
"Jef, sebenarnya kamu kerja di mana?" tanya Annet sambil menyuapi Zedan yang tak mau diam dan benar-benar aktif.
"Aku kerja di kantor ..."
"Ah, kantor apaan?" tanya Annet lagi dengan nada heran.
"Iya, kantor travel dan wisata milik seseorang yang sangat baik waktu itu Aku sedang nongkrong di warung soto Bapak itu sakit karena tidak bisa bawa kendaraan habis makan dan bertemu temannya di warung itu temanku suruh Aku ya Aku ikhlas aja mengantar Bapak itu, waktu pulang Aku dikasih amplop tapi Aku tidak terima terus Aku jawab kalau boleh minta pekerjaan demi meyelamatkan rumahtanggaku? mungkin Bapak itu kasihan sama Aku akhirnya mikir dan suruh Aku datang esok harinya ya sampai sekarang Aku bekerja udah dua minggu lebih."
"Benarkah? Jef kalau Kamu bener kerjanya dan bisa mencukupi keluarga Kita Aku akan berhenti saja kerja, Aku ingin jadi ibu rumah tangga saja sebenarnya dari kemarin juga Aku sudah berpikir seperti itu Aku begitu tidak tega meninggalkan Zedan diasuh hanya dengan mu kalau malam kalau siang Aku bisa mengasuhnya sambil ikut menjaga toko kue ini," ucap Annet memperlihatkan sorot mata yang gembira.
"Semoga saja ini pekerjaan yang Aku harapkan selama ini bisa cocok dalam segala hal dan bisa menutupi memenuhi kebutuhan Kita nantinya, Aku jujur saja betah di lingkungan kerja baru menjadi salah satu teamwork walaupun dua minggu ini mungkin sebagai adaptasi awal yang perlu perjuangan untuk memasukkan diriku ke dalam lingkungan baru."
__ADS_1
"Seperti itulah kerja Jef, untuk menjaga agar Kita betah banyak hal yang harus Kita korbankan Aku senang mendengarnya Kamu betah semoga ini menjadi jalan kita," ucap Annet membuat tentram hati Jef.
"Iya Annet, maafkan Aku, Aku orang yang tidak bisa memberimu kenyamanan sejak berumah tangga tetapi itu juga Aku tegaskan bukan niat dan keinginanku Aku ingin ketenangan dalam rumah tangga biarlah masa lalu mu dan masa laluku berlalu begitu saja kita sambut masa depan dengan lebih baik lagi."
"Maafkan Aku juga Jef, aku orang yang tidak sabaran Aku tidak menuntut banyak darimu Aku sadar diriku juga tidak bisa membantu lebih pada keluargaku untuk menunjang membantu suamiku tetapi setidaknya kalau di antara Kita ada kegiatan sekecil apapun pasti akan ada pemasukan dan Kita bisa merencanakan masa depan sebelum Anak Kita gede dan memerlukan biaya lebih."
"Betul Annet, Aku mencintaimu dan mencintai Anakmu."
"Katakan Annet ada apa? semua masalah tidak akan selesai hanya di pendam dalam hati." Jef terlihat mendekat ke arah di mana Annet duduk.
"Jef, Aku dengar Ayahnya Zedan telah keluar dari penjara Aku hanya meminta pendapatmu seandainya Dia menginginkan bertemu bolehkah Aku pertemukan Zedan dengan Ayahnya?"
__ADS_1
Jef terlihat tertegun Dirinya tak menyangka istrinya Annet akan berbicara seperti itu memang pada dasarnya hak Anak untuk tahu siapa Ayahnya dan semua orang tidak menjadikan semua itu masalah selagi Kita masing-masing masih bisa berjalan pada keinginan dan jalan yang benar juga saling menjaga perasaan satu sama lain perasaan pasangan masing-masing.
"Kamu tahu dari mana?"
"Ada saja orang yang menyampaikan padaku, Aku hanya ingin Zedan diakui dan pengakuan itu menjadi tenang hatiku Jef, bukan untuk hal lain juga Zen biar tahu kalau Zedan adalah Anak biologisnya."
"Annet, sebaiknya memang begitu Anak harus diperkenalkan kepada Ayahnya dan sebagai Ayah juga harus tahu karena hanya seorang Ibu yang tahu siapa Bapak biologisnya, kapan dan di mana biar Aku antar sekalian Aku kenalan dengan laki-laki masa lalu mu."
"Jef benarkah? terimakasih Sayang Kamu begitu mengerti tadinya Aku merasa begitu berat menyampaikan ini tetapi sepahit apapun tetap harus Aku sampaikan. Zedan harus tahu Ayahnya dan dan Zen juga harus tahu kalau Zedan adalah putranya."
*******
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️