Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Pindahan Annet


__ADS_3

"Loka, ciuman itu adalah awal dari semuanya, ikuti saja apa yang duda itu lakukan, biarin dia menikmati semua keinginannya, sampai harta tersembunyi lo dia temukan, lo akan merasakan gelanyar aneh di tubuh lo dan lo akan menjadi tegang juga panas tak terbendung menginginkan sesuatu yang lebih." Annet memandang wajah tanpa ekspresi Loka.


"Apa itu sesuatu?" tambah Loka sambil sedikit senyum.


"Hadeuuuuuuuh ... sesuatu permainan yang lebih Loka, habis itu kamu pasti ketagihan, ingin selalu menikmatinya."


"Mungkin nanti kalau aku sudah menikah baru aku bisa praktekkan."


"Lo serius emang sama duda temannya Bos Richard itu." cecar Annet.


"Dia serius, tapi akunya yang meragu karena aku merasa tak sepadan sama dia, aku telah dibawa ke tempat keluarganya, ke tempat kerjanya, aku begitu jauh berbeda Annet aku hanya seorang penyanyi klab malam. Tapi kelihatannya Mas Jody begitu serius dan berjanji padaku suatu saat akan datang pada orang tuaku dan meminta restu nya." jawab Loka dengan muka datar saja, tak antusias tak sumringah atau bahagia berlebihan.


"Kenapa lo merasa nggak sepadan emang seperti apa kehidupannya keluarga duda itu? lo harus bisa buktikan kalau penyanyi klub malam juga bisa menjadi lebih baik, bisa punya masa depan tidak hanya menjadi tontonan dan hiburan juga pemuas nafsu, tetapi kita juga harus mengambil keuntungan dari perhatian orang-orang di lingkungan kita." Annet panjang kali lebar memberikan semangat.


"Tapi sepertinya kalau aku menikah sama Mas Jody aku nggak kerja di klab malam lagi Annet."


"Ya ngapain kamu masih harus kerja? kan sudah ada suamimu yang bertanggung jawab tidak hanya menikmati tubuhmu setiap malamnya, kerja kita cukup melayaninya masa harus kerja cari nafkah juga? keenakan laki-laki kalau gitu."


"Iya Annet, Mas Jody sepertinya sudah nggak tahan mau serius sama aku, karena dia telah diberi ultimatum sama keluarganya kalau sampai rumah tangga kali ini tidak benar lagi Mas Jody pasti akan dikenakan sanksi dari keluarganya."


"Pasti pengen serius sama kamu Loka, dia sudah begitu pengalaman tetapi kamu begitu sulit ditaklukan, ya paling satu-satunya jalan yaitu dia menuntut untuk serius biar cepet mencicipi kamu."


"Gimana menurut kamu Annet?"


"Kamu cinta nggak sama duda itu? cinta sama apanya? gantengnya, kaya nya? apa permainannya?"


"Aku nggak tahu, tapi aku suka saja."


"Kalau sudah suka ya lanjut saja, gitu aja ribet banget. Kok jadi lo yang curhat bukan gue sih?"


"Heeeee ... lagian kamu curhatnya aku nggak faham."


"Lo kan masih di sini, gue mau pindah kost di sana, sambil cari mangsa baru di sana, tempat ini nggak di bayar lagi Bos Richard gimana lo mau lanjut di sini apa pindah juga? atau ikut lagi jauh sama gue?"


"Waduh gitu ya? mana duit aku kemarin sudah di kasih buat orangtua, gimana ya? bulan ini udah bayar apa belum?"

__ADS_1


"Tanya aja sama si asisten dingin Benny, kalau nggak minta bayarin sana sama duda pacar lo itu."


"Gue malu Annet, tapi sepertinya pasti dia ngasih."


"Ya pasti ngasih lah, lha dia telah menikmati bibir lo, kalau nggak ngasih jangan pernah lo kasih apapun." Annet sedikit bercanda.


"Tapi dia baru icip bibir aku doang Annet." Loka begitu jujur membuat Annet merasa geli sendiri.


"Iya itu baru permulaan, besok-besok pasti minta yang lainnya."


"Ah, kamu suka ngaco aja deh."


"Terus aku gimana Annet?" Loka seperti begitu tak ingin di tinggal sendiri.


"Mending lo ikut gue aja, biar gue ada temannya, mau?"


"Aku mikir-mikir, kalau nggak aku bilang sama Mas Jody dulu."


