
"Sayang sekarang bagian Aku ya!" ucap Jody sambil mendekap tubuh Istrinya.
Loka mengangguk setelah dirinya mendapat kepuasan semua cairan kenikmatan habis Jody sesap, asal jangan salah menyampaikan saja sama istrinya biar tidak berabe menerangkannya kalau itu tidak bisa bikin hamil walau kemakan tapi itu ****** ***** yang sebenarnya.
"Loka Aku mau Kamu menyayang burungku, turunkan sepertiku tadi kepalamu sampai mulutmu menemukannya."
"Mas, gede begini masuk nggak di mulutku?" ucap Loka dari bawah sana memegang sesuatu yang tegang dengan ukuran jumbo.
"Masuk lah Sayang!"
Jody mulai meringis sambil mendesah dan Loka mulai menyukai permainan ini sampai Jody merasa tegang dan mengerang panjang akhirnya menembakkan semua amunisinya.
Loka tersedak setelah menelan semua hasil tembakan suaminya.
"Ih Mas banyak banget sayang nggak di masukkan ke rahimku!"
Jody tertawa sambil merangkul Loka yang duduk masih batuk-batuk.
__ADS_1
"Kok kamu tahu kalau itu bibit kehidupan?" tanya Jody di kira Loka mau protes lengket, bau dan lain-lain tapi malah membayangkan di buang sembarangan bukan di tanam pada tempat semestinya
"Aku kan pernah sekolah juga belajar ilmu pengetahuan alam dan reproduksi kalau itu adalah ber milyar milyar bibit sel telor seandainya masuk dan di buahi."
"Waw pintar banget istriku, maaf ya Aku hanya ingin membuat Kamu senang saja Sayang masih banyak bibit unggul yang siap Aku tembakkan kapanpun karena kini sudah lelah Kita bobok dulu ya?" ajak Jody sambil mengusap kepala Loka yang belum berpakaian dan mendekapnya dengan penuh sayang.
"Mas, sekali saja Kita nginep di rumahku lagi malam minggu besok ya?" pinta Loka dengan mencium pipi Jody.
"Ya sudah tapi habis itu Kita nginep juga di Hotel ya hitung-hitung cari suasana baru sambil lihat temanmu yang kata Kamu kerja lagi di Hotelnya Richard, nggak apa-apa Kamu dulu menghibur tamu sekarang Kita yang cari hiburan gimana Sayang mau ya?"
"Kalau Aku menyumbangkan lagu boleh nggak Mas?
"Ih, dulu Mas Jody genit banget kalau duduk selalu mepetin Aku padahal tempat duduknya masih luas dan tangannya nakal banget membuat Aku takut selalu saja merayap ke mana sukanya," jujur Loka mengatai suaminya kini.
"Hahaha ... karena Aku penasaran Sayang dan akhirnya semua bisa Aku miliki. Ah Loka sayang Aku cinta banget sama Kamu, Kamu benar-benar ori dan membuat Aku ingin memeluk Kamu selamanya."
"Mas sudah kenceng lagi nih!"
__ADS_1
"Kali ini Aku tanam ya?"
"Iya Mas."
"Kamu benar-benar buat Aku senang Sayang selalu saja mengerti."
Ke sekian kali mereka berpagutan, dan Loka begitu senang tangannya mengelus elus senjata kesayangan itu saat Jody tenggelam di dada suburnya.
Ajakan tidur Jody berubah jadi kegiatan yang sangat menyenangkan bagi keduanya. Kali ini Jody memperlihatkan kemampuan maksimalnya dengan gagah membuat Loka megap-megap.
Tak ada kata bosan malah semakin mengeksplor gaya dan cara mereka menyenangkan pasangan mereka.
Jody dengan semangat menyelesaikan tugasnya sampai keringat membasahi dari tiap pori-pori nya, tapi Jody merasa puas saat melihat Loka juga tepar dengan banyak tanda merah di dadanya dan Jody merasa bangga saat melihatnya hanya dirinya yang bisa merambah Istrinya.
Jody menyelimuti istrinya sebelum bangun ke kamar mandi membersihkan diri.
********
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️