
"Kamu ada waktu sayang?"
"Aku gantian sama teman, malam ini biar kita bisa berdua Jef!"
"Makasih sayang Annet, sepertinya malam ini akan menjadi milik kita."
Annet tersenyum merangkul leher Jef saat mereka sampai di kamar vila yang telah disewa selama sebulan dan telah dijalani beberapa hari.
"Annet, rasa kangenku belum sembuh, kamu harus bertanggungjawab, dan bekali aku biar bisa tenang saat kembali lagi berlayar."
"Berlayar lah sesukamu di atas ku Jef, aku juga kangen kamu!"
Kerinduan yang belum tuntas mereka tumpahkan kembali malam itu, Jef begitu liar menjelajahi tubuh kekasih yang begitu di rindukannya, pesona Annet tak bisa hilang dari ingatannya, mungkin dengan cara menuntaskan hasratnya akan berkurang kerinduan nya.
"Jef, kita akan sering melakukan hubungan suami istri begini, aku nggak mau hamil dulu, masih banyak pekerjaan dan PR yang harus aku jalani."
"Nggak akan hamil sayang kan aku pakai pengaman, tapi pulang kedua nanti aku nggak akan memakai pengaman lagi aku akan serius sama kamu setelah aku punya modal buat masa depan kita."
"Apa itu janji kamu Jef?"
"Aku janji, pulang nanti kita menikah."
"Apa bedanya sama sekarang? kita melakukannya tiap bertemu."
"Tapi aku belum siap kita hidup bersama."
"Aku serahkan tubuhku untuk yang pertama sama kamu, aku harap kamu percaya sama aku Jef, aku akan menunggumu."
"Tentu Sayang aku ingat banget saat pertama kali kita melakukannya, aku takkan lupa ekspresi wajahmu yang cantik ini meringis seperti menahan beban yang begitu besar yang akan menghantam mengarah ke tubuhmu."
"Ah Jef, kamu memang nakal!"
"Kamu luar biasa Annet, aku sayang kamu." Jef mulai melucuti pakaiannya menatap tubuh kekasihnya yang begitu menantang untuk ditaklukkan.
"Jef, kamu nggak memakai doping apa-apa kan? biasanya kalau orang dari luar suka bawa obat macam-macam yang aneh-aneh."
"Apaan doping? yang penting fisik yang kuat sayang, lihat jagoan ku begitu perkasa begini masa masih harus pakai doping?"
"Aku menyayangi kamu Jef, takut hasrat mu berlebihan karena doping dan rasa kangen yang memicunya."
"Aku akan memintanya lagi sayang kalau belum puas, kita lakukan malam ini berkali kali ya?"
Annet mengangguk manja. memang Jef juga punya postur tubuh hampir sama seperti Richard, sama-sama gila "main" tak puas hanya sekali atau dua kali, selagi ada hantam terus seperti tak kenal lelah.
__ADS_1
Annet biasa melayani permainan Richard yang begitu berpengalaman, melayani Jef seperti permainan awal-awal mereka, tapi Annet begitu menikmatinya kepuasan Jef adalah servis memuaskan dari kekasih.
Satu babak telah mereka lewati, Annet tepar dan Jef mengerang panjang saat finish telah mereka lalui dan mereka istirahat mengatur nafas mereka sambil pelukan.
"Sayang, apa kabar Ibumu? Aku ajak dong ke rumah kamu." Jef mengusap rambut Annet.
Annet yang kecapean tak segera menjawab hanya mengusap-usap dada Jef yang ada di hadapannya, mengusap basah keringat.
"Aku jarang pulang Jef, mungkin minggu ini aku pulang, aku nyanyi seminggu full, paling bisa pulang siang hari minggunya, makanya aku kost sama teman biar nggak pulang malam kalau habis nyanyi."
"Nanti kalau pulang sama aku ya?"
"Kamu mau memperlihatkan sebagai calon menantu yang baik ya di depan ibuku?"
"Annet, jangan kecewakan aku yang punya niat baik ini, aku serius sama kamu, jangan selingkuh dan berikan tubuhmu sama orang lain."
"Jef! apaan sih seperti itu? aku juga mencintaimu, kamu telah memiliki hatiku aku juga menunggu keseriusan mu tetapi tidak sekarang." Annet berusaha meyakinkan dan menenangkan Jef.
"Annet, aku akan mengirim uang setiap bulannya buat kamu tabung, bolehkah kita mulai punya satu tabungan bersama sebagai tanda keseriusan masa depan kita kamu sama aku?"
