
"Loka, dari mana aja sampai sore begini suami sudah pulang Kamu baru pulang?" ucap Jody saat pulang tak menemukan istrinya di rumah yang baru beberapa bulan diisi karena Loka kurang betah bersatu sama mertuanya.
"Aku kan sudah bilang berkunjung ke rumah orangtuaku Mas apa Aku lupa bilang ya sama Mas? perasaan Aku sore kemarin sudah bilang? Aku salah ya Mas?" jawab Loka berniat membela diri tapi biasanya Loka selalu mengalah dan pasrah kalau Dirinya memang pelupa.
"Enggak, Kamu sudah bilang tapi kenapa sampai sore begini?" selidik Jody merasa tak mau kehilangan istrinya dan tak rela istrinya pergi sendiri ke sana kemari hanya naik angkot kesukaannya di kasih mobil belum bisa, dikasih motor nggak bisa-bisa, bisanya hanya naik sepeda masa sejauh itu goes mending di sewain taksi online dan pulangnya suruh naik taksi online lagi malah naik angkot, dengan alasan Aku kangen naik angkot enak ada musiknya juga.
"Maaf Mas, pulangnya agak siangan tapi Aku mampir di toko kue temanku Annet tadi rasanya lama banget nggak ketemu, Aku kangen temanku itu Mas juga Anaknya." jelas Loka dengan begitu jujurnya.
"Oh ya? yang mantan Richard itu kan?" tanya Jody sambil tersenyum.
"Iya tapi Sekarang Annet sudah menikah dan punya Anak senang kelihatannya Aku datang mungkin bisa curhat kalau rumahtangganya lagi kacau suaminya nganggur jualannya sepi Annet ingin kerja lagi tapi malu minta sama Bos Richard lagi katanya," tutur Loka sambil mengambil sepatu suaminya dan menempatkan pada tempatnya.
"Si Annet mau kerja lagi masih cantik nggak?" tanya Jody sambil mengambil teh hangat yang baru di hidangkan Loka istrinya.
"Kenapa Mas bertanya begitu? cewek ya cantik lah apalagi kalau melihatnya dengan perasaan cinta!" timpal Loka merasa suaminya mulai genit.
"Oh, eh maksudku kan kalau kerja seperti dulu harus jaga penampilan, mungkin Bos Richard bisa terima kalau masih bisa menjual penampilan juga suaranya masih bagus. Maksudku itu Sayang!" jawab Jody merasa keceplosan. Ternyata Loka sensitif juga sekarang merasa protektif pada Dirinya.
Loka hanya diam mendengar penuturan Jody, beralih mengambil tas kemeja suaminya yang di simpan Jody di sandaran sofa dan di simpan pada tempatnya.
"Kok Kamu kelihatan marah saat Aku bilang masih cantik pada wanita lain?" selidik Jody sambil mencolek dagu istrinya yang semakin kinclong karena suka Jody bawa ke salon ternama setelah Loka duduk di sampingnya.
"Mas itu suami Aku! nggak boleh ada yang ganggu siapapun Mas sudah janji nggak akan ninggalin Aku apapun yang terjadi sampai maut memisahkan Kita, itu janji Mas saat akad nikah dulu! ingat nggak?" ucap Loka sambil memandang wajah Jody di sampingnya.
"Iya Loka Sayang Aku ingat, Kamu segalanya buatku kini hanya Ada Aku sama Kamu di sini. Kita kan sudah bebas melakukan apapun karena Kita sudah suami istri," jawab Jody sambil memeluk Loka yang cemberut.
Loka tersenyum sambil memeluk bahu Jody dan Jody membelai Loka dengan sayangnya.
Biasanya Jody suka minta servis plus kalau pulang kantor masih siang, tapi kali ini Loka tunggu tak bilang apapun.
"Gimana keadaan temanmu itu menurut pandangan Kamu Sayang?" tanya Jody sambil mengamati wajah cantik istrinya.
"Iya Mas, kasihan Annet sudah punya Anak tapi kelihatannya nggak harmonis sama suaminya, suaminya nganggur jadi banyak permasalahan dari ekonomi dan keluarganya, lagian itu bukan Anaknya Jefry tapi Anaknya Zen yang kini masih di penjara."
__ADS_1
"Hadeuuuh komplek juga permasalahan Si Annet itu. Tapi Si Annet nya usaha kan?" tanya Jody lagi.
