
Deru suara mobil di halaman pasti itu suara mobil Bang Benny tapi Hanna pura-pura tidur sambil memeluk keponakan laki-lakinya yang begitu nempel kalau Hanna datang karena Hanna memang memanjakannya juga.
Terdengar Benny bicara sama Kakaknya di luar karena rumahnya jejeran sama rumah peninggalan orangtuanya yang di peruntukkan buat Hanna.
Benny terdengar membuka pintu depan dan langsung masuk kamar yang pintunya tidak di tutup rapat tertegun melihat istrinya seperti sudah tidur. Benny yakin Hanna belum tidur hanya diam saja entah ada apa yang di pikirannya.
"Han, Aku datang nih! Kamu sudah tidur?" sapa Benny sambil mencolek lengan Hanna yang tidur membelakangi pintu.
Hanna tak menjawab tetap saja dalam posisinya.
"Hanna, ada apa? kenapa pulang ke sini dan mau menginap tanpa bilang dulu?"
"Abang pikir saja sendiri!"
"Loh loh loh ... makanya Aku tanya karena Aku nggak ngerti."
"Apa salahnya Aku pulang ke sini? di sini Aku bisa bicara sama Kakak, Kakak iparku, sama keponakanmu, Aku butuh teman Bang hanya sekedar untuk ngobrol saja Aku tak punya! Kita seperti hidup di dua alam yang berbeda akhir-akhir ini, Abang datang dan pergi begitu saja Aku sebagai istri merasa tak di perlukan lagi teruslah begitu Bang sampai Aku gila sendiri!" Hanna bicara sambil bangun dan duduk dengan air mata tak terbendung lagi.
__ADS_1
Benny tertegun, terhenyak dalam berdirinya lalu duduk di pinggir tempat tidur menatap Hanna dengan perasaan bersalah.
"Hanna, Kamu tahu Aku begitu sibuk karena di hotel sedang tidak baik-baik saja, maafkan Aku selama ini bukan untuk mengabaikan mu tapi Aku ingin menyelesaikan dulu masalah semuanya," ucap Benny dengan suara lembut.
"Aku jadi istri seperti tak berguna! jadi buat apa Abang cari Aku?" ketus dan marah suara Hanna campur isakan.
Benny tertawa sambil meraih pundak Hanna tapi Hanna menolaknya dengan menghindar dan bergeser duduknya.
"Hanna Aku cari Kamu karena Aku butuh Kamu, Aku sayang dan cinta sama Kamu Aku tak pamit pagi karena Aku berangkat lebih awal dan kelihatan Kamu masih tidur lalu saat pulang malam Kamu sudah tidur duluan Aku takut mengganggu Kamu yang lagi istirahat juga habis capek bekerja jadi Aku tak berani membangunkan Kamu."
"Hanna, faktanya memang seperti itu Aku hanya lagi sibuk saja, sudahlah jangan marah marah nanti cepet tua," jawab Benny dengan maksud menggoda.
"Biar sampai tua juga Aku nggak bakal punya Anak!"
"Loh, kata siapa? itu bukan kuasa Kita. Aku selalu berdo'a setiap waktu juga mungkin sekarang belum saat yang tepat dalam pandangan Yang Maha Kuasa kalau Kita punya Anak sekarang masih banyak hal yang harus Kita selesaikan."
"Terserah Abang, Aku mau tidur!"
__ADS_1
Hanna tidur dengan membelakangi Benny suaminya.
Benny tersenyum melihat punggung Hanna yang terisak, kesibukan akhir-akhir ini membuatnya tak sempat bisa bersama istrinya bahkan Benny lupa kapan terakhir berhubungan suami istri dan semua serba buru-buru memang Dirinya bersalah sampai akhirnya Hanna ngambek merasa di cuekin dan merasa tak di butuhkan lagi.
Benny mengusap usap punggung Hanna dan rambutnya tapi Hanna tetap diam tak bereaksi apapun.
Hanya airmata yang tak bisa di bendung Hanna tak bisa di sembunyikan lagi membuat Benny diam hanya memandang Hanna dengan perasaan bersalah, hati Benny jadi terenyuh merasa dirinya tak jadi yang sempurna tak jadi seseorang yang bertanggungjawab bagi istrinya.
"Hanna Aku minta maaf, Kamu tahu Bos Richard sedang bermasalah..."
"Abang jangan bawa masalah orang lain dan pekerjaan ke sini, di sini adalah rumahtangga Kita yang harus Kita pertahankan dan Kita jaga. Aku sudah lama mau punya Anak Aku merasa sedih dan sendiri kalau Abang sudah tidak butuh Aku pergilah buat apa rumah tangga Kita kalau semua habis untuk melayani orang lain? Aku istrimu yang berhak atas diri Abang tapi kenapa bertemu saja Kita hampir tidak pernah lagi, pada siapa Aku berkeluh kesah? jangankan seperti dulu bisa mesra dan bersenda gurau juga bercanda apa akan seperti ini terus rumahtangga Kita? Aku tidak meminta waktu banyak karena Aku juga tahu Kita sama-sama kerja tapi tak adakah sedikit waktu buat kebersamaan Kita?"
Deg! Benny merasa tersindir.
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1