Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Acting Andrea


__ADS_3

"Sayang Richard, habiskan dulu makannya, minum obat dan juga istirahat. Ingat kata dokter harus banyak istirahat dan jangan terlalu banyak interaksi dengan siapapun, kecuali sama aku yang mengurus mu." Andrea menyimpan makanan yang belum habis tapi Richard menolaknya, Andrea memberi minum sambil mengangkat sedikit punggung Richard yang makan sambil bersender di bantal setengah duduk.


"Iya sayang, itu temanku yang menengok masa aku nggak beri hanya satu ucapan terimakasih dan basa-basi saja?" jawab Richard tanpa melihat wajah Annet, hanya memandang Andrea dan sesekali memejamkan matanya.


"Kata kamu nggak ada pengecualian karena ingin cepat sembuh dan bisa istirahat. bahkan Mama sama Papamu juga kamu suruh istirahat di hotel karena terlalu menghawatirkan kamu seperti aku yang begitu khawatir sama kamu." sahut Andrea sambil menggenggam tangan Richard.


Richard balik mencium tangan Andrea sambil memejamkan matanya.


"Maaf Richard, kalau kedatangan kami mengganggu waktu istirahat kamu, apa tak kamu perkenalkan siapa wanita ini padaku?"


"Sudah, sudah mungkin lain kali kita bisa ngobrol dengan semua sahabatmu Richard, Aku tidak suka kamu begitu akrab dengan semua teman kamu! terlebih saat ini saat kamu butuh waktu istirahat" jawab Andrea tanpa melihat Annet dan Zen yang berdiri mematung.


"An jangan begitu itu sahabatku! Zen adalah bagian dari The Rich juga."


"Sahabat apa? hanya teman ngobrol pengisi waktu kesepian kamu saja? jadi berapa banyak perempuan dan teman kamu yang akan mengganggu istirahat kamu? jadi kapan sembuhnya kamu? kecuali dia relasi bisnis kamu! aku masih bisa mengerti!" Andrea begitu ngotot, Richard pengen ketawa bisa juga acting nih bocil!


"Annet hanya temanku sayang An ... kenapa kamu jadi marah marah?"


"Aku mengerti semua yang kamu sebut teman punya cerita masing-masing bagi kamu Richard! bukankan kamu telah berjanji pada kekasihmu dan orangtuamu kalau kamu akan meninggalkan semua masa lalu itu? kamu akan berubah bukan?" ucap Andrea lagi.

__ADS_1


"Aku sudah berubah An, aku telah memulai kehidupan baru dan mulai berpikir masa depan dengan orang yang aku cintai, aku ingin buktikan pada kedua orangtuaku kalau aku serius memikirkan masa depan."


"Syukurlah kalau kamu tak lupa diri lagi! dan ingat bermula dari kunjungan sahabat semua bisa merubah tujuan awal kamu! jangan sampai itu terjadi tak ada guna lagi semua kepercayaan orangtua dan calon istri kamu."


"Aku selalu ingat itu sayang."


Deg! hati Annet merasa tertohok, Richard punya calon istri? sejak kapan? bukankan dalan kamus hidup Richard nggak ada namanya pacar? tunangan? calon istri? dan seorang istri, rumah tangga dan anak? setahu dirinya Richard hanya Richard dan wanita dirinya sukai dan selalu ngantri mengelilinginya.


Annet merasa tersindir dan sedikit tersinggung, tapi depan Richard Annet harus tampak tetap manis, oke kali ini tak bisa dekat mau tak mau dirinya harus mundur dan merelakan momen kali ini tak bisa bermanis manja sama Richard, tapi sudah bertemu juga telah mengobati rasa kangennya.


Walau dalam hatinya Annet ingin menjambak wanita di samping Richard, yang begitu sombong. 'Semua boleh sombong selama Richard suka, tapi kalau sudah bosan seperti pada dirinya apa yang mau di sombongkan?"


"Baiklah Rich, aku memang datang bukan pada waktu yang tepat mungkin lain kali bisa kita bertemu dan ngobrol lagi kalau begitu istirahatlah seperti apa yang kekasihmu katakan, akan ada saat yang tepat kita bisa ngobrol lagi."


Annet menghampiri Richard, tapi Richard memejamkan matanya, Annet tahu Richard menghindarinya. Annet mengusap tangan Richard tanpa memperdulikan wanita yang ada di sisi Richard.


"Oke Rich aku balik dulu ya cepet sehat dan kembali jadi jagoan!" ucap Annet membuat jengah hati Andrea adiknya yang dari tadi tak memperlihatkan wajah bersahabat.


Richard membuka mata dan mengangguk, lalu memejamkan kembali matanya.

__ADS_1


Annet mundur Zen maju memegang pergelangan tangan Richard, seakan memberi semangat.


"Sehat kembali Bos." ucap Zen. Richard tersenyum tak mengucapkan sepatah kata apapun.


Berdua keluar diantar tatapan nggak suka Andrea.


******


Sambil menunggu up Masa Lalu Sang Presdir baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun juga beri hadiah ya🙏



Blurb :


Hanna merupakan istri yang ceria dan manja. Namun, karena suatu ketika dia mendengar kata-kata menyakitkan dari suaminya membuat hati wanita itu sakit dan berniat berubah menjadi wanita tegar.


"Hanna bagaikan noda hitam yang melekat pada pakaian ku. Kalau bukan karena bakti ku pada orang tua. Sudah dari dulu aku meninggalkan nya!" ujar Reza pada temannya.


Degg.

__ADS_1


Hanna memeluk kotak bekalnya erat. dia tak menyangka suaminya bisa sejahat itu menyamankan dirinya dengan noda hitam.


"Baiklah, Mas. Mulai saat ini aku akan berubah, jangan salahkan sikap ku yang nantinya akan membuat mu pusing tujuh keliling!" gumam Hanna dengan mata yang mengajak sungai.


__ADS_2