
"Sudah merasa enakkan sekarang? minum yang banyak aku tebus dulu obatnya ya." Hanna menatap Bos Richard yang mulai tenang.
Richard memandang Hanna dan mengangguk, Richard merapatkan selimut ke dadanya. Sebelumnya Hanna mengambil gelas kosong dari tangan Richard lalu beranjak keluar mau menebus obat di apotik.
Richard mengakui hanya Hanna dan Benny yang paling dekat dalam hidupnya saat ini, Rasa sayang pada keduanya setimpal dengan kesetiaan Hanna dan Benny sendiri mengabdikan hidupnya pada Richard dan pekerjaan mereka.
Richard menganggap Hanna adalah Kakaknya walau secara usia entah tua siapa.
Tak ada kekurangan dalam diri Bos mereka. Kebaikannya pada semua karyawannya, disiplin dalam pekerjaan, semangat dalam bekerja, loyalitas terhadap rekan bisnis, juga teknik otak bisnisnya yang luar biasa satu kekurangan yang Hanna dan Benny selalu bertentangan tapi tak bisa menentangnya yaitu prinsipnya yang tak ingin berumahtangga dan hidup bebas dengan wanita yang di sukanya.
Mengikuti nafsunya memenuhi keinginan kesukaannya yaitu main dengan perempuan yang di sukanya.
Hanna hanya menarik nafas panjang saat mengingat kala Bos Richard sakit, pasti hanya dirinya dan Benny yang di andalkan.
Miris memang dengan kekayaan yang berlimpah hanya karena bertentangan prinsip Bos Richard jauh dengan orang tua, saudara perempuan satu-satunya Andrea masih kuliah belum bisa diandalkan dalam bekerja untuk membantu pekerjaan Kakaknya di sini.
Bapaknya Richard sama Mamanya sudah lama tak berkunjung ke sini, jika mereka datang ke sini selalu saja ujungnya Richard pasti marah-marah setelah kepergian kedua orang tuanya, sepertinya kedua orang tuanya sama sekali tidak setuju dengan prinsip Richard yang mengabaikan untuk segera berumah tangga dan memiliki keluarga.
Richard juga sama mempertahankan hobinya, kesenangannya hidup bebas dengan berganti-ganti perempuan.
Tak salah memang semua orang tua berharap baik terhadap anak-anaknya, ingin melihat anak hidup mandiri bukan hanya sukses dalam bisnis dan pekerjaan tetapi sukses juga mengelola rumah tangga punya keluarga punya anak sebagai generasi selanjutnya, keluarga tempat pulang yang sebenarnya bisa menatap masa depan dan merencanakan masa depan dengan keluarga.
Hanna berpikir, kenapa Richard sampai keracunan makanan? memakan sesuatu yang tidak biasa dimakannya. Ada apa dengan siapa Richard bertemu?
Itu menjadi sesuatu yang di luar kebiasaan Richard, Bos paling apik dan selektif nggak pernah makan yang aneh-aneh dan semua yang di suka dan tak di suka Hanna tahu, tapi itu semua hanya ada di pikiran Hanna saja.
Sampai Apotik Hanna menyerahkan resep dan tak lama membayarnya, lalu balik lagi karena Apotik tidak terlalu jauh dari Hotel tempatnya bekerja.
Masuk kamar kembali kelihatan Richard lagi berbaring tapi tidak tidur, datang Hanna langsung saja duduk.
Gimana mulai enakan sekarang? ini obatnya tapi harus ada yang di makan dulu, baru bisa minum obat.
__ADS_1
"Sepertinya aku nggak minum obat juga udah sembuh, Aku pengen tahu kabar yang dibawa Benny tapi kenapa Benny begitu lama?" Richard seperti gelisah sendiri.
"Nggak bisa begitu, obat itu harus di minum, kalau nanti kambuh lagi gimana? ini sudah aku tebus obatnya, pokoknya makan dulu sedikit minum obat baru istirahat. Jangan mikirin yang lain dan jangan berpikiran yang macam-macam dulu yang penting sembuh saja dulu titik. Aku ambilkan makanan dulu." Hanna seperti nggak suka tingkah Richard yang kekanak-kanakan dalam hal yang satu ini.
"Hanna aku sudah sembuh, hanya aku cemas saja."
"Oh, tidak bisa! obat harus di minum. Cemas? cemas kenapa?" Hanna memandang atasannya.
