Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Tertawa lepas.


__ADS_3

"Jod, kalau Lo bisa dan malam ini sempat atau besok temani Gue ke kantor polisi ya biar semua cepet beres. Malam ini biar kita pantau keadaan Benny semoga ada perubahan," ucap Richard sambil menatap wajah Jody.


"Baik Bos tapi Aku pulang dulu ya lihat istriku apa sudah beres bikin kuenya? Pagi Aku kondisikan kerjaan dulu Kita bertemu di mana?" jawab Benny diiringi tertawa.


"Ya lah, Aku juga pulang dulu Kita bareng aja mobil Aku tinggal di sini takut Hanna perlu kasihan Ameera menunggu dari pagi, Kita bertemu di kantorku saja."


"Baik, sepertinya Kita nggak bisa pisah dari istri Kita walau cuma sehari ya!" tutur Jody seakan itulah keadaannya


"Betul itu Jody, ternyata seorang istri itu bukan main dan sangat luar biasa memberi kenyamanan bagi Kita apalagi sudah ada Anak rasanya sempurna hidup ini, malam selalu di tunggu dan siang selalu saling menanti tak ada kebahagiaan lain dalam hidupku kini selain melihat Istriku tersenyum." Richard dengan jujur mengungkapkan perasaannya sendiri.


"Betul Bos, makanya saat Aku kesal lebih baik Aku pergi menghindar saja dari pada salah paham dan nanti ngambek ujung-ujungnya tidur di beri punggung makanya Aku sabar bantuin bungkus kue kalau tahu Kakakku pasti tertawa karena itu saran dari Dia mencari kesibukan untuk Loka biar tidak kelihatan muram terus."


"Ya sudah Kita pulang saja sekarang biar Aku pamit dulu sama Hanna sambil lihat kondisi Benny," ucap Richard sambil bangkit membayar minuman mereka.


Mereka berjalan ke ruangan di mana Benny di rawat.

__ADS_1


Tak terlihat dokter juga perawat di dalam ruangan itu. Tapi Hanna lagi menyuapi Benny yang terlihat meringis.


"Alhamdulillah Jod, kelihatan Benny sudah siuman ternyata lama juga Kita ngobrol ya? sampai Kita tidak tahu kapan Benny mulai sadar."


"Syukurlah jadi Kita besok bisa ke kantor polisi kalau begini."


"Alhamdulillah Hanna, Benny akhirnya sadar juga karena Benny harus istirahat Aku juga sudah kucel begini dari pagi lanjut saja istirahat di sini ya Ben besok ngobrol panjangnya Aku sama Jody pulang dulu mobil Aku tinggal di sini takut Kamu ada perlu Aku pulang ikut Jody besok Aku langsung ke kantor polisi memberikan keterangan. Tenang saja pulihkan dulu semuanya Aku sudah tahu apa yang harus Aku lakukan dan langkah apa yang mesti Aku ambil." Richard bicara panjang sambil menyerahkan kunci mobil pada Hanna.


"Iya Bos, makasih untuk waktunya," jawab Hanna sambil mengangguk.


Setelah pamit Richard dan Jody keluar menyusuri lorong Rumah Sakit menuju parkiran di mana mobil Jody berada.


"Bos nggak nge-gym lagi? biasanya paling rajin kalau urusan stamina?" tanya Jody sambil menghidupkan mobilnya.


"Aku sibuk akhir akhir ini Jod, urus proyek baru di lahan Agrowisata rencana penambahan mau di bangun hotel baru karena area yang masih luas dan mencukupi untuk satu hotel bintang lima nantinya."

__ADS_1


"Widih ... mantap tuh Bos, berkah punya istri rupanya."


"Alhamdulillah Jody di bilang begitu bisa jadi juga Ameera menginginkan Hotel khusus Keluarga adanya Ameera di sampingku kini hidupku jadi terkonsep dengan rapi semua terkontrol sampai pada hal kecil ada yang mengatur, Ameera mulai membagi tugas dengan adiknya Aliyah begitu juga di kantor kini mulai Aku kader kan Adik perempuanku Andrea sangat membantu banget jadi Aku bisa bulan madu setiap saat Jody!"


"Hahahaha... nggak jauh dari itu ternyata ujung ujungnya Bos."


"Menikmati hidup memang apalagi? puas tidur, makan dan melakukan hal yang tak bisa bersama orang yang Kita Sayang bukankah begitu?"


"Ya, ya ya ... kadang Aku berpikir untuk apa tiap hari Kita kerja mencari materi kalau bukan utuk tiga hal itu? Banyak duit harta berlimpah kalau tak bisa tidur tersiksa apalagi tidur sendiri."


Kedua sahabat itu tertawa lepas.


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2