Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Ponsel yang hancur


__ADS_3

Aliyah melongo sambil duduk melihat ponselnya berantakan jadi pecahan kecil.


Dalam ketakutannya Aliyah hanya menatap ponsel kesayangannya saat melihat Richard marah dengan mata merah sambil mondar mandir dengan tegangnya di ruangan kantor Agrowisata.


Aliyah merasa marah tapi tak bisa berbuat apa-apa ponselnya sudah jadi pecahan kecil yang tidak bisa di pergunakan lagi.


Aliyah dengan berlinang air mata berjalan mengambil perlahan bongkahan yang masih tersisa kenapa dirinya harus terlibat dengan masalah rumahtangga Kakaknya yang lagi bertikai? kenapa kebaikannya untuk menyambungkan Kak Richard sama Kak Ameera berakhir dengan seperti ini?


Aliyah menatap Richard yang baru sadar kalau yang di banting adalah ponsel Aliyah adik iparnya.


Richard akhirnya jadi gelagapan sendiri saat Aliyah dengan muka marah lagi menatapnya.

__ADS_1


"Aku benci Kak Richard!" bentak Aliyah sambil menangis.


"Al, maafkan Aku emosi, Aku sangat mencemaskan Ameera juga Anakku Richie..."


"Pantesan Kak Ameera marah dan tidak percaya sama Kak Richard karena Kak Richard menyelesaikan masalahnya dengan emosi! Aku lagi proses menyelesaikan tugas di kampus semua data ada di ponsel ini tidak bisa Kak Richard sabar sedikit? Aku jadi nggak mau membantu lagi memberikan informasi dan menyambungkan pada Kak Ameera sudah jalan aja sendiri cari sendiri sana Kak Ameera! selesaikan sendiri masalahnya jangan libatkan Aku lagi!" ucap Aliyah sambil menangis.


"Al, maafkan Aku. Aku memang emosi dan tidak kontrol merasa itu adalah ponselku nanti Aku akan telepon Benny suruh membelikan Kamu ponsel lagi atau cari sendiri ponsel yang Kamu inginkan...." Richard berusaha menyadari kesalahannya berulangkali mohon maaf.


"Al, sekali lagi minta maaf ya, Aku lupa kalau itu ponsel Kamu, sekarang Aku telpon Benny biar Dia bisa datang ke sini pergilah bersamanya cari lagi ponsel Aku sedang tidak fokus Aku mohon pengertianmu." Richard memohon di hadapan Aliyah mencegat dan menghalangi jalan Aliyah.


"Sudahlah Kak Richard, Aku sudah memaafkan Kak Richard karena semua telah terjadi mau di apain lagi?" Aliyah pergi dan. ketemu Pak Bagas akhirnya Aliyah pulang diantar Pak Bagas yang baru ke kantor sehabis kontrol ke semua wahana dan hari itu begitu banyak pengunjung yang menikmati area wisata di tempat itu.

__ADS_1


Richard menatap Aliyah yang tetap berjalan ke arah jalan pulang dan Pak Bagas menghidupkan mobilnya yang di parkir tidak jauh dari halaman kantor Agrowisata itu yang memandang dengan penuh tanda tanya ada apa?


Kemarahan Richard telah melukai hati Aliyah dan juga merugikan orang lain tentu saja emosi yang tidak terkontrol akan seperti itu kurangnya pengendalian diri dari dalam hati Richard membuat semuanya begitu mudah ingin di selesaikan dan memandang gampang untuk menyelesaikannya masalahnya tetapi tidak semua masalah bisa di sama ratakan seperti itu masalah rumahtangga, masalah persaudaraan dan masalah hubungan kekeluargaan mungkin perlu diselesaikan dengan cara lain dengan cara kekeluargaan juga.


Richard menyadari kesalahannya hari ini kebaikan Aliyah selama ini tetap tidak bisa mengendalikan emosinya.


Tuduhan Ameera yang begitu menyakitkan bagi Richard yang ingin segera ditepisnya ingin segera diluruskan nya tidak semudah membalikan tangan Ameera masih tidak percaya dengan semua apa yang diucapkannya.


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2