Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Kita jalani saja dulu


__ADS_3

"Ameera, jadi aku harus menunggu berapa lama?" Richard memandang Ameera.


"Aku juga tidak tahu Richard, kita jalani saja dulu, sabar ya nanti juga akan ada saatnya." jawab Ameera lembut.


"Tapi kita bertemu setiap hari boleh kan? atau aku kalau kangen kamu malam-malam aku akan menelephon ya Ameera sayang."


"Iya, boleh. Kita akan sama-sama mengerjakan proyek itu, otomatis kita akan ketemu setiap harinya."


"Boleh aku bertanya satu hal yang aku belum tahu?"


"Apa itu Richard?"


"Kapan masa Iddah yang kamu katakan tadi itu akan berakhir?"


"Aku sudah menjalani masa berpisah tiga bulan, jadi masih satu bulan sepuluh hari lagi, memang ada apa Rich?" Ameera kembali menatap wajah simpatik di sampingnya.


"Ameera selesai masa iddah itu boleh aku memegang tanganmu?"


"Rich, pada dasarnya dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran ujung ujungnya pegangan, ciuman dan yang lainnya yang akhirnya mengundang syahwat, ada juga istilahnya ta'aruf tapi aku juga tidak tahu yang sebenarnya, takut salah menjelaskannya tetapi kurang lebih bukan pacaran, tetapi pengenalan kedua belah pihak keluarga dan bertemu dengan niat baik tentunya. Lalu mereka menikah, setelah bertemu dan ada waktu kira-kira dua belas pekan, itu kira-kira ta'aruf."


"Kalau bukan pacaran ta'aruf sendiri artinya apa?"


"Itu tadi ta'aruf adalah sebuah perkenalan atau saling mengenal antara laki-laki dan perempuan untuk maksud tujuan tertentu sesuai dengan ajaran Islam. Proses ta'aruf ini dilakukan dengan pengenalan antara pihak keluarga laki-laki dengan pihak keluarga perempuan."


"Berarti kita gak bisa ta'aruf lagi? karena kita sudah saling mengenal? jadi kita pacaran saja!" Richard tersenyum.


"Richard kalaupun aku sudah bebas masa Iddah tidak bisa kita pacaran seintens yang kita inginkan, pacaran berlebihan hanya akan mendatangkan maksiat, semua itu ada aturannya."


"Ameera, masa aku memegang tangan kamu saja nggak boleh ya sedikit saja masa tidak ada toleransinya?"


"Heeee ...Rich, hasrat dan nafsu semua berawal dari toleransi longgar yang diciptakan sendiri oleh orang-orang, seakan semua itu biasa dan lumrah di jalani, semua berawal dari tatapan pegangan dan sentuhan akan menimbulkan reaksi berlebihan di tubuh kita makanya semua itu kita hindarkan sejak awal."


"Baiklah Ameera, tapi kalau lupa mohon dimaafkan ya!"


Ameera tertawa kecil, tapi Richard kelihatan cemberut, Ameera tahu seperti apa keinginan setiap pasangan saat pacaran, walau salah tetap saja ada alasan untuk sekedar bersentuhan.


Ameera memegang jemari Richard, dan meremasnya untuk pertama kalinya.


"Maaf Richard, aku juga tak bisa sepenuhnya mengikuti aturan yang seharusnya, tapi kalau masih dalam batas yang kita anggap wajar saja. Asal jangan membenarkan semua tindakan yang kita lakukan itu. Salah ya tetap saja salah."


"Ameera!"


"Hemght?"


"Aku baru kali ini merasakan jatuh cinta, kata orang memang berjuta rasanya, itu benar adanya, izinkan aku bahagiakan kamu, aku akan jadi pelindungmu setiap saat kamu butuh aku. Aku siap dengan sepenuh hati." Richard balik menggenggam erat jemari Ameera.


"Makasih Richard untuk cintamu yang begitu besar, tapi biarkan aku mencintaimu secara wajar, jangan mencintaiku secara berlebihan aku hanya manusia biasa banyak kurang dan bukan seorang yang sempurna."

__ADS_1


"Tapi aku akan mencintaimu dengan sempurna, itu janjiku, dan kamu akan melihat juga merasakannya." Richard meyakinkan Ameera.


