
"Ke mana Pak Benny?" tanya Richard pada seorang pegawai yang mengantar makanan sesuai pesanan Benny tadi pagi.
Richard masih mengenakan piyama mandi sama seperti Ameera yang masih di kamarnya karena Richie bangun.
"Belum ke kantor Pak sama Bu Hanna nya juga," jawab pelayan itu dengan hormatnya menyimpan paket makanan yang diantarnya dari kitchen The Rich Hotel.
"Belum ke kantor? maksudnya belum datang?" tanya Richard sambil menyelipkan uang tip di saku seragam pegawainya.
Richard bukan orang pelit pada siapapun termasuk pada orang yang melayaninya dua lembar uang merah masuk di sakunya membuat semua karyawannya begitu semangat di beri misi untuk menghadap Bos Richard dalam keperluan apapun kecuali di panggil karena lagi marah.
"Iya Pak. Tadi belum datang ke kantor."
"Lantas orang kitchen dapat pesan dari siapa sehingga makanan sarapan ini sudah sampai ke sini?" tanya Richard lagi.
"Pak Benny tadi yang telepon, tapi nggak bilang kalau mau tidak masuk atau datang telat."
"Oh, ya sudah!"
"Apa sih Pap tanya sama pegawai begitu kayak menginterogasi aja? Jangan begitu ah nggak baik pelankan sedikit bicaranya kayak nggak diservis Mama aja semalam?" Ameera memeluk suaminya dari belakang.
"Hahaha ... bukan begitu Sayang memang begitu bicaraku semua telah mengerti kok memang kayak menginterogasi ya? heran saja sama Benny juga Hanna belum ke kantor ke mana mereka dan ngapain mereka? Mereka nggak masuk hari ini tidak akan konfirmasi dan izin dariku!"
__ADS_1
"Nggak apa-apa mereka bukan pekerja lapangan tapi leader bagi anak buah Kita yang penting kerjaan beres tidak di tuntut kehadiran setiap waktu mungkin mereka juga punya perhitungan apa-apa nggak usah di tungguin kalau sudah jalan."
"Baiklah Sayang, mungkin mereka mau healing di kamar saja kayak Kita," ucap Richard sambil mencium bibir Ameera setelah balik badan tangannya mengusap rambut istrinya yang masih basah.
"Ya kayak Kita lah kalau suami istri apalagi Hanna ditinggal tinggal Benny selama ini, Benny juga milik Istrinya bukan hanya milik Kita!" jawab Ameera sambil mengusap usap dada suaminya yang begitu kekar juga berbulu.
"Iya Sayang Aku hanya heran saja nggak apa apa asal semua pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya selesai, pekerjaan tidak berantakan, pekerjaan rapi sudah seperti itu, Aku tenang berduaan sama Kamu kalau punya Benny yang bisa diandalkan."
"Papa memang belum puas semalaman menyerang Mama terus sampai paginya?"
"Puas? nggak akan ada kata itu Sayang. Kalaupun puas nanti akan menagih lagi sama seperti makan dan tidur!"
"Memang segini nggak kenyang Mam?"
"Sepertinya tidak, Aku kan berdua makanya sama Richie sudah masuk jadi nutrisi nanti disedot lagi sama Richie juga Papanya ...!
"Hahaha ... Mama bisa saja! nanti pesan lagi pakai aplikasi kalau belum kenyang, berarti Papa harus ke kantor hari ini nggak apa sebentar aja ya ada janji juga sama Jody mau nge-gym nanti sore persiapan malam Minggu Kita!" Richard mengusap paha Ameera dengan menyingkap ujung piyama mandinya yang duduk tak berjarak menghadap meja makan. Ameera membiarkannya sambil asyik makan karena lapar.
Ameera mendelik malam tadi malam apa? mau seperti apalagi? belum puas ayo aja!
"Mam bisa titip Richie di rumahmu nanti malam nggak?"
__ADS_1
"Kita mau ke mana memangnya?"
"Ya Kita melepaskan ketegangan duduk aja di klab malam sama Jody Loka ngobrol aja paling sampai jam sepuluh."
"Aduh Papa, Kita sudah bukan Anak muda lagi sudah ada Anak diantara kita Jangan samakan sebelum Kita punya Richie."
"Mam, hanya di hotel Kita bukan di tempat orang lain tidak nginep pulang jam sepuluh ke rumahmu bilang sama Ibu Bapakmu ada perlu ke undangan apa kek Aku pengen banget bersama berdua bukan meniadakan buah hati Kita Sayang."
"Baiklah Pap tapi bener ya pulangnya ke rumahku? Aku punya kewajiban menyusui."
"Baik Nyonya Richard Isaak! semua Aku ikut keinginanmu asal Mama juga ikut keinginan Papa."
Ameera tersenyum dan mengangguk.
"Makasih untuk malam tadi ya Sayang...."
"Kok telat terima kasihnya lagian ngapain terima kasih? karena sudah jadi kewajibanku sebagai istri melayani suami!"
********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1