Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Suka-cita menyambut anggota keluarga baru


__ADS_3

Pintu terbuka suster mendorong tempat tidur Ameera. Ameera kelihatan sudah agak segeran, Richard bergegas menghampiri Ameera dan memeluknya menghujani dengan ciuman sayangnya.


"Rich ada Ibu sama Bapak..." Richard melepaskan pelukannya dam mempersilahkan Ibu Bapaknya Ameera memberi ucapan selamat


"Ibu, Bapak!" sapa Ameera begitu haru biru.


"Alhamdulillah cepet pulih Nak Ibu sudah nggak sabar ingin melihat cucu Ibu dan menggendongnya," ucap Ibu Hj Salamah mengusap kepala Ameera dan Ameera mencium tangan Ibunya.


"Laki-laki Bu semoga jadi Anak yang sholeh," ucap Ameera paska mendapat ucapan selamat ciuman juga pelukan dari Ibunya juga Bapaknya dan Ameera mencium tangan Ibu Bapaknya dengan takzim.


"Akhirnya jadi Ibu Bu Ameera," ucap Benny dan Hanna tersenyum mengusap lengan Ameera yang terlihat masih pucat dan capek tapi senyum bahagianya terus mengembang.


Ameera mengangguk sambil senyum.


"Terimakasih Benny Hanna semoga kalian bisa cepat nyusul."


"Aamiin...."


Richard mendorong tempat tidur Istrinya ke ruang perawatan yang di tunjukan salah satu Suster dan menempatkan Ameera di tempat kamar ternyaman diikuti keluarga yang lainnya.


Semua mengelilingi Ameera Richard tak mau lepas menggenggam jemarinya dan sesekali mencium kening istrinya dengan sayangnya.


Datang dokter di ikuti Suster dengan membawa Bayi di gendongannya. Semua Antusias ingin melihat bayi merah yang baru beberapa jam lalu saja lahir ke dunia.


"Pak Richard bayinya sempurna dan sangat tampan beratnya 4 kg bayi yang jumbo. Silahkan di beri kumandang adzan dulu sebelum menggendongnya." ucap dr Reisa SpOG.


Richard berdiri izin sama Haji Marzuki Bapak mertuanya juga pada Ameera istrinya dengan mengangguk dan Haji Marzuki mengangguk mempersilahkan.


Richard adzan untuk pertama kali seingatnya setelah dewasa di hadapan bayinya walaupun di temani Benny di sampingnya yang sedikit menuntunnya. Semua lancar dan Ameera tersenyum menarik nafas lega yang tadinya merasa was-was Richard tidak bisa menyelesaikan dan takut salah karena grogi.

__ADS_1


Haji Marzuki tersenyum mendengar logat Adzan Richard yang berbeda tapi semua tidak mengurangi maknanya.


Suster memberikan bayi itu pertama kali pada Richard, dengan berlinang airmata Richard mencium buah hatinya untuk pertama kalinya memeluknya serasa memiliki harta karun yang tak ternilai.


Lalu Richard memberikan gendongan kedua pada Ibu Mertuanya Hj Salamah dan dalam gendongan istrinya Haji Marzuki memberi Do'a yang sangat panjang bagi cucu pertamanya semua khidmat mengaminkan. Baru sama Ibu Hj Salamah di berikan pada Ameera untuk pertama kalinya akan di perkenalkan untuk belajar menyusui.


Haji Marzuki keluar bersama Benny juga Hanna tinggal Richard sama Ibu Hj Salamah Ameera bayinya dan satu Suster. Richard membantu Ameera duduk dan mulai menyusui Bayinya dengan perlahan dipandu Suster yang m mendampingi.


Richard mengusap-usap punggung Ameera sambil menyaksikan buah hatinya yang masih enggan di sodori ****** susu.


"Sepertinya harus di contohi Papa ya Sayang menyusunya," ucap Richard sambil mengusap pipi Bayinya dan mencium kepala Ameera yang lagi menggendong Bayinya.


Hj Salamah dan Suster tersenyum Ameera mendelik pada suaminya.


"Coba terus ya Bu biar terbiasa, sementara mungkin masih banyak cadangan makanan bawa dari dalam perut tapi saat nanti haus dengan sendirinya akan mencari," ucap suster saat melihat Bayi Ameera belum mau menyusu.


