ingin Ameera lebih dekat saja dan jarinya bisa menunjukkan dimana dirinya harus membubuhkan tanda tangan.


'Dasar otak mesum nggak bisa kalau nggak manfaatin kesempatan.' Pikir Benny, dalam hatinya tersenyum.


Selesai penandatanganan kontrak dan penyerahan cek yang akan cair dalam dua tahap, kenapa tidak sekaligus? itu trik Richard, hanya kehati-hatian saja, Richard bukan orang mentah dalam bisnis uang miliaran yang digelontorkan untuk satu proyek bukan uang sedikit walaupun itu tiada artinya dibanding dengan dekat dirinya dengan Ameera jauh lebih berarti, tapi Richard ingin melihat kejujuran dari pengelola itu sendiri yaitu Pak Bagas dan juga Ameera.


******


Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️


__ADS_1


Cal Me Yura


By : AG Sweetie


"Ada rapuh yang tersusun rapi. Sebelum menjadi indah, kupu-kupu hanyalah secuil ulat yang menempel rapuh di dedaunan."


~ Vlora Yukika ~


"Hanya karena dahaga sebentar, tak lantas membuatmu harus meminum racun bukan?"


~ Haedar Gibran ~


Dikhianati suami, diasingkan keluarga sendiri, tidak ada tempat tuk berbagi keluh, jua seolah tak ada rumah yang sungguh tuk berteduh. Adakah yang lebih sakit dari ini?


Pada titik terendahnya, Vlora bangkit menjadi sosok yang baru. Dendamkah ia pada mereka yang telah menyakitinya? Sementara ia sendiri memiliki rahasia besar yang dianggap sebuah pengkhianatan.


"Duri itu kau sendiri, lalu kau jua yang merasa tersakiti."


~ Tristan Pratama ~

__ADS_1


Lantas apa yang Vlora lakukan? Bagaimana jika rahasia besar itu terungkap? Masih banggakah ia dengan kehidupan baru yang kini melambungkan namanya?


__ADS_2