Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Malam berdua lagi


__ADS_3

Ameera belakangan keluar kamar mandi setelah gosok gigi dan membersihkan mukanya Richard sudah duluan duduk di gazebo sambil menikmati angin semilir dingin di musim pengujan dan memang mereka tinggal di kota yang punya julukan Kota Hujan.


"Pap nggak dingin? pakai baju ya istirahatnya," dalih Ameera menawarkan dan bentuk perhatian pada suaminya.


"Masih gerah habis makan Sayang, sini Kita nikmati terang bulan walau sudah tidak bulat utuh lagi. Rasanya senang banget menikmati malam tapi dalam ruangan," ajak Richard sambil memandang istrinya yang telanjang kaki berjalan ke arahnya. Lekuk tubuhnya terlihat dalam pakaian tidur yang tipis dan sangat lembut.


Richard begitu tak sabar ingin segera menyusurinya dari ujung sampai ujung.


Richard menyodorkan tangannya Ameera menyambutnya sambil tersenyum.


Ameera duduk dan menyandarkan tubuhnya di dada suaminya yang bersandar terasa damai hati dan perasaannya.


Berkali kali Richard mencium puncak kepala istrinya dan membisikkan kata-kata sayang dan rayuan.


"Pap Aku ingat Richie." Ameera mengeluarkan pikiran tak tenangnya tapi tangannya tetap mengelus sesuatu benda kesayangannya yang begitu maksimal saat di elus-elus dan di mainkan.


"Nggak apa-apa Sayang Aku juga sama kok malah kangen banget denger tangisannya harusnya Kita jangan merepotkan orangtua tapi Aku mau malam ini Kita berdua saja Sayang, Aku janji besok-besok lagi nggak tinggalin Richie lagi ya." Janji Richard merasa bersalah juga telah meninggalkan putranya dalam pengawasan Ibu mertuanya tapi hatinya senang dan menginginkan kebersamaan itu.


Richard merasakan kenikmatan saat istinya dengan lembut menyasar daerah sensitifnya, Richard begitu menikmatinya saat-saat yang didamba nya kebebasan berdua.

__ADS_1


"Suka itu Sayang?" tanya Richard sambil mendesis.


"Banget Pap," jawab Ameera dengan manja sambil mengecup bibir suaminya.


"Mau pemanasan sebagai pembuka di sini?"


"Aku mau di tempat tidur Pap."


"Boleh Sayang, Aku juga sudah nggak tahan pengen menyusuri semua yang jadi keinginanku selama Kita berpisah."


Ameera bangkit menolak di bopong karena takut dan suka menjerit phobia ketinggian membuatnya merasa takut saat tak menginjak ke bawah.


Richard menyalakan pemutar musik dengan suara lembut dan Ameera meneliti mukanya di depan meja riasnya lalu mematikan lampu dan kini tinggal lampu tidur di ruangan besar itu.


Richard dengan bangga memeluk Istrinya yang berdiri di hadapannya, menyusuri muka Ameera dan berpagutan sangat lama sampai nafas mereka tersengal.


"Kamu niat banget malam ini Sayang kelihatannya?" suara serak Richard sambil merapatkan pelukannya dan perlahan mereka ke tempat tidur.


"Memang Papa saja yang kangen?" Sama Aku juga kangen dan ingin bebas satu malam saja!" tukas Ameera membuat Richard tertawa.

__ADS_1


"Maafkan Papa Richie Kamu minum susu sapi dulu karena malam ini Papa pinjam Mamamu ya Nak." Richard membelai rambut Ameera yang sudah terlentang dan Richard menarik selimut saat Ameera membuka semua pakaiannya menyuguhkan pemandangan kontras membuat juniornya meronta tak tertahankan lagi.


Saling rindu kini semua bebas di ekspresikan dengan kebebasan berdua.


Babak pertama di mulai Richard menguji kegagahannya memberi kepuasan dan satu kesenangan bagi Dirinya. keinginan yang lama tak di salurkan dan rasa yang mendalam menjadikan gairahnya sama-sama memuncak.


Gairah yang sama-sama membuncah menjadikan malam panas keduanya.


"Aku paling suka yang ini Pap," bisik Ameera di sela-sela desa*annya.


"Oke Sayang Aku pacu lebih kuat lagi ya."


Seperti nggak nada capeknya Richard melepaskan kerinduannya serasa ingin memuaskan dahaganya sendiri mereguk cinta memadukan kasih sayang dengan Istrinya.


Akhirnya Ameera tepar duluan merasakan kepuasan dini dengan pelepasan kenikmatan tingkat tinggi telah di capai nya. Richard tersenyum dan menyelesaikan babak itu dengan menembakkan bibit hasil keperkasaannya. Ameera memejamkan matanya merasakan lua biasa saat suaminya mengerang panjang dan mengejang semua ototnya dengan badan basah berpeluh.


"Makasih Sayang," bisik Richard sambil mendekap tubuh yang telah memberinya kepuasan.


*******

__ADS_1


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2