"Jangan Jef, untuk kehidupanku aku merasa cukup dari keringatku sendiri, aku takut jadi masalah suatu saat nanti, tabungkan semua hasil kebanggan kamu kerja, aku juga begitu, bukan apa-apa tapi walaupun kita berencana begitu indah tapi yang menentukan bukan kita, aku begitu takut sesuatu terjadi dengan hubungan kita, cukup kita saling jaga saja cinta kita dan perasaan kita, hingga suatu saat kita bertemu lagi."
"Iya Annet, tapi aku tinggalkan kamu dalam waktu yang cukup lama aku takut saat aku pulang nanti kamu telah berubah, aku takut kamu tergoda sama yang lain."
Jef memeluk Annet kembali dan mencium bibir mungil menggairahkan itu.
*****
Kantor Boss Richard.
"Hanna, apa Bos Richard pesan sesuatu padamu?"
"Enggak biasa aja, memang kenapa Bang?" Hanna menatap laki laki simpatik di hadapannya.
"Bos belum pulang sampai saat ini, tadi ngomongnya akan bertemu sahabatnya Jody di cafe di Mall Kota itu. Tapi barusan aku telepon Jody katanya sudah dari tadi pulang sebelum makan siang, juga mereka sudah tidak bersama lagi."
Jadi sudah pulang? Biarin Bang lah, sudah gede ini nanti juga pulang sendiri, paling lagi cari lobang." Hanna menjawab dengan sekenanya.
"Hush! kamu ini ngomong apa? jangan begitu, hidup dia adalah tanggung jawab kita, ingat kita telah sepakat untuk saling menjaga saling melindungi."
"Emang Bos Rich doyannya itu, ya pasti yang carinya itu Bang!"
"Emang kamu nggak doyan? nggak suka, nggak kangen sesuatu?" Benny seakan menyelidik pada Hanna lewat obrolannya.
__ADS_1
"Kenapa Abang jadi sensitif begitu? malah melempar permasalahan padaku? padahal topik pembicaraan di awal adalah Bos Richard."
"Aku hanya ingin tahu Hanna kenapa kamu sampai saat ini masih saja sendiri, dan itu juga pasti menjadi pertanyaan kamu padaku."
Benny mendekati Hanna dan duduk di ujung meja kerjanya.
Hanna nggak enak hati, 'apa Benny melihat sinyal sorot matanya?"
"Kenapa kamu begitu dingin, dan tak sedikitpun memperlihatkan suka pada seseorang?"
"Mak-maksud A-abang apa?"
"Jangan biarkan hatimu sepi, mulailah buka diri.
"A-aku nggak ngerti apapun Bang." Hanna tergagap.
Benny tersenyum sambil beranjak mau keluar, tangannya menepuk pipi Hanna yang melongo asli tak mengerti arah pembicaraan Benny.
"Bang!"
"Aku mau telephon Bos, takut terjadi apa-apa." Benny keluar dari ruangannya. Hanna termangu tak mengerti.
****
Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy readingšā¤ļø
Author : Santi Suki
Judul : Ayu sang Penakluk
Blurb:
Ayu gadis belia yang suka rebahan dan menonton anime sambil ngemil. Kurangnya gerak membuat tubuh Ayu menjadi gendut. Karena tubuhnya yang besar dia dijuluki "Baby Hui". Saat menghadiri pesta ulang tahun Ariesāorang yang disukainya, Ayu dipermalukan di sana, sehingga berjanji akan membalas dendam kepada semua orang yang suka membully dan menghinanya.
Dengan bantuan dan dukungan dari Aprilio, hanya dalam waktu dua Minggu berat badan Ayu turun dari 80kg menjadi 45kg. Penampilan Ayu pun berubah menjadi cantik, langsing dan singset. Membuatnya menjadi incaran para kaum Adam.
Leo salah satu Pangeran Kampus menjadi panik karena kini banyak laki-laki yang suka kepada Ayu. Maka dia pun berbagai cara untuk mendapatkan cinta Ayu.
Setelah berhasil membalas kepada orang yang sudah membully dan menghinanya dahulu, kini Ayu memutuskan untuk mencari cinta sejatinya. Dia dilema harus memilih antara Aries si cinta pertamanya, Leo si Pengagum Rahasia, atau Aprilio yang selalu bersamanya sejak kecil di saat suka maupun duka.
Pilihan Ayu ternyata membuatnya harus banyak melakukan perjuangan dan pengorbanan. Siapakah yang dipilih oleh Ayu?
__ADS_1