Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Curhatan cowok mesum


__ADS_3

"Apa khabar Bos Richard paling ganteng?" sapa Jody sambil memeluk sahabat lamanya. Di susul dengan menepuk pundaknya.


"Gue nggak begitu baik!" jawab Richard agak lesu.


"Haaa ... tumben lo nggak semangat seperti tape begini? kenapa, ada apa? habis stok cewek lo? apa jagoan lo ada masalah? terlalu banyak diasah ternyata nggak baik juga ya?" ujar Jody sekenanya sambil nyengir menatap sahabat blasteran nya.


"Akhir-akhir ini terlalu banyak masalah yang gue hadapin Jody." jawab Richard pendek. Jawaban itu kontan membuat Jody semakin terpancing karena tak biasanya Richard seperti itu, biasanya energik, dan selalu semangat tinggi apalagi kalau bicara tentang bisnis dan cewek-ceweknya.


"Gue tebak pasti masalah cewek! ya kan?" cecar Jody merasa ingin tahu banget.


"Percis!" Richard mengiyakan dengan ucapan pendek.


"Bukankah lo selalu nggak ada masalah kalau urusan cewek?"


"Gue lagi berubah serius Jody, sudah dua bulan lebih gue puasa, memang sudah di niatkan seperti itu. Gue pengen hidup gue lebih baik lagi dan gue siap dengan perubahan total dalam hidup dan kebiasaan gue, semua harus berubah mengikutinya."


"Wow! amazing Richard! gue terharu banget mendengarnya, semoga jadi titik awal yang bagus buat kehidupan lo, dan gue mendukung banget sobat!" Jody begitu berbinar mendengar penuturan Richard.


"Begitulah Jody, gue rombak total kehidupan gue, pokoknya di segala segi pengen ada perubahan bukan hanya di kehidupan dan diri gue saja." tambah Richard.


"Angin mana yang membuat lo begitu drastis berubah Rich? sepertinya bukan main-main pengaruh yang lo rasakan!" Jody menatap bola mata kebiruan Richard.


"Usia dan rasa bosan menjalani rutinitas itu faktor utamanya, juga desakan orangtua, juga target cewek gue yang membawa dan menarik gue sampai rela berubah. Ameera segalanya diatas rata-rata pokoknya, pintarnya, cantiknya juga agamanya. Baru pertama rasanya gue jatuh cinta dan gue juga takut kehilangan dia, jujur dia sanggup membuat hati ini tidak bisa berpaling lagi." ucap Richard sambil menerawang jauh membayangkan Ameera dengan kecantikan dan kelebihan yang di milikinya.


"Woooooi serius amat rupanya, syukurlah. Orang mana cewek itu?"

__ADS_1


"Ada deh, nggak gue kenalin ke lo takut lo ngeces! haaaa ...."


"Sialan, gue juga punya Bos! sama gue juga puasa dah lama banget karena yang satu ini terlalu unik buat gue sentuh, tak apa semua perjuangan, nanti juga kalau dah saatnya gue rendam tiap malam, perlu perjuangan ekstra buat menaklukannya Bos, tapi sekarang mulai pintar dan sudah lengket nempel melulu sama gue, gue gitu loh! sang penakluk sejati. Asli gue baru menemukan banget ini cewek cantik, lugu unik model gini." Jody membanggakan dirinya, sambil cerita tentang segala yang di


"Yang lo katakan waktu itu temennya Janeeta bukan?" Richard mengerutkan keningnya.


"Iya, lantas lo masih sama Janeeta anak buah lo itu? apa dia masih hot? apa lo sudah terlalu bosan dengan dia sehingga mencari yang lain lagi?"


"Gue bilang sudah nggak main cewek lagi siapapun itu, gue mainnya serius. Cewek rasanya sama saja hanya sugesti kita saja yang mungkin punya pandangan yang berbeda, serasa lebih cantik, serasa akan lebih enak. Tapi pada kenyataannya semua tak sampai beberapa jam hanya sebatas sampai kita meletus, sudah puasnya sampai di situ.


"Tapi gue begitu penasaran sama cewek lo yang namanya Ameera ini Rich, Namanya aja cantik, kayaknya lebih unik mungkin lebih cantik atau daya tarik apa yang membuat lo begitu tertarik bahkan berniat untuk merubah segalanya?" Jody merasa penasaran.


