Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Pesanan lagi


__ADS_3

Loka buru buru ke kamar mandi hanya cuci muka saja, Jody yang merengut duduk di sofa memandang kesibukan istrinya mengemas semua kardus kue


dan membungkus sisa yang malam belum terbungkus karena masih panas.


Kue harusnya diantar dan mau dipakai jam tujuh pagi ada waktu setengah jam pasti semua selesai.


Jody diam saja masih ngantuk kelihatannya Loka menenteng dua kardus dan sebagian di simpan di depan motor matic nya.


Akhirnya kue samai di tujuan dan Loka menyerahkan dan menerima sisa pembayaran.


Saat pulang Loka memeluk pinggang Jody yang hanya diam saja sambil mengemudikan motornya. Walau dadanya di rapatkan ke punggung Jody tetap diam karena percuma dirinya harus segera mandi dan pergi ke kantor ada janji dengan buyer dan di teruskan ada rapat pagi ini.


"Mas marah ya sama Aku? semalam mau bangunin Mas tapi tidurnya enak banget kelihatannya jadi Aku nggak jadi bangunin Mas."


"Nggak apa-apa Aku senang melihat Kamu sibuk Sayang masih banyak waktu kok, nanti siang Aku pulang istirahat ya," jawab Jody sambil sebelah tangannya memindahkan tangan Loka ke pahanya.


"Baik Mas, mau makan siang apa biar Aku masak nanti," sambut Loka sambil dadanya begitu rapat menempel di punggung Jody.

__ADS_1


"Apa aja Sayang, kalau Kamu yang masak pasti enak seperti enaknya Kamu saat mendesah," goda Jody sambil membelokkan motornya ke halaman rumah mereka.


"Ah, Mas bisa aja kapan Mas bilang nggak enak selalu saja bilang enak, ya sudah masak sop kambing aja ya biar stamina Mas greng nanti."


"Boleh Sayang habis itu Kamu istirahat, Aku langsung mandi ya sudah telat ke kantornya ada janji sama klien juga rapat nanti."


Loka tersenyum dan mengambilkan handuk bagi Jody lalu memberikannya.


Jody memang disiplin walau ingin menyentuh istrinya dari semalam karena dari kemarin kemarin Loka lagi datang bulan tapi kalau urusan kerja tetap konsekuen tak mentang-mentang pimpinan bisa seenaknya mengabaikan janji dan rapat yang telah diagendakan.


Loka biasa mengantar Jody suaminya sampai mobil keluar pekarangan.


"Mas, kalau di sela-sela kosong pesanan boleh bikin kue yang Aku bisa nanti Aku simpan di tokonya Annet?"


"Boleh saja Sayang asal jangan menghabiskan waktu, ingat Kamu Aku izinkan membikin kue dan menerima pesanan sebatas hanya mengisi waktu saja bukan berarti menghabiskan waktu kebersamaan Kita sebagai suami istri jadi aturlah waktu sebisa mungkin."


"Iya Mas Aku faham makasih ya. Soal semalam Aku minta maaf," ucap Loka sambil tersenyum melambaikan tangannya memandang mobil yang di kendarai suaminya sampai hilang di belokan jalan.

__ADS_1


Dengan riang Loka masuk ke rumahnya dan langsung beres beres dan memasak lalu mengontrol bahan yang ada semua aman buat kue yang Dirinya kuasai cara bikinnya kalau nanti ada pesanan lagi paling kurang sedikit sedikit.


Loka melihat lihat ponselnya sebelum mandi ternyata ada pesanan bolu pisang lima. hatinya bersorak kalau di hitung hitung mulai dari sekarang kayaknya selesai sampai Mas Jody istirahat, ini baru jam 9 kalau nggak selesai juga nanti di lanjut yang penting sore selesai.


Loka langsung ambil langkah seribu beli pisang matang ke toko buah-buahan dan lanjut menyediakan bahan lainya. Buat bolu pisang cepat pembuatannya harganya juga lumayan saking asyiknya tak sadar hari sudah siang saja sebelum jam 12 Mas Jody sudah pulang tertegun melihat istrinya masih pakai pakaian yang semalam dan kelihatan belum mandi.


"Mas makan saja dulu sudah Aku masakin Aku selesaikan dulu bolu ini tanggung biar sisanya Aku teruskan setelah Mas berangkat lagi."


"Nggak apa-apa Sayang teruskan saja, apa itu pesanan lagi?"


"Iya Mas, lumayan lima bolu pisang selesai nanti sore Aku bisa menyelesaikan."


Jody makan sendiri sebenarnya hilang selera makan dan selera yang lainnya, tapi melihat sumringah wajah istrinya membuat hati Jody mengalah juga.


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2