"Aku takut Ameera sama adiknya kenapa-napa."
"Ameera yang punya vila sebelah? yang pernah datang berkunjung ke sini? emang apa urusannya sama dia?"
"Aku tadi siang makan bareng sama dia juga adiknya Aliyah, aku ikut menu yang dia pesan tak tahunya pedasnya minta ampun."
"Bos janjian sama dia?" Hanna penuh keheranan dan mulai curiga walau Benny pernah ngobrol tentang semua itu tapi Hanna kurang begitu jelas.
"Aku ketemu dia di Mall pas aku mau pulang, habis ngobrol sama temanku Jody, lantas ngobrol-ngobrol dan lanjut makan bareng."
"Wow ... rupanya ada pandangan lain, sepertinya sudah ganti selera sekarang." Hanna mulai mengerti.
"Sepertinya ada proyek hati juga ini?"
"Kok kamu ngomongnya begitu?"
"Aku sama Abang Benny berharap seperti itu Bos!"
"Tapi aku tak berharap banyak Hanna, aku hanya kagum saja, perbedaan kami sangat jomplang dan dan banyak, aku sadar diri aku begitu tidak pantas tetapi aku mencoba untuk bekerja sama dengan orang baik seperti keluarga Ameera."
"Kok baru kali ini aku dengar semangat bos tidak berkobar seperti pada keinginan-keinginan yang lain?"
"Hanna, aku mulai berpikir mendengar apa yang kedua orang tuaku sarankan walaupun aku tidak bisa sekaligus. Tapi semua itu bukan karena Ameera aku selalu ngobrol dengan sahabat lamaku yang datang kembali di kehidupanku yaitu Jody."
__ADS_1
"Jadi, Jody yang sedikit banyak memberikan masukan, perubahan dalam kehidupan Bos?"
"Ya, aku merasa terpanggil saja dia memberikan pencerahan dengan ceritanya walaupun dia sendiri belum sepenuhnya seratus persen menjadi orang yang lebih baik tetapi setidaknya dia telah memulainya.
"Alhamdulillah. Jadi bukan Ameera yang memberikan inspirasi perubahan pada diri Bos?"
"Bukan, Ameera hanya sosok seorang perempuan yang datang di hadapanku yang membuat aku malu dengan segala kekotoran dan kehidupanku yang bebas dengan segala kehinaan ku. Tadinya aku begitu bangga tapi setelah sadar itu salah aku begitu malu dengan keadaanku dan kehidupanku."
"Oke, secepat itu Bos akan bekerjasama dengan keluarga Ameera? jadi sama Ameera Bos itu ngobrol-ngobrol tentang proyek saja?"
"Tidak, pembahasan proyek belum sampai pada titik deal, karena aku belum bertemu orang tuanya Ameera aku berencana ingin meninjau dulu lokasinya, aku kan pelajari dulu, aku tertarik dengan semua programnya aku akan investasi di situ dan mungkin akan ada pembagian saham dan saya akan menyimpan orang di sana."
"Saya hanya berharap ada kebaikan dalam kerjasama yang akan dilakukan, Bu Ameera kelihatan orang baik dari keluarga terpandang keturunan pesantren dari Bapaknya orangtuanya punya peranan penting di yayasan Al-Ikhlas."
"Kamu kan orang sini Hanna, Yayasan apa Al-Ikhlas itu?"
"Yayasan yang mewadahi pesantren, sekolah di beberapa tingkatan dari TK sampai sekolah atas juga bidang bisnis lainnya, seperti ada mini market usaha angkutan transportasi kalau nggak salah tour dan wisata hanya itu yang saya tahu tapi mungkin masih ada yang lainnya."
"Banyak juga ya usahanya."
*****
Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️
Judul : Bad Wife
Author : Oktiyan
BLURB.
__ADS_1
"Sudahlah, pergi! jangan sok suci kau. Seperti baru di pakai saja." ucap Pria itu yang baru saja melihat tubuh Hanum dengan balutan selimut berdiri, dengan mode kesakitan dan menahan sesuatu seperti mengejan. Ia menatap Hanum berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan.
Hanum masih menangis setelah ingin meraih tas, dan trolly kebersihannya. Menjadi pengganti house keeper di kamar 501 adalah awal kesengsaraan hidupnya, dan Hanum kembali bertemu dengan pria itu. Hanum bagai berada dalam roller coaster yang membuat ia tersanjung tinggi, namun dihempaskan paling terdalam.