"Ameera segalanya bagi gue sekarang Jody, gue nggak sanggup kehilangan dia barang sedetik juga, dia yang membawa gue pada kehidupan yang benar, dia yang membawa dan menyentuh hati gue dengan cinta yang sebenarnya." Omongan Richard terdengar aneh di telinga Jody. Tapi Jody maklum dan tak bisa membantah kata-kata Richard karena dirinya belum kenal sama yang namanya Ameera yang membuat sahabatnya ini jadi berubah.


"Sepertinya lo bener-bener jatuh cinta kali ini Richard!"


"Selalu ada jalan ya Rich, buat kita kalau nggak nyicipin duluan rasanya garing bibir ini sedangkan yang lainnya basah nggak ketulungan."


"Tapi Ameera membuat hati gue selalu tenang dan tentram, gue merasakan kenyamanan yang tak gue dapatkan sebelumnya mungkin karena Ameera hadir saat kesadaran gue menyentuh hati dan perasaan gue, jadi gue merasakan indahnya cinta itu seperti apa mungkin seperti yang saat ini dirasakan. Sebenarnya pengen cepet-cepet serius sama dia cuman dia masih dalam proses perceraian, apalagi mantan suaminya yang kurang ajar itu datang kembali meminta rujuk sebelum masa iddah dia selesai gimana gue nggak khawatir?" Richard bicara panjang membuat Jody jadi melongo.


"Oh, jadi bukan yang masih segel Rich?" tanya Jody begitu penasaran.


"Bukan! tapi mungkin rasanya akan lebih dari gadis yang masih bersegel."


"Jadi kapan lo seriusnya, jangan lama-lama, nanti karatan loh! seperti gue kena ultimatum ortu, gue kena sangsi kalau sampai kali ini rumah tangga gue gagal lagi gue pasti di abaikan nyokap sama bokap, jadi gue juga mau serius melamar Loka, biar jagoan gue bisa bebas piknik lagi, haaa .... rasanya nggak enak hidup sendiri Rich, apalagi lo belum pernah merasakan masuk dunia rumah tangga, nikmatnya hubungan suami istri nggak ada duanya, nggak keluar kamar tiga hari tiga malam pokoknya puas tapi kita nggak di kejar-kejar dosa dan dosa bersalah."

__ADS_1


Richard diam, dosa dan rasa bersalah selalu dirinya jalani di masa lalunya, menghantui kehidupannya di masa sekarang. Tapi dengan Ameera dirinya akan sanggup melewati semuanya.


Richard yakin semua akan terwujud, dirinya siap memasuki gerbang rumahtangga bersama Ameera tercinta.


Berharap semua kerikil dalam kehidupannya bisa di lewati dengan sempurna, Richard ingin memeluk dan mencium Ameera juga menyentuhnya dalam keadaan sudah halal. Agar rasa dosa dan bersalah tak menjadi halangannya. Dan beban rasa bersalah tidak jadi masalah lagi.


"Kita nge-gym yuk biar bisa menghibur jagoan kita saat dia meronta meminta jatah! juga kasihan kita alihkan semuanya saat tidak kita ikuti keinginannya." ucap Jody sambil memandang wajah Richard yang sangat serius.


"Besok saja Jody sekarang sudah malam, semua masih aman terkendali, kalau sudah melewati batas gue suka renang jam berapapun itu, enak banget sambil membayangkan Ameera suatu saat pasrah di hadapan gue! haaaa ...."


"Haaaaaaaa ... itu mesum juga Rich namanya, tapi mending kalau masih bisa lo tahan, nggak sampai lo cari pelampiasan buat mencelupkan jagoan lo!" Jody terkekeh bersama Richard.


"Gue harus bisa, berusaha menghindari semua keinginan yang selalu mengajak gue pada kenikmatan sesaat."


"Berarti kita sama Richard, berada pada fase bertahan untuk satu kemenangan sampai pada waktunya nanti."


******


Baca juga Karya Enis Sudrajat lainnya


❤️Meniti Pelangi


❤️Pesona Aryanti


❤️Biarkan Aku Memilih

__ADS_1


❤️Masa Lalu Sang Presdir


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2