"Ya elah, masa urusan tinggal saja harus runding? kan lo belum jadi istrinya masih bebas Loka, kecuali lo udah jadi istrinya baru semua di runding kan." tutur Annet.


"Terserah lo aja Loka, pokoknya hari ini gue pindah tempat tinggal."


"Gimana kalau aku bilang dulu Mas Jody? kalau diizinkan aku nyusul kamu ke sana?"


"Oke, Loka kalau nanti di klab ada Bos Richard tolong lihat seperti apa ceweknya? soalnya gue penasaran banget."


"Sepertinya aku nggak pernah lihat Bos ada di klab malam Annet."


"Masa? berarti sama seperti gue nggak pernah melihat Bos Richard sama sekali! kemana tuh orang seperti hantu saja."


"Mungkin lagi keluar kota, atau pulang ke tempat orangtuannya, atau sudah menikah dan tinggal di rumahnya."


"Bos Richard menikah? haaa ... siapa cewek yang bisa bertahan jadi istrinya Loka? Tante-Tante? Bu Vanny? Jesica? Linda? dan sederet wanita yang gue kenal tiap malam ceweknya ganti-ganti yang sempit yang longgar dia cicip, asal dia suka tancap terus! terakhir kontrak gue bertahan tiga bulanan dah itu end semuanya."


"Annet kamu di kontrak tiga bulan ngapain aja?" tanya Loka dengan polosnya.

__ADS_1


"Paling gue nemenin dia ngobrol Loka, ya elah ... lo polos apa benar-benar sedikitpun lo nggak ngerti tentang urusan seperti gue sama Bos Richard? Loka gue layani segalanya terutama kebutuhan dia di ranjang kapanpun dia mau dan minta, pokoknya itu, mau semalam suntuk mau siang mau malam pokoknya kita harus bugar dan siap pakai."


Loka hanya diam, entah bingung apa kurang faham, cuma dalam hatinya berkata, 'apa memang ada dunia seperti yang Annet katakan? bukankah kalau kontrak itu rumah atau apa saja, masa orang di kontrak?'


"Annet, apa kamu menikmati kontrak itu? apa kamu nikmatin? kebersamaannya atau duitnya yang banyak?"


"Yang pasti dua-duanya Loka, kita kan saling memberi dan menerima, memberi kepuasan dan gue terima imbalannya."


"Annet kamu kan sudah pernah kontrak, sudah berhubungan luar dalam, sekarang kata kamu udahan kontraknya, aku tanya nih akan seperti apa perasaan kamu saat bertemu suatu saat sama orang yang pernah berhubungan?"


"Aku nggak tahu Loka, mungkin mau mengulang karena kangen, atau malu karena kehidupan kita sudah berbeda, atau juga biasa saja." Annet merasa belum pernah bertemu dengan Richard sampai saat ini.


Memang terasa aneh mungkin bagi Annet, pertanyaan Loka kadang sulit di mengerti.


"Dulu aku pernah di kasih nasehat sama guru ngajiku, kalau nanti pacaran jangan segala di kasih sama pacar kita katanya, karena kalau tidak jadi sampai menikah kamu akan malu saat bertemu katanya."


"Mungkin akan seperti itu Loka, tapi gue sama Jefry mau serius suatu saat nanti, kita saling cinta dan sudah saling memberi."


"Apa kamu yakin dia jodohmu? kenapa kamu begitu gegabah memberikan sesuatu yang berharga di diri kamu pada yang belum pasti menurutku, mungkin saja seiring berjalannya waktu semua berubah tidak seperti apa yang kita rencanakan?"


"Aku simpel saja Loka, semua atas dasar suka sama suka, jadi semua tak ada yang akan di sesali seperti kehidupan yang kita pilih, bukan untuk di sesali tapi di nikmatin."


Annet menjawab begitu praktis, memang pikiran liarnya begitu pintar dalam segala hal, jangankan pertanyaan seorang Loka, Annet sanggup memikirkan yang jauh di luar jangkauan orang lain.


*****


Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️



Novel ke 2 ku, tolong hargai ya.


Kisah seorang gadis yang terjebak dengan perjanjian bos-nya... Ia sudah janji kepada diri sendiri agar tidak jatuh kepada sang bos namun sayang ia mengingkari janji-nya sendiri dan jatuh kepada sang bos-nya.


Bagaimana kisah mereka? Apakah cinta Nesa terbalas?

__ADS_1


Yuk langsung baca aja


__ADS_2