"Iya Sus nanti di coba lagi."


"Baik Suster semua di mengerti," jawab Richard.


"Kalau ada yang di tanyakan dan di perlukan pijit bel itu, akan terhubung dengan ruangan Suster jaga. Saya permisi dulu."


Ameera dan Richard mengangguk.


"Makan ya Sayang," ucap Richard sambil mengambil makanan di troli yang tersedia. Ibu Hj Salamah mengendong Bayi itu kembali dengan suka-cita rasanya belum puas mengendong Bayi yang begitu gemoy dan gemas melihatnya lalu menidurkan kembali cucunya di box samping Ameera.


"Sayang habis makan Aku pulang dulu mau ganti pakaian mungkin ada Ibu di sini ya rasanya bajuku sudah asin kena keringat dari Subuh," ucap Richard sambil memberikan minum pada Ameera.


"Iya Rich kini semuanya sudah lega, paling Aku dua malam di sini kata dokter kalau lahiran normal biasanya cepet pulih. Aku langsung ke rumah Ibu ya semuanya tolong di persiapkan pada Benny juga Hanna, Karena Aku harus belajar mengurus Baby ku nanti dari mulai menyusui dan memandikan sama Ibu," ucap Ameera sambil menyeka mulutnya dengan tissue.

__ADS_1


"Iya Sayang semua pasti di persiapkan."


Suka cita keluarga Haji Marzuki menyambut Bayi Richie Isaak begitu kelihatan karena Bayi yang sangat di tunggu kehadirannya dari kedua belah pihak.


Ibu Hj Salamah tak menjauhi box sang Cucu dan selalu memandangnya takjub pada Richie kecil mungil yang menggemaskan.


Akhirnya Richard pulang bareng sama Haji Marzuki juga Benny dan Hanna menyisakan Ibi Hj Salamah dan Ameera juga Bayi mereka.


Kebahagiaan Richard yang tak terkira menjadikan Richard ingin merayakan dan berbagi kebahagiaan khususnya di Hotel dirinya berkantor.


Richard membagi-bagikan uang yang fantastis sebagai tanda kebahagiaan pada semua karyawannya yang di sambut antusias semua karyawannya, sama seperti dulu saat Richard mau menikah memberi dan membagikan uang pada semua karyawannya dan membuat hati mereka senang mendapat rezeki dadakan.


Begitu juga Ameera tak melepaskan buah hatinya dari pangkuannya mencium dan memeluknya berusaha mencoba menyusui dan selalu menatap wajah lucunya.


Wajah Bayi yang masih berubah ubah kadang mirip Richard kadang melihat dirinya di wajah putra tersayangnya itu.


"Bu banyakan mirip Aku ya Dek Richie ini?" gumam Ameera sambil tersenyum tak lepas matanya menatap bayi bule itu.


"Mirip siapapun tak penting yang penting ada perpaduan wajah kalian berdua di wajah cucu Ibu ini, mirip Ibu sama Bapak juga tak apa-apa Ibu senang rasanya seperti menyambut seseorang yang begitu lama di tunggu." Ibu Hj Salamah membereskan box Bayi yang sedikit berantakan Ameera menyerahkan Bayinya karena mau ke kamar mandi.


Ibu Hj Salamah membimbing Ameera yang kelihatan sudah kuat namun masih takut dan merasa sedikit sakit kalau di bawa jalan.


"Harus di latih biar cepet pulih dan terbiasa jangan cengeng dan serba di rasa malah kalau begitu lama sembuhnya, semua wanita akan mengalami hal seperti ini berdiri saja kalau belum berani jongkok nggak apa-apa untuk ke kamar mandi pertama kali habis melahirkan. Jadikan suara air dari kran sebagai terapi. Bisa sendiri apa mau di bantu Ibu?"


"Aku coba sendiri Bu dan mengikuti saran Ibu."


"Ya sudah Ibu tunggu di sini kalau perlu bantuan panggil Ibu!"


Ibu Hj Salamah tersenyum melihat putrinya begitu mandiri apapun yak ingin merepotkan orang lain termasuk orangtuanya. Dari mulai terasa perut tak memberitahukan biar tidak jadi kecemasan alasannya sudah lahir saja nanti baru di kabari dan memang Ameera putrinya kelihatan paling mandiri dalam hal apapun.

__ADS_1


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2