Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Teringat kencan terakhir


__ADS_3

'Annet, beri aku senyuman kamu yang begitu manis sehingga aku tak bisa melupakanmu.'


Annet masih ingat saat dirinya berpisah dengan Jefry, ucapannya, usapannya, ciumannya yang begitu panas selalu menghangatkan tiap malam-malamnya, tatapannya dan sesuatu yang mereka ulang-ulang tanpa bosan Jef meminta dan menuntut itu, kurang lebih sebulan mereka hidup bareng siang dan malam.


Menikmati kebersamaan penuh cinta luar dalam, tapi semua ada akhirnya. Sampai juga pada waktunya Jef harus berangkat lagi membawa kenangan manisnya hubungan mereka.


Perbedaan faham antara keduanya begitu kentara, Jef yang menuntut serius hubungan mereka walau jauh untuk bisa bersatu, tapi begitu di mengerti ingin di ketahui orangtua keduanya.


Tuntutan yang tidak berlebihan sebenarnya, tetapi sulit Annet kabulkan entah dengan pertimbangan apa, Apa salahnya mereka bawa hubungan itu pada orangtua keduanya, tetapi Annet tetap pada prinsipnya, nanti juga ada saatnya. Selalu itu dan itu yang menjadi alasan di hadapan Jefry kekasihnya.


Mungkin pemikiran Annet semuanya kalau sudah di ketahui orangtua begitu tak bisa leluasa dalam bekerja, ambisi mengumpulkan pundi-pundi uang di rekeningnya menjadi terhambat.


Sekarang Bos Richard sudah tak butuh lagi dirinya tapi kenapa di pindah juga kerjanya? itu menjadi pertanyaan Annet yang ingin di tanyakan pada manajer Alvin juga pada asisten pribadi nya Bos Richard yaitu Benny juga pada Richard sendiri yang sekarang menutup akses begitu drastis pada dirinya.


Annet walau tak terima, tapi tak bisa berbuat apa-apa pada aturan, selagi Annet masih mau kerja di situ apapun yang diberikan aturan pada dirinya semua adalah perintah yang harus ditaati.


Ingin rasanya Annet bertemu Bos Richard walau sekali saja, bahkan kalau harus melihat wanita baru yang begitu mengalihkan perhatian Bos Richard sendiri, seperti apa orangnya? Annet merasa drinya lebih dari yang lainnya.


Rasa penasaran Annet begitu kuat, ya! seperti apa wanita barunya Bos Richard? Tak mungkin dirinya di abaikan kalau bukan sudah ada wanita lain yang menggantikannya, mengisi hunian mewahnya, menikmati semua fasilitas nomor satu dan kehangatan Richard setiap saat.


Satu yang belum Annet lupa dan selalu ingin di ulangnya permainan luar biasa Richard, belum bisa mengalahkan siapapun termasuk kekasihnya Jefry, walaupun secara tubuh sama idealnya.


Mengingat semua itu ada rasa tak rela Annet dan ingin mencari cara biar bisa masuk lagi ke kamar super istimewa itu. Membiarkan Richard menikmati tubuhnya dan dirinya juga merasakan kepuasan yang selalu menagih.


'Apa aku harus mencari tahu semua dari Mbak Hanna orang yang mengurus segala keperluan Richard?'


'Tapi apa bisa nggak ya? sepertinya Mbak Hanna tak punya peranan dalam mempengaruhi Bos Richard, mungkin juga Benny, apa biasa si dingin itu di andalkan untuk kepentingan dirinya?'


Ah! Annet jadi uring-uringan sendiri sambil mengemas pakaiannya, menatap wajah sahabatnya Loka yang masih tidur begitu polos tanpa beban.


Enak kali hidup seperti Loka ya? nggak punya beban apapun gak punya ambisi seperti dirinya.


Honor nyanyi berapapun diterima tanpa protes, juga tanpa sampingan apapun seperti dirinya dari tips pengunjung sudah pasti lebih banyak Annet, karena dirinya bisa dibilang lebih senior disitu dan lebih punya banyak penggemar di klub malam tempatnya menyanyi.


Tapi entah kenapa Annet nggak pernah puas dengan pencapaiannya selama ini, malah pikiran gilanya ingin menguasai diri Richard dan bila memungkinkan ingin memiliki seperti apa yang di miliki Richard.

__ADS_1


Annet tahu, masa lalu Richard sama saja seperti dirinya, menjual diri dan kenikmatan untuk meraih cita-citanya.


Kenapa enggak dengan dirinya? Annet rasa dirinya bisa melakukan apapun yang ujung-ujungnya ada duit.


