
"Jangan tidur dong, sayang!"
"Aku nggak tidur, malah mau bangun haus banget." sahut Ameera sambil mencari-cari pakaiannya.
"Nggak usah bangun biar aku yang ambilkan, di sini saja tunggu, mau apalagi hemght ... minum saja?" ucap Richard sambil mencium bibir Ameera yang bersiap mau bangun.
Ameera tersenyum mengangguk, memang babak yang sangat melelahkan menikmati kegagahan suaminya, yang seperti tak capek menyalurkan hasratnya.
Richard bangun mengenakan celana boxer nya berjalan keluar menuju kulkas. Mengambil minuman dan membawanya kembali.
"Bangun sayang nih minumannya, kamu nggak apa-apa kan?" Richard mengulurkan tangannya biar Ameera bangun.
"Enggak, capek aja butuh penyesuaian." Ameera tersenyum manja, membuat Richard mengangguk mengerti.
"Oke kita ke taman rehat dulu, atau duduk di sofa sambil minum, nanti aku cari pakaian kamu dulu, Richard celingukan dan menemukan pakaian istrinya ada di bawah bantal.
"Perlu aku gendong, atau aku bopong?" Richard memegang tangan Ameera.
"Rich! kenapa kamu perlakukan aku seperti itu? aku kuat, aku sehat, aku bisa hanya capek doang nanti juga biasa lagi."
"Sayang, aku akan melayani mu sebisanya, kamu telah memberiku kenikmatan, aku telah menyemai sesuatu yang berharga di perutmu jadi aku akan menjagamu."
"Aku juga begitu menikmatinya Rich, semoga itu jadi buah cinta kita."
"Aamiin sayang, ayo mau di mana minumnya?"
__ADS_1
"Sepertinya keluar kamar di taman enak, sambil mengeringkan keringat." jawab Ameera sambil turun menyimpulkan tali pakaian tidurnya dengan longgar, sehingga begitu saja sedikit terbuka bagian depannya.
Richard begitu suka dengan penampilan menantang istrinya, berbanding terbalik saat keluar kamar semua serba tertutup.
Richard membuka penyekat pintu kaca sambil membawa minuman di tangannya, udara dingin Puncak menyeruak menyergapnya terasa sejuk dan nyaman.
Mereka duduk sambil minum di kursi teras, memandang bulan yang redup dan bintang gemintang yang berkelip, taman yang begitu asri dan riak kolam renang di ujung taman begitu menenangkan.
Semilir angin menidurkan dedaunan dan bunga yang sedikit bergoyang di nina bobokan senyap nya malam.
Ameera menyandarkan kepalanya di bahu Richard sambil memeluk sebelah lengannya, berkali-kali Richard mencium kepala Ameera dan mengusap membelai rambutnya.
"Kamu harus siap dengan permainanku sayang, rasanya seminggu kedepan masih belum puas kita menikmati kebersamaan siang malam."
Ameera tak menjawab, begitu ingin dirinya memuaskan suaminya, yang sejak sah menikah baru kali ini bisa melayaninya.
Sesekali mereka berpandangan, dan memulai kembali berciuman dengan panasnya.
"Sayang, kita masuk lagi ya, sudah terasa dingin di sini."
Ameera mengangguk, sambil tangannya tak lepas dari pinggang Richard.
Richard membopong kembali istrinya walau Ameera menolak, tapi Richard memaksa, sekilat berjalan seperti tak merasakan beban yang berat, berjalan melewati pintu dengan Ameera begitu erat mendekapnya.
"Makasih sayang sudah mau bopong aku, padahal aku tak suka karena takut jatuh." ucap Ameera dalam dekapan Richard.
__ADS_1
"Haaaa ... itu alasannya? masa aku tega jatuhkan kamu, paling juga jatuh di pelukan aku."
"Aku takut ketinggian Rich, mungkin naluri perempuan banget ya?"
"Kalau takut ketinggian nggak bisa eksplor gaya main kita dong?"
"Itu lain lagi, tapi masa adaptasi yang standar saja dulu, aku mau tahu seberapa hebat kemapuan suamiku ini tanpa bantuan aku." canda Ameera seperti menantang Richard yang hanya senyum dengan mata sayu.
"Jangan menantang aku sayang, nanti kamu kewalahan sendiri, lihat saja malam ini baru jam sepuluh mau memasuki babak ke dua, sampai pagi masih bisa aku selesaikan beberapa kali lagi, jangan sampai kamu nggak bisa bangun, aku akan merasa bersalah."
"Aku merinding mendengarnya sayang, tapi begitu ingin merasakannya."
Ameera! hobby ku adalah main, bukan seperti orang lain mancing, utak-atik kendaraan, atau pelihara burung, bagiku mancing hasrat bersama istri adalah yang paling menyenangkan, utak-atik kendaraan apa enak dan puasnya? mengutak-atik istri sendiri adalah yang lebih aku suka, atau pelihara burung? menghabiskan waktu amat, mending pelihara burung sendiri di rawat sebaik mungkin untuk kepuasan kita bersama, istri akan puas juga aku sendiri bangga memilikinya."
"Hobby yang unik, tapi aku juga suka Rich, aku jatuh cinta sama kamu karena melihat kamu begitu serius, dan punya mata sangat nakal, seperti mengincar setiap waktu."
"Ah, Ameera! kok gitu? sekarang aku sudah tidak mengincar kamu lagi, sudah dapat dan aku nikmati, Ternyata kamu benar pintar segalanya, pintar banget mainnya dan satu lagi berani menantang aku!"
Ameera tertawa di sambut senyuman lebar Richard, dan ciuman bertubi-tubi. Babak kedua di mulai.
Malam merambat mengiringi ******* Ameera, dan suara decakan becek berirama yang mengundang gairah dan di akhiri erangan panjang Richard, mereka menikmati perpaduan rindu mereka yang tanpa batas, hanya di selesaikan dengan satu babak ke babak berikutnya.
Sepertinya keduanya begitu sama-sama menyukainya, sama-sama menikmatinya dan sama-sama begitu haus penyatuan kebersamaan.
Menjelang shubuh Richard tepar tertidur di belahan dada Ameera, Di usap kepala dan rambutnya pun sudah tak bergerak lagi.
__ADS_1
Ameera tersenyum, dan mendekapnya kembali, Richard semakin pulas seperti di nina bobokan dalam kehangatan dan kenyamanan.