Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Tokcer (Bab penutup)


__ADS_3

Sebulan kemudian ...


"Pap, Mama tidur duluan udah dulu ah bikin konsep gambar rancangan hotelnya," Ameera melepaskan dekapan sebelah tangan Richard di dadanya. Ameera di peluk Richard sambil duduk menghadap laptop sebelah tangannya lagi di mouse dengan gambar bagan bagian denah Hotel yang di rancang kasar biar nanti ada yang di ajukan pada arsitek kontraktor yang akan menanganinya nanti.


Sambil menguap Ameera perlahan bangkit lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Richard dari belakang yang asyik menggambar dengan skala kecil.


Duduk dengan berdempetan itu biasa mereka lakukan di manapun mereka berdua, begitu nyaman menjalani kebersamaan saat diskusi soal apapun.


Terkadang Ameera dengan manja duduk di pangkuan suaminya sambil melihat apa yang di kerjakan Richard atau mengontrol semua laporan juga terkadang sedang melihat dan menonton satu objek yang akhirnya semua buyar karena berasal dari sentuhan, ciuman dan usapan.


Tak habis rasa cinta dan dalam mengekpresikan kasih sayang mereka di manapun selalu ada kemesraan dalam keharmonisan yang di ciptakan bersama.


"Pap bobo yuk." Ameera menyandarkan kepalanya di punggung Richard tangannya di masukin ke dalam baju piyama mengusap-usap dada kekar suaminya.


"Duluan bobonya ya Sayang kan ada Richie dikit lagi nih biar besok di kasih arsiteknya jelas, hanya tinggal denah saja di sesuaikan dengan ukuran aslinya." Richard mencium bibir Ameera sekilas.


"Mama ngantuk Pap, tapi rasanya nggak mau sendiri mau di temenin."


"Kenapa hemght ...?" Richard tersenyum sambil membelai pipi Ameera.


"Perasaan Mama lapar banget tapi ngantuk juga, mau makan apa ya?"


"Biasanya Mama selektif kalau sudah malam nggak makan hanya buah kan? lapar banget emang? Mau pesan makanan?" tanya Richard sambil berhenti memegang mouse dan beralih memandang wajah Ameera dan membelai bibirnya.


Ameera mengangguk lalau memeluk Richard kelihatan sangat manja membuat Richard merasa heran tak biasanya Ameera begitu nempel seperti ini, yang ada Dirinya yang tak mau jauh kalau lagi berduaan begini.


"Sudah pesan aja, mau makan apa tapi jangan makanan terlalu berat ini sudah agak malam Sayang," ucap Richard sambil mengusap usap punggung istrinya.


Richard meraih ponselnya membuka aplikasi yang menjual makanan online lalu memberikannya pada Ameera untuk memilihnya.


"Pap kayaknya kebab hangat enak ya?"

__ADS_1


"Boleh, pesan aja Papa satu ya."


Ameera mengangguk.


"Sambil menunggu makanannya datang Papa selesaikan ini dulu ya habis itu makan dan rehat sejenak lalu bobo ya?"


Ameera bangkit masuk ke kamarnya melihat buah hatinya Richie yang telah pulas di tempat tidurnya lalu Ameera merebahkan tubuhnya sekedar meregangkan persendiannya.


Saat pesanan makanan datang Richard heran di panggil Ameera tak menyahut saat di tengok sudah pulas tidur memeluk guling dalam balutan selimut, saat Richard membangunkan dan menciumnya Ameera bilang buat besok saja karena ngantuk.


Akhirnya Richard juga pulas di samping Ameera yang sudah tak bergerak lagi saking pulas nya.


Paginya ....


Uoooo ... uoooo...


Ameera bangun dalam keadaan mual hebat.


Mau muntah tapi tak ada yang mau dimuntahkan mulutnya terasa pahit perutnya terasa panas dan bergolak kepalanya pusing dan badannya demam.


"Pap, tenangkan dulu Richie mama tiduran lagi rasanya masuk angin ini."


Ameera memejamkan matanya mencoba meredam sakit di kepalanya.


Richard memangku Richie menganti popoknya yang penuh dan sudah bocor walau sebentar lagi satu tahun usianya.


"Papa mimi cucu ..." rengek Richie di sisa tangisnya.


"Iya Sayang, sebentar ya cup jangan nangis lagi, Mama sakit jadi Richie harus tenang."


Richard menarik laci lemari di mana susu sama semua perlengkapannya di simpan, walau masih kaku tapi semua harus bisa di jalaninya, bingung cari air hangat ukurannya bagiamana campuran dinginnya juga takaran susunya tapi Richard pernah membuatnya. Walau hasilnya berantakan.

__ADS_1


Tempat sampah ke tendang, Tumbler air dingin tumpah dan susu berceceran tapi Richie senang menerima dot susu buatan Papanya dan bisa tenang sambil tiduran lagi.


"Sayang Kamu sakit hemght?" bisik Richard menghampiri sambil mengusap rambut Ameera, menempelkan tangannya di leher istrinya yang sedikit demam. Ameera memejamkan matanya dan mengurut kening juga pelipisnya.


"Pap kayaknya Mama mabuk deh ..."


"Maksudnya mabuk apa, Mama salah makan?" Richard tak mengerti arah ucapan istrinya.


"Mama mabuk ini!" tangan Ameera memegang bawah perut Richard sambil mengernyitkan wajahnya tersenyum kaku."


"Ah Mama? Benarkah? jadi program Kita selama ini berhasil? ya ampun Sayang jagoanku begitu tokcer banget. Serius Mama isi lagi?" ucap Richard antusias memeluk dan mencium Ameera.


"Mama tidak mendapatkan tamu bulanan di jadwalnya sudah telat dua minggu, dari kemarin kemarin sudah nggak enak badan malas saja bawaannya pengen selalu disayang dan dekat Papa rasanya pengen di manja aja sepertinya Adik Richie cewek Pap."


"Apapun itu mau cewek juga cowok lagi anugerah bagi Kita Sayang. Papa jadi pengen nengok calon Adiknya Richie sekarang boleh?"


Ameera mengangguk sambil membenamkan kepalanya di dada suaminya.


Baru saja mereka sama-sama melepaskan pakaian Richard kaget melirik tempat tidur Richie kosong.


"Mam, Richie nggak ada di tempat tidurnya!"


Sekilat Richard bangun menyapu pandang seisi ruangan.


"Ih Pa-pa ma-lu da pa-ke ba-ju ..." gelak Richie dengan suara belum fasih nya. Richie sudah main dengan mobil-mobilan nya di ujung tempat tidur.


Richard langsung masuk ke dalam selimut sambil tertawa bersama Ameera. Tak mungkin melanjutkan pertunjukan pagi di hadapan Richie yang sudah bangun.


SELESAI.


Sampai jumpa di novel berikutnya.

__ADS_1


Salam manis dan jangan lupa


baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2