Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Diamnya Hanna


__ADS_3

"Bang, kenapa Abang belum tidur ini sudah malam besok sudah harus kerja lagi kan?" ucap Hanna saat melihat Benny suaminya malah ngerokok dan duduk di sofa kecil ruangan kamar hotel.


Hanna duduk di pinggir tempat tidur sambil memandang Benny suaminya.


Benny mematikan rokoknya dan menghampiri Hanna Istrinya.


"Maafkan Aku Hanna keadaan lagi tidak baik baik saja di Hotel dan masalah Bos yang belum ada penyelesaian sampai saat ini, Aku orang yang paling bertanggung jawab pada semua yang terjadi di sini dan Aku ingin mengembalikan kepada keadaan semula terutama tanggung jawabku terlalu besar terhadap Richard Dia adalah temanku Dia adalah atasanku kebaikannya melebihi segalanya kepada keluargaku dan juga kepadaku sudah sepantasnya Aku menjadi orang yang bertugas menjaga kelancaran rumah tangganya keamanan hotelnya dan menjaga bisnisnya," ucap Benny mengusap pipi Hanna Istrinya yang sudah lama tidak di sentuhnya bahkan Benny lupa kapan terakhir menyentuh istrinya karena kesibukannya.


"Tidurlah semoga semua cepat selesai masalahnya besok Kita ngobrol lagi sekarang Kita istirahat ya," ucap Benny sambil menatap Hanna yang hanya diam.


Hanna merebahkan tubuhnya di susul Benny dengan menarik selimut. Hanna memeluk Benny yang hanya diam saja karena kelelahan hanya dalam hitungan menit sudah ngorok.


Hanna memandang wajah suaminya dan bermonolog dengan hatinya.

__ADS_1


'Kapan Abang punya waktu banyak buatku Bang? rasanya semua waktu habis untuk tanggung jawab pekerjaan. Aku kangen abang seperti saat Kita baru menikah Bang! Abang bisa menengok Aku sampai tiga kali semalam belum siang hari kalau bertemu suka nyempetin juga. Kapan Aku bisa hamil dan punya Anak kayak Bu Ameera? kalau hubungan suami isti Kita tak di perhatikan, saat Aku mau Abang capek, lelah, ngantuk dan seabrek alasan lainnya, giliran Abang mau Aku lagi datang bulan!'


Hanna mengusap usap perut suaminya di dalam selimut tapi Benny tetap tidur pulas malah membalikkan tubuhnya membelakangi Hanna.


Akhirnya Hanna juga tidur dalam lelah, berharap paginya saat tenaga terkumpul dan biasanya suasana pagi berbeda siapa tahu kalau dirinya usap usap Si Abang jadi balik menuntut haknya.


Baru saja terdengar kumandang adzan subuh telepon Benny sudah berdering.


Hanna ingat dan sudah melek tapi malah menutupi badannya dengan selimut, Benny menggeliat dan langsung bangun duduk lalu menelepon balik.


"Aku nggak bisa tidur, Kamu langsung jemput Aku ke sini Aku mau ke villa ya jangan terlalu siang," ucap Richard di ujung sebrang jauh sambungan telepon.


"Baik Bos Aku sekarang langsung mandi!" jawab Benny sambil menutup pembicaraan di telepon.

__ADS_1


Hanna hanya diam mendengarkan tak berani protes soal apapun kalau soal Richard dan pekerjaan pada Benny karena jawabannya sudah pasti begitu dan itu itu aja.


'Hanna jangan menyamakan perasaanku padamu juga pada Richard dan Bu Ameera jelas semua beda, Padamu Aku begitu mencintaimu tapi meminta dan menuntut pengertian kalau Aku sama Richard juga sudah kayak saudara sendiri Aku di bebankan tanggung jawab yang begitu besar jadi Aku berusaha amanah dalam menjalankannya.


Menjaga Richard, rumahtangganya, juga bisnisnya itu bagian dari hidupku seperti juga Richard sendiri bagaimana kebaikannya pada Kita pada keluargaku apapun yang Aku inginkan semua Richard tutupi,' selalu saja jawaban itu.


Benny langsung ke kamar mandi dan terdengar shower yang di nyalakan, Hanna merasa di cuekin dan membiarkan Benny suaminya berdandan sendiri dengan pakaian yang telah dirinya siapkan dari sore.


Hanna paling suka mendandani suaminya apalagi kalau sudah berpakaian rapi Benny terlihat gagah dan tampan dengan pembawaannya yang kalem dan postur tubuhnya hampir seperti Richard tinggi gede tapi tidak terlalu brewokan membuat Hanna senang saja melihatnya.


Hanna senang memeluknya saat sudah wangi dan merasa bangga bisa ada di samping suaminya menjadi orang penting dalam hidupnya tapi kini Hanna merasa di cuekin tak di sentuh barang se-colek pun.


"Sayang, Aku berangkat duluan jemput dulu Bos di rumah mertuanya, ketemu sarapan ya!"

__ADS_1


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2