Sayang, sekarang desahannya di bawah tubuh Richard yang begitu di rindukannya telah berakhir, Richard mungkin telah memiliki cewek baru yang pasti lebih segalanya, Annet harus cari cara selain harus lebih cantik dan seksi satu harus bisa bertemu Richard di manapun itu.


Otak Annet begitu tak bisa lepas dari ingatan tentang Richard, semua perhatiannya, senyumnya juga beringasnya saat mereka main.


"Woooooi bangun! lo tidur lelap banget emang habis ngapain sama pacar duda mu itu?"


"Ih Annet, orang lagi enak tidur ngapain sih ganggu?" Loka kelihatan ngantuk banget.


"Lagian lo tidur aja kayak kebo, gue mau curhat lo tidur mulu dari tadi! bangun apa?" Annet menarik tangan Loka yang masih terkantuk-kantuk.


"Curhat apa sih Annet? aku nanti malam kerja biarin aku tidur dulu." Loka menjatuhkan lagi kepalanya ke bantal.


"Eh, Loka. Gue bilang bangun! gue nggak ada teman ngobrol."


Akhirnya Loka bangun mengucek matanya, mengikat rambutnya dan duduk bersila di hadapan Annet masih di tempat tidur.


"Ya punya lah, masa orang hidup nggak punya kemauan?"


"Tapi hidup lo itu kelihatan santai-santai saja?"


"Memang aku harus gimana? ya sesuai dengan kemampuanku lah, kalau di luar kemampuan itu namanya maksa! ada apa sih nggak jelas banget?"


"Gue di pindah kerja ke klab malam yang di The Rich Hotel yang jauh itu, apa salah gue?"


Annet seperti memendam kekesalan.


"Masa sih? kan penggemar lo di sini banyak banget? Loka kelihatan heran.


"Justru itu pertanyaan gue ada apa? tiba-tiba Bos Alvin panggil gue tanpa keterangan jelas, cuman ngomong seadanya saja biar The Rich Hotel yang di sana bisa naik rating katanya."


"Kenapa nggak lo tanyain pada Big Bosnya langsung bukankan lo begitu dekat?" sungut Annet

__ADS_1


"Gue udah jauh sekarang, nggak pernah ketemu, nggak pernah panggil gue atau telephon gue! pengennya gue santet online kalau bisa! gue kangen permainannya."


"Haaa ... kok lo jadi main hati? bukankan lo sendiri yang mengatakan kalau berhubungan dengan siapapun dengan niat mengumpulkan pundi-pundi rupiah jangan main hati tetapi main taktik?"


"Gue nggak main hati tapi merasa di tendang dengan drastis gitu, oke kalau hubungan pribadi end, tapi kerja masih bisa di sini, kalau di sana gue pasti garing, nggak ada saweran dan tips pengunjung, gue harus merintis lagi semuanya dari awal sampai gue bisa di kenal pengunjung."


"Annet, sepertinya hidup lo nggak siap turun dan ada di bawah, itu hukum alam semua ada atas bawah, maju mundur."


"Kok kamu seperti sudah berpengalaman maju mundur segala? jangan- jangan lo sudah main sama duda itu ya?"


"Main apaan? ciuman juga aku baru kemarin, itu juga Mas Jody yang maksa apa enaknya?"


"Kali ini lo masih selamat tapi kali kedua lo harus hati-hati, lama kelamaan jadi guru private lo tuh duda pengalaman."


"Annet, jujur aku belum bisa main apapun, walau itu sekedar ciuman."


"Mau gue ajarin?"


"Maksud kamu?"


*****


Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️



Blurb :


Arnold Lee adalah anak dari keluarga mafia hingga dirinya kuliah dan bertemu dengan seorang mahasiswi. Pertemuan demi pertemuan membuat Arnold jatuh cinta dan akhirnya Arnold menikah dengan pujaan hatinya saat Arnold lulus kuliah dan berkerja sebagai seorang CEO milik orang tuanya berumur 30 tahun.


Hingga suatu ketika terjadi pembunuhan atas orang tuanya dan dirinya namun sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Arnold baru mengetahui dalang di balik pembunuhan adalah asisten pribadinya bersama istri yang dicintainya.


Arnold sangat dendam dan bersumpah jika dirinya di beri kesempatan hidup dirinya berjanji untuk membalas dendam terhadap orang yang mengkhianati dirinya.


Arnold sangat terkejut ketika dirinya ternyata berinkarnarsi kembali waktu Arnold masih muda berumur 18 tahun.

__ADS_1


Bagaimana cara Arnold balas dendam? Ikuti novelku yang ke 18


__ADS_2