"Annet tidak tinggal di perumahan komplek Mas tapi di kios tempat jualan kuenya." Loka mulai tidak nyambung.
Jody menutup bibir istrinya dengan bibirnya karena gemas mendengar jawaban Loka yang salah paham, selalu begitu langsung menutup pembicaraan dengan merangkum bibir istrinya degan bibir nya.
"Ah Mas! suka tiba-tiba saja, Aku kan belum selesai bicara!" protes Loka saat Jody menciumnya tiba-tiba.
"Aku kangen Kamu Loka, apa Kamu tak kangen Aku kan seharian Kita tak bertemu!" Jody mengalihkan pembicaraan."
"Ah Mas, bukankah yang berpisah lama yang suka kangen bukan berpisah pagi sorenya ketemu lagi?" protes Loka.
"Aku lain Sayang, karena sama Kamu jadi berpisah sehari saja sudah kangen kalau lama namanya nggak tahan!" kawab Jody bisa saja.
"Kok Mas nggak minta jatah? biasanya minta kalau pulang masih agak siangan?"
"Hahaha ... Kamu ingat kebiasaan Aku Sayang. Kalau minta sekarang gimana?"
Jody cemberut di tinggal Loka di ruang keluarga, mengusap selangkangannya yang mulai menggunung.
'Sabar nanti malam kita piknik!' batin Jody menghibur hatinya sendiri.
Habis maghrib Loka nggak sempat masak pesan makan dari makanan pesan antar, Jody pesan sate kambing untuk stamina tempurnya dan Loka minta sate ayam. Mereka makan malam sambil ngobrol masih yang tadi sore mereka menyambung obrolannya.
"Sayang apa Si Annet sekarang kerja atau bisnis apa gitu?" tanya Jody sambil melirik Loka istrinya yang berpakaian tidur dengan leher rendah.
"Iya hanya jualan kue begitu di tempat yang di sewa Ibunya sedang Jefry nggak kerja katanya, Jefry tak kunjung kerja semenjak menikah jadi mereka otomatis memakai tabungan mereka buat sehari-hari karena dari omset jualan kue tak mencukupi. Annet banyak tanya Aku soal kerjaan padahal Aku sudah nggak kerja," jawab Loka dengan kepolosannya.
"Apa Annet serius mau kerja lagi? Anaknya nanti sama siapa?" tanya Jody sambil minum mengakhiri makannya.
"Justru itu mencari kerjaan Mas, tapi Anak yang jadi hambatannya juga kerja apa katanya."
"Suaminya asalnya kerja apa?"
__ADS_1
"Pelayaran, semenjak pulang dan menikah sama Annet nggak kerja lagi kelihatan Annet jadi uring-uringan."
"Tapi Annet cinta sama Jefry kan nggak masalah asal senjatanya memuaskan," jawab Jody dengan berlagak bercanda.
"Apa sih Mas kok jadi ke senjata segala?"
"Emang iya kalau nggak kerja asal bikin puas bisa aman rumahtangga kalau ukurannya uang pasti ribut melulu," tutur Jody dengan pendapatnya.
"Anaknya lucu Mas, sayang orangtuanya berantem melulu," ucap Loka sambil berdiri membereskan meja makan.
"Kamu jadi mau juga punya Anak?" Jody menepuk pinggul Loka yang begitu menggodanya.
"Ya mau lah Mas kan Aku belum punya Anak."
"Kan sudah ada Anakku walau bukan dari rahimmu Loka sama saja kan Anak?"
"Tetap saja pengen ada anak diantara Kita Mas, kenapa ya begitu susah Aku bisa hamil?"
"Ya sudah cerita orang lainnya besok saja, sekarang sholat Isya dulu nanti malam Kita gas lagi yang kenceng tiap malam Kita slalu genjot terus makanya jangan banyak pikiran biar cepet bisa hamil, besok Kita main ke tempat temanku Richard sambil kamu tanya resep sama Istrinya Ameera biar cepat hamil," ucap Jody sambil pindah ke depan TV meninggalkan Loka yang mencuci piring.
"Benar Mas?"
"Iya, Kamu aja duluan Aku masih kenyang."
"Mas katanya mau sholat Isya Aku sudah kok. Mas malah nonton TV katanya mau biar cepat Aku hamil?"
"Siap Sayang, Aku sholat dulu tunggu Aku di kamar ya!"
Loka mengangguk dan berjalan ke kamar sambil mematikan lampu.
********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1