Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Kosong


__ADS_3

Sampai rumah besar yang tampak lengang kelihatan dari luar Richard membuka pintu mobil dan melompat turun dengan bergegas saat Benny baru mengerem mobilnya.


Benny geleng-geleng kepala dibuatnya.


Richard menerobos masuk rumah yang pintunya tak di kunci langsung menuju kamarnya pasti dalam pikirannya Ameera mungkin lagi menangis di kamar.


Perlahan membuka pintu mata Richard hampir melompat mendapatkan kamar dalam keadaannya tampak hening dan kosong, nggak ada suara kicauan Richie kecil yang kaki tangan nya selalu bergerak dan berontak, tak ada Ameera yang perkiraannya lagi nangis di pojokan semua tampak sepi.


Richard membuka lemari semua tampak kosong hanya ada pakaian dirinya beberapa stel dan pakaian Ameera pakaian rumahan. Richard seperti kesurupan berlari ke kamar Aliyah dan membukanya tapi hanya tempat tidur yang begitu licin dan suasana sunyi dengan pewangi ruangan yang lembut.


Richard lari ke kamar mertuanya sama tak ada orang hanya sajadah masih tergelar di samping ranjang mungkin bekas Hj salamah shalat Dhuha sebelum ke villa tadi pagi.


Semua rumah habis dikelilingi dan di sisir sampai ke kamar mandi dan gudang pun Richard buka tetapi tak ada sosok Ameera dan putra kesayangannya Richie di situ.


"Benny!"

__ADS_1


Richard berteriak sekencangnya


Benny yang lagi melihat ponselnya berlari dan mendapatkan Richard lagi duduk dengan kaki di tekuk ke belakang dua-duanya di tengah rumah sambil mengacak acak rambutnya.


"Bos ada apa? gimana Ada Bu Ameera?" tanya Benny di jawab Richard dengan gelengan kepala.


"Mungkin Bu Ameera ke villa Ayo ke sana sekarang!" ajak Benny mengingatkan.


Richard bangkit diikuti Benny.


"Waalaikum salaam..." Benny menjawab.


"Bu, Ibu dari mana? apa Ameera tadi menemui Ibu dan perginya ke mana?" tanya Richard sambil memegang kedua tangan Ibu mertuanya.


"Oh alah, Ameera pergi?" Ibu tidak tahu cuma barusan di telepon Nak Ameera kalau rumah belum di kunci itu saja Ibu belum bertanya jauh keburu di putus dan pulang dulu. Ada apa Nak Richard?" tanya Ibu Hj Salamah malah balik tanya.

__ADS_1


"Ibu Ameera pergi membawa Richie tadi ada kesalahpahaman denganku di hotel belum sempat Aku bicara dan menyampaikan sesuatu Ameera keburu marah dan pergi."


"Ya ampun, apa-apaan Ameera seperti itu? jadi kira-kira ke mana dia pergi bawa Richie? kalau nggak coba telepon saja soalnya tadi Ameera sendiri yang bicara sama Ibu di telepon mungkin di jalan atau di mana kalau Dia menyampaikan 'Ibu pulang dulu ke rumah karena rumah belum dikunci karena Aku buru-buru katanya." Bu Hj Salamah menirukan ucapan Ameera saat menyampaikan pesan tadi.


Richard tak terpikirkan dari tadi kenapa tak menelepon dan langsung merogoh saku celananya menghidupkan ponsel lalu memijit satu nomor yang paling pertama ada di nomor kontaknya.


Semua nihil berkali-kali di telepon ponsel Ameera tak menjawab hanya operator selular yang menjawab kalau nomor yang Anda panggil sedang tidak aktif atau di luar jangkauan.


"Bu Aku coba susul ke villa barangkali ada yang bisa Aku tanya di sana dan Ameera juga Richie semoga ada di sana," ucap Richard tampak kalut.


"Pergilah Nak Richard kalau nanti ada kabar ke Ibu pasti Ibu sampaikan pada Nak Richard."


Richard keluar setelah mencium tangan Ibu mertuanya


********

__ADS_1


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2