"Richard, sudah sore kita pulang yuk."


"Sebentar lagi sayang, aku belum puas menikmati kebersamaan ini." Richard masih saja menggenggam tangan Ameera. Ingin rasanya menciumnya dan menempelkan di wajahnya.


"Richard, dahaga cinta tak akan puas dengan meminum lautan, ikhlas dan sabar kuncinya, ingat itu."


Richard mengerti tersenyum dan mengangguk. Menatap wajah cantik yang selalu mengganggu konsentrasi dan hari-harinya.


"Ayo kita pulang Rich, jangan banyak yang di langgar dulu karena perjalanan kita masih panjang."


******


"Malam Bos, maaf baru masuk malam ini."


"Di kira lo masih belum mau masuk!"


"Heeeee ...."


"Selesai semuanya?"


"Yang mana Bos?"


"Urusan nikah lo, sudah beres?"


"Gimana rasanya?"


"Rasa apa Bos?" Benny berlagak nggak ngerti.


"Rasa sampai nggak bisa bangun dan jalan!"


"Haaa ... seperti itulah, tak bisa di jabarkan semuanya, pokoknya marathon segalanya."


"Hebat lo ya! sudah nggak anggap gue teman lo, atasan lo, apalagi sodara!"


"Ya Ampuuuuun maaf banget Bos ... semua di luar rencana, tadinya aku ngobrol, begitulah pacaran selalu menuntut lebih, Aku takut kebablasan kalau terlalu sering dekat dan bersentuhan, idenya mendadak aku ajak Hanna menikah dia menyambutnya sore itu juga kami bertemu Kakaknya Hanna langsung mendatangi pemuka agama, akhirnya kami sah jadi suami istri."


"Lo nggak butuh gue apa?"


"Waduh, bukan begitu Bos, sudah terlalu banyak yang Bos beri pada kami, kalau memang ada jalan keluar terbaik kenapa kami tidak memilih jalan itu? nanti kalau rumah aku sudah selesai dan aku bisa mengumpulkan kembali uang kami akan meresmikan pernikahan ini."


"Setidaknya kalau ngomong dulu aku bisa beri kamu bantuan, apa susahnya ngomong?"


"Kami kebelet nikah banget Bos, tapi Alhamdulillah di syukuri saja, sekarang aku sama Hanna bebas melakukan apapun."


"Kalau itu mau lo ya sudah."

__ADS_1


"Terus kalau si Hanna lo nikahin, masih mau kerja nggak?"


"Aku sih nggak maksa, tapi dia mau pikir-pikir dulu katanya, karena kami fokus mau punya anak."


"Kalau si Hanna nggak kerja yang urus gue siapa nanti?"


"Kan ada Bu Ameera Bos!"


"Dasar! kapan itu?"


"Ya segerakan lah!"


"Benny, gue sudah jadian sama Ameera, dia sudah jadi pacar gue, tinggal seperti lo gue menikahinya."


"Hah, apa? wah surprise banget Bos. Gimana ceritanya?"


"Pokoknya panjang, tapi gue boro-boro bisa ngapa-ngapain dia baru sedikit menyentuh tangannya."


"Haaaaa ... pasti begitu! jangan heran, tapi itu akan memacu rasa penasaran kita, sabar dan konsekuen semua ada prosesnya."


******


Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️



Jodohku Di Depan Mata


By :Mphoon


Blurb :


Eldren dan Aldrich adalah saudara kandung yang dibuang oleh keluarganya di suatu tempat.


Kemudian mereka ditemukan oleh sepasang suami istri yang rela menolong nya lalu menjadikan mereka sebagai anak adopsi yang sah.


Al dan El memiliki kisah cinta yang sangat berbeda, walaupun sikap Al terbilang lebih dingin.


Tetapi mereka tetap saling menyayangin satu sama lain, meskipun caranya memang terlihat sangat unik.


Bagaimana kehidupan El dan Al selanjutnya ?


Apakah mereka bisa menemukan cintanya dengan benar ? ataukah mereka salah orang.


Lalu balas budi apa yang mereka berikan pada keluarga adopsinya ?


Akankah El dan Al adalah tipe pria seperti kacang yang lupa pada kulitnya.

__ADS_1


Mari kita simak cerita selengkapnya di bab berikutnya